Dwi Bagus Martono (40), pelaku pembunuhan istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anaknya, AGEF (4), mengaku membuang sisa pembakaran jasad kedua korban ke sungai. Abu dan tulang-belulang korban yang dikumpulkan dalam tujuh karung itu dibuang ke Sungai Winongo dan Kwadungan Ngawi.
Pengakuan tersebut disampaikan Dwi Bagus saat tim Polda Jatim menggelar prarekonstruksi di lokasi kejadian, Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Senin (26/10/2026).
Di hadapan penyidik, Dwi Bagus mengaku mengumpulkan sendiri abu dan tulang-belulang hasil pembakaran jasad kedua korban menggunakan sekop. Sisa pembakaran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya masukkan karung," ujar Dwi Bagus.
Menurut pengakuannya, ada tujuh karung berisi abu dan tulang-belulang yang dikumpulkannya. Proses pengumpulan sisa pembakaran itu dilakukan selama dua hari.
"Dapat tiga karung tanggal 28 (September 2026) dan besoknya," papar Dwi Bagus.
Pada hari kedua, 29 September 2026, pelaku kembali mengumpulkan empat karung abu dan tulang. Seluruh karung kemudian diikat menggunakan tali rafia.
Dengan mengenakan masker, Dwi Bagus mengaku membuang karung-karung tersebut ke sungai. Dia menyebut pembuangan sisa pembakaran jasad kedua korban dilakukan dari dua jembatan berbeda.
"Di Jembatan Winongo dan Jembatan Kwadungan Ngawi," pungkasnya.
Diketahui, lokasi prarekonstruksi berada di belakang rumah Dwi Bagus di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Tungku yang digunakan untuk membakar jasad korban berada di bagian paling ujung selatan pekarangan belakang rumah.
Berdasarkan hasil rekonstruksi Polda Jatim, tungku itu berada sangat dekat dengan rumah tetangga. Bahkan, bekas asap pembakaran terlihat pada tembok rumah tersebut.
Daun pisang milik tetangga yang lokasinya berdekatan dengan tungku juga ikut terbakar hingga mengering.
Tungku tersebut memiliki tinggi sekitar 2 meter dengan ukuran sekitar 70 sentimeter x 1 meter. Bangunannya menggunakan bata ringan atau hebel dengan bagian dasar yang telah disemen.























































