- Doa Memohon Ampunan untuk Kedua Orang Tua 1. Doa Memohon Ampunan dan Kasih Sayang 2. Doa Memohon Ampunan dan Keselamatan 3. Doa Memohon Ampunan untuk Orang Tua yang Telah Meninggal
- Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua 1. Amal yang Dicintai Allah SWT 2. Berbakti kepada Orang Tua sebagai Jihad 3. Pahala Setara Haji dan Umrah 4. Jaminan Masuk Surga
Doa memohon ampunan untuk kedua orang tua menjadi salah satu amalan bakti yang dapat dilakukan seorang anak. Sejak kecil, orang tua telah mencurahkan kasih sayang, tenaga, dan pengorbanan untuk membesarkan anak-anaknya. Jasa mereka tentu tidak akan pernah terbalas sepenuhnya.
Meski begitu, seorang anak tetap dapat berbakti ketika orang tuanya masih hidup maupun setelah meninggal dunia. Salah satunya dengan memohon kepada Allah SWT agar mengampuni dosa kedua orang tua. Berikut bacaan doa yang bisa diamalkan.
Doa Memohon Ampunan untuk Kedua Orang Tua
1. Doa Memohon Ampunan dan Kasih Sayang
Mengutip buku 88 Doa Harian Anak Muslim karya Cucu Nurhasanah, berikut bacaan doa memohon ampunan untuk kedua orang tua:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذُنُوْبِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiira.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil."
2. Doa Memohon Ampunan dan Keselamatan
Adapula doa yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS dalam surah Ibrahim ayat 41 agar bisa diamalkan untuk memohon ampunan dan keselamatan orang tua di yaumul hisab:
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ ࣖ
Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu'minīna yauma yaqūmul-ḥisāb(u).
Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)."
3. Doa Memohon Ampunan untuk Orang Tua yang Telah Meninggal
Bacaan doa berikut mencakup permohonan ampunan yang luas bagi orang tua, leluhur, para guru, dan seluruh kaum mukminin yang telah wafat:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا
Allāhummaghfir lilmuslimīna wal muslimāt, wal mu'minīna wal mu'mināt, al ahyā'i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā'inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddātinā, wa asātidzatinā, wa mu'allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashḥābil ḥuqūqi 'alaynā.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami."
Setelahnya, lanjutkan dengan membaca doa berikut:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ
Allāhummaghfirlahum, warhamhum, wa 'āfihim, wa'fu 'anhum. Allāhumma anzilirrahmah, walmaghfirah, wasysyafā'ah 'alā ahlil qubūr min ahli lā ilāha illallāhu Muḥammadurrasūlullāh.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa'at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat."
Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua
Mengutip buku Dahsyatnya Ridha Orang Tua karya Samsul Rijal Hamid, terdapat beberapa keutamaan berbakti kepada orang tua sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi SAW.
1. Amal yang Dicintai Allah SWT
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amal perbuatan yang paling dicintai Allah SWT. Beliau bersabda, "Salat tepat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan Jihad di jalan Allah." (HR. Muslim)
2. Berbakti kepada Orang Tua sebagai Jihad
Dari 'Abdullah bin 'Amr Radhiyallahu 'anhuma, dia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW untuk meminta izin berjihad. Rasulullah SAW kemudian bertanya, 'Apakah kedua orang tuamu masih hidup?' Laki-laki itu menjawab, 'Ya.' Beliau pun bersabda, 'Kalau begitu, berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.'" (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Pahala Setara Haji dan Umrah
Dalam sebuah hadits dengan sanad jayyid (bagus), dikisahkan seorang laki-laki yang ingin berjihad, tetapi tidak mampu melaksanakannya. Ia kemudian menyampaikan keinginannya kepada Rasulullah SAW.
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ingin berjihad, tetapi tidak mampu melakukannya." Beliau bertanya, "Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih ada?" Ia menjawab, "Ya, ibuku." Beliau bersabda, "Temuilah Allah dengan berbakti kepada kedua orang tuamu. Jika engkau melakukannya, berarti engkau telah berhaji, berumrah dan berjihad."
4. Jaminan Masuk Surga
Dalam buku Durratun Nashihin karya Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir al-Khubawi, disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Demi Tuhan yang mengutusku dengan sesungguhnya, seorang hamba yang dilimpahi Allah rezeki lalu ia menyantuni dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya, maka kelak dia bersamaku di surga."
Wallahu a'lam.




































































