Orang utan bernama Novita berhasil diselamatkan setelah terjebak di tengah kebakaran hutan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Namun, luka bakar parah membuat Novita harus menjalani perawatan intensif dan kehilangan empat ruas jari kakinya.
Dikutip dari detikKalimantan, Selasa (13/10/2026), saat ini, Novita dirawat di Pusat Rehabilitasi Orang Utan BOS Nyaru Menteng. Dokter yang menangani menyebut kondisi tubuhnya mulai menunjukkan perkembangan, meski sebagian jaringan pada kaki dan tangannya sudah mengalami kematian.
Dalam dokumentasi BOS Nyaru Menteng, Novita diduga sempat melakukan self-mutilation saat masih terjebak di atas pohon yang dikepung api dan asap. Tindakan tersebut diduga dilakukan sebagai upaya bertahan hidup hingga akhirnya menyebabkan empat ruas jari kakinya tidak dapat diselamatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novita ditemukan di wilayah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya, pada Sabtu (26/9). Saat ditemukan, orang utan yang diperkirakan baru berusia sekitar 4 tahun dengan berat 17 kilogram itu masih berada di atas pohon.
Di tengah kepungan api dan asap, Novita berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke atas pohon. Bahkan, ia membuat sarang sendiri untuk bertahan.
"Di tengah kepungan api dan asap, satu individu orang utan kecil bertahan sendirian di atas pohon. Usianya baru sekitar 4 tahun, dengan berat sekitar 17 kilogram," pernyataan BKSDA Kalteng dalam keterangan di Instagram resmi pada Selasa (28/9/2026).
"Dalam kondisi terluka, ia masih berusaha bertahan hingga membuat sarang di atas pohon," keterangan ditambahkan.
Keberadaan Novita pertama kali dilaporkan oleh seorang saksi mata pada 25 September. Sehari kemudian, Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Kalimantan Tengah bersama BOSF Nyaru Menteng dan tim TNI melakukan evakuasi.
Saat diselamatkan, Novita sudah mengalami luka bakar serius pada kedua tangan dan kakinya.
"Orang utan kecil tidak bisa bercerita tentang apa yang terjadi, tidak bisa meminta pertolongan. Namun luka bakar serius di kedua tangan dan kakinya seakan menjadi cerita tentang perjuangan yang baru saja dilalui," pernyataan lanjutan dari BKSDA Kalteng.
Puluhan Orang Utan Terkena ISPA
Dampak karhutla juga dirasakan orang utan lain yang berada di Pusat Rehabilitasi BOS Nyaru Menteng. Sebanyak 47 orang utan dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat memburuknya kualitas udara dalam beberapa waktu terakhir.
Koordinator Dokter Yayasan BOS Nyaru Menteng, drh Agus Fahroni, mengatakan kondisi mereka sejauh ini masih relatif ringan dan dapat ditangani tim medis.
"Sekitar 47 orang utan memang teridentifikasi mengalami ISPA. Namun sejauh ini kondisinya masih relatif ringan dan dapat ditangani oleh tim medis kami," ujar Agus, Jumat (9/10).
Paparan asap karhutla menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat mengganggu sistem pernapasan orang utan, terutama satwa yang masih menjalani rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya.
Orang utan yang mengalami ISPA mendapat obat herbal dan vitamin. Tim medis juga memastikan kebutuhan cairan mereka terpenuhi untuk membantu pemulihan setelah terpapar asap.
"Kebutuhan air minum harus benar-benar tercukupi karena sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan mereka ketika terpapar asap dalam jangka waktu tertentu," kata Agus.


























































