Ustaz Adi Hidayat menerima gelar Profesor Kehormatan dari Tashkent State University of Economics (TSUE) di Uzbekistan. UAH dinilai berdedikasi dalam bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda.
Penganugerahan gelar kehormatan itu berlangsung di TSUE pada Jumat, 30 Oktober 2026. UAH berangkat bersama delegasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
"Assalamu'alaikum wr wb. Teman-teman Sahabat UAH... Pekan ini kami pamit dulu memenuhi undangan dari Tashkent State University Of Economics di Uzbekistan, untuk menerima anugerah Professor Kehormatan," kata Ustaz Adi Hidayat dalam unggahannya di Instagram @adihidayatofficial, seperti dilihat Minggu (1/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berangkat bersama delegasi UPI. Pak Rektor, ibu warek, Dekan Sekolah Pasca Sarjana, juga sejawat dosen dan MWA, turut membersamai," sambungnya memberi keterangan unggahan surat undangan dari TSUE.
Dalam surat undangan tersebut, TSUE memandang komitmen Ustaz Adi Hidayat dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman pada generasi muda, menyebarkan pentingnya pendidikan, menumbuhkan minat menuntut ilmu, serta kontribusi dalam kemajuan pendidikan di masyarakat adalah hal yang patut mendapat apresiasi tinggi.
UAH sendiri mengaku tak pernah menduga akan mendapat gelar Profesor Kehormatan tersebut. Usai menerima anugerah, pendiri Ponpes Ma'had Islam Rafiah Akhyar (MIRA Institute) itu mengucapkan terima kasih.
"Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada keluarga besar Tashkent State University of Economics atas gelar ini. Sejujurnya, ini merupakan suatu kehormatan bagi saya yang tidak pernah saya duga sebelumnya," sebut UAH.
"Saya yakin kita dapat terus melanjutkan kerja sama dengan UPI untuk mengabdi pada dunia pendidikan, di mana pun kita berada," sambungnya.
Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan UAH turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
"Betul (menghadiri penganugerahan gelar Profesor Kehormatan Ustaz Adi Hidayat)," kata Zulhas saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026).
Menurut keterangan Zulhas, dia tengah melakukan serangkaian pertemuan bilateral strategis di Uzbekistan pada 29-30 Oktober 2026 untuk memperkuat kerja sama ketahanan pangan, perdagangan dan investasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam transformasi ekonomi hijau dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Zulhas merasa bangga atas penganugerahan gelar yang diterima UAH. Menurutnya, pencapaian itu merupakan kebahagiaan bagi para ulama, umara, dan bangsa Indonesia.
"Ini bukan hanya kebanggaan bagi beliau dan keluarga, tetapi juga kebahagiaan bagi para ulama dan umara, serta bangsa Indonesia. Sebuah kehormatan yang menunjukkan bahwa ilmu, dakwah, dan kontribusi intelektual anak bangsa mendapat pengakuan di dunia internasional," sebutnya.
"Selamat Ustaz Adi Hidayat. Semoga ilmu dan segala ikhtiar yang telah dicapai senantiasa membawa manfaat bagi bangsa, dan negara, serta menjadi sumber keberkahan bagi umat," kata Zulhas memberikan ucapan lewat unggahannya di media sosial.
UAH adalah dosen tetap Program Studi Linguistik di Sekolah Pascasarjana UPI sejak 1 Agustus 2025. UAH menyelesaikan studi doktoralnya di Kuliyyah Dakwah Islamiyyah Tripoli, Libya pada Desember 2024 dengan predikat Summa Cumlaude.
(kri/dvs)




































































