Setahun berjalan, program Sekolah Rakyat (SR) Menengah Atas (MA) Biak Numfor, Papua, membuahkan hasil. Siswa yang awalnya sulit diatur dan bandel kini menjadi lebih disiplin dan mandiri.
Kepala SRMA 41 Biak Numfor, Samuel Franklin Iyawan yang telah menjabat sejak 14 Agustus 2025 di sekolah tersebut mengatakan, perubahan sikap dan karakter siswa sangat terlihat. Setelah setahun masuk SR, siswa kini sudah mampu memimpin dan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP).
"Anak-anak dari awal masuk, anak-anak suka bandel, sulit sekali kalau kita atur kita suruh baris saja susah, apalagi mereka mau ikut jadwal atau SOP, misalnya bangun pagi, ibadah malam itu susah sekali," ujar Samuel kepada detikSulsel, Rabu (28/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi sekarang bahkan mereka sudah memimpin teman-temannya sendiri, bahkan mereka yang mengatur sendiri sudah ada ketua asramanya," tambahnya.
Perubahan positif tersebut diperkuat dengan kehadiran mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) yang memberikan pendidikan kepemimpinan dan karakter kepada siswa SRMA 41 Biak Numfor. Menurutnya, pembelajaran yang didapatkan membuat para siswa lebih bertanggung jawab dan semakin terbentuk jiwa kepemimpinannya.
Salah satu bentuk nyata perubahan yang terjadi pada siswa program SR yaitu kemandirian dalam kehidupan pribadi mereka. Siswa yang sebelumnya tidak bisa mengurus kebutuhannya secara mandiri, kini jadi lebih terbiasa.
"Kelihatan sekali anak-anak sudah mulai mandiri. Mereka sudah mulai kayak mereka punya keperluan diri, keperluan sehari-hari mereka menyimpan sendiri, cuci sendiri. Dari awal-awal itu kita harus atur, sekarang tidak," terang Samuel.
Melalui pendidikan karakter dan keterampilan yang diberikan di SR, siswa juga jadi lebih percaya diri untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Samuel mengatakan, program-program yang dihadirkan SR berhasil mengantarkan salah satu siswanya menjuarai sebuah lomba dan mengharumkan nama sekolah.
"Siswa kita satu yang kemarin sampai mereka juara lomba tingkat kabupaten, mereka juara satu dari Festival Biak Youth Championship untuk khusus anak-anak SMA se-kabupaten. Dia bisa mencapai juara padahal anak itu masuk mereka biasa-biasa saja bahkan pemalu," jelasnya.
Tak hanya itu, program SR ini seolah menjadi jawaban bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang cenderung memiliki kemampuan baca tulis yang rendah. Ketika masuk ke SR, mereka diberikan pendampingan khusus untuk mengejar keterampilan tersebut.
"Kita tahu anak-anak ini berasal dari desil 1 desil 2, jadi anak-anak ini mereka memang kemampuan mereka agak ya agak rendah. Cuman mereka waktu masuk yang rendah itu yang bacanya kurang, mereka didampingi untuk pendampingan khusus dan mereka sudah bisa dan saat ini sudah bisa," ungkapnya.
Ia berharap program Sekolah Rakyat dapat terus dilanjutkan. Menurutnya, sinergi berbagai pihak diperlukan agar tujuan utama program tersebut, yakni memutus mata rantai kemiskinan, dapat tercapai.
"Kami berharap Sekolah Rakyat ini akan berlanjut terus dan kepedulian dari interkementerian dari pemerintah daerah membackup program ini, sehingga tujuan utama kita untuk memutus mata rantai kemiskinan di Republik Indonesia dapat tercapai," pungkasnya.































































