Polisi menangkap tujuh orang pemuda yang hendak melakukan aksi tawuran dengan geng motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi turut mengamankan barang bukti berupa senapan angin hingga senjata tajam.
Penindakan dilakukan oleh polisi saat melakukan patroli di Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, pada Jumat (30/10). Petugas mendapati sekelompok pemuda yang diduga sedang mempersiapkan diri untuk melakukan aksi keributan dengan kelompok lain.
"Melihat situasi tersebut, personel gabungan langsung bergerak cepat membubarkan kelompok pemuda tersebut dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Setelah dilakukan pengejaran dan penyisiran, petugas mengamankan tujuh orang pemuda," ujar Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail kepada wartawan, pada Jumat (30/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ismail mengatakan, pihaknya juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi para terduga pelaku yang hendak melakukan tawuran ini diamankan. Hasilnya petugas mendapati beberapa jenis senjata tajam yang telah dibuang di jalanan.
"Petugas juga menemukan dan mengamankan senapan angin, senjata tajam jenis parang, serta anak panah busur yang diduga dibuang oleh kelompok tersebut saat mengetahui kedatangan petugas kepolisian," katanya.
Di hadapan polisi, salah seorang pemuda berinisial MR (23) mengakui bahwa satu pucuk senapan angin yang ditemukan di lokasi merupakan miliknya. MR terprovokasi usai melihat siaran langsung rekan-rekannya diserang kelompok geng motor dan hendak melakukan perbantuan di lokasi kejadian.
"MR menerangkan bahwa dirinya berangkat seorang diri dari Jalan Kerung-Kerung menuju Jalan Andi Djemma dengan membawa senapan angin setelah melihat siaran langsung melalui TikTok yang memperlihatkan teman-temannya sedang terlibat keributan dengan kelompok lain. Selanjutnya, ia bergabung dengan teman-temannya dan berniat ikut dalam keributan tersebut," jelas Ismail.
Selanjutnya, ketujuh pemuda beserta seluruh barang bukti dibawa ke Mapolsek Rappocini untuk menjalani pemeriksaan dan proses penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian meminta warga khususnya para orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar tidak berkeliaran di malam hari dan bersama menjaga keamanan Makassar.
"Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif," pungkas Ismail.































































