Bagi umat Islam, Ramadan adalah momen yang istimewa yang selalu dinanti. Setiap muslim dapat memohon kepada Allah SWT agar diberikan kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan penuh berkah tersebut.
Salah satu doa yang populer dibaca menjelang Ramadan adalah Allahumma ballighna Ramadan. Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT memberikan umur dan kesempatan sehingga seseorang dapat menjalankan ibadah Ramadan dalam keadaan sehat dan beriman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Doa Allahumma Ballighna Ramadhan
Berikut bacaan lengkap doa menyambut Ramadhan Allahumma ballighna Ramadhan yang dikutip dari buku Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT? karya Alexander Zulkarnaen.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Arab-latin: Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya'ban wa ballighnaa Ramadhaan.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadan."
Waktu Membaca Doa Dipertemukan dengan Ramadan
Doa Allahumma ballighna Ramadan dapat dibaca kapan saja, terutama ketika mulai memasuki bulan Rajab dan Syakban. Kedua bulan tersebut menjadi waktu bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan.
Tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah bacaan maupun waktu tertentu untuk mengamalkannya. Umat Islam dapat membacanya setelah salat, ketika berdoa, atau dalam kesempatan lainnya.
Amalan Menjelang Ramadan
Rasulullah SAW, para sahabat dan para ulama memberikan banyak contoh, nasihat dan tuntunan dalam persiapan menyambut Ramadan.
Dirangkum dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan: Panduan Lengkap Menyambut Bulan Ramadhan dari Sebelum Ramadhan Sampai Setelahnya karya Abu Maryam Kautsar Amru, berikut amalan yang bisa dikerjakan dalam menyambut Ramadan.
1. Membayar Utang Puasa
Jika masih punya utang puasa tahun lalu, terutama para wanita yang biasanya berhalangan puasa karena haid, maka membayar utang puasa yang telah lalu adalah persiapan yang paling wajib dan paling penting dalam menyambut kedatangan bulan Ramadan.
Jangka waktu penggantian puasa Ramadan yang dulu itu adalah sepanjang tahun hingga bulan Syakban.
2. Memperbanyak Puasa Sunnah
Pada bulan Syakban, sebulan sebelum Ramadan, Rasulullah SAW banyak melakukan puasa sunnah. Bahkan dalam salah satu hadits shahih, sampai dikatakan Rasulullah SAW hampir puasa sebulan penuh pada bulan Syakban.
Rasulullah SAW banyak melakukan puasa sunnah pada bulan Syakban dimaksudkan sebagai "latihan puasa" untuk persiapan memasuki puasa Ramadan.
Dari 'Aisyah RA, beliau mengatakan,
"Rasulullah SAW biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syakban." (HR Bukhari dan Muslim)
'Aisyah juga mengatakan,
"Nabi SAW tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Syakban. Nabi SAW biasa berpuasa pada bulan Syakban seluruhnya." (HR Bukhari)
3. Memperbanyak Amalan Membaca Al-Qur'an
Hal ini dimaksudkan sebagai latihan membaca Al-Qur'an sebelum datangnya bulan Ramadan. Sama halnya dengan tujuan memperbanyak puasa sunnah para bulan Syakban yakni agar terlatih dan sudah terbiasa.
4. Mempelajari Ilmu yang Berkaitan dengan Puasa Ramadan
Ilmu paling penting berkaitan dengan puasa Ramadan adalah ilmu yang berkaitan dengan masalah:
- Hukum-hukum, tata cara, dan berbagai macam aturan syariat berkaitan dengan puasa Ramadan.
- Keutamaan-keutamaan di bulan Ramadan, dan cara untuk mendapatkannya sesuai tuntunan sunnah.




































































