Manajemen PSS Sleman menggelar audiensi yang dihadiri ratusan suporter terkait serangkaian hasil buruk yang diraih Super Elang Jawa hingga pekan kedelapan Super League 2026/2027. Audiensi berjalan cukup alot dan berakhir dengan kesepakatan akan adanya audiensi ulang.
Pantauan detikJogja, audiensi yang dihadiri Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PSS) Yoni Arseto, manajer Agus Purwoko, hingga pelatih kepala Pieter Huistra beserta jajarannya itu digelar di pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Senin (2/11) malam.
Audiensi itu awalnya hanya mengundang perwakilan suporter dan awak media. Audiensi itu dibuka sekitar pukul 19.30 WIB. Sekitar 15 menit kemudian, rombongan Sleman fans tiba di lokasi dan meneriaki pihak manajemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin malam, semakin banyak Sleman fans yang hadir. Sempat terjadi kericuhan hingga lemparan botol ke arah pihak manajemen. Namun, situasi dapat segera dikendalikan. Diskusi antara kedua pihak akhirnya berlangsung diiringi sorakan dan teriakan suporter.
Audiensi Manajemen PSS Sleman dengan ratusan suporter di pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (2/11/2026) malam. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Suporter menuntut manajemen bertanggung jawab lantaran PSS Sleman tak kunjung menemukan performa terbaik di kompetisi tertinggi.
Diketahui, PSS kini terbenam di peringkat 16 klasemen setelah hanya mengoleksi 4 poin dari 8 pertandingan. Catatan sekali menang, sekali imbang, dan enam kali kalah, membuat Super Elja harus mendiami zona degradasi.
Klub kebanggaan warga Sleman ini bahkan sudah tiga kali beruntun mengalami kekalahan. Teranyar, PSS Sleman dikalahkan Garudayaksa dengan skor 3-1 di pekan ke-8 Super League 2026/2027, yang digelar Stadion Pekansari, Bogor, Minggu (1/11) malam.
Audiensi Manajemen PSS Sleman dengan ratusan suporter di pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (2/11/2026) malam. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Setelah melontarkan sederet pertanyaan ke manajemen, suporter kemudian mendesak manajemen dengan pertanyaan pamungkas yakni soal kesanggupan tim terhadap tuntutan para suporter.
"Untuk tiga laga ke depan, kami dari suporter minta 6-7 poin, kalau nggak sanggup kami minta Mas Yoni mundur. Tidak termasuk i-league, hanya liga 1 (super league)," kata salah seorang suporter, Senin (2/11/2026) malam.
"Kalau hari ini saya diminta untuk mundur pun, saya siap," sahut Manajer Agus Purwoko.
Sedangkan Dirut PT PSS, Yoni Arseto, tidak menanggapi pertanyaan sesuai harapan suporter. Ia mengatakan mundurnya jajaran direksi harus melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Suporter pun sontak merespons jawaban Yoni itu dengan sorakan.
Yoni kemudian menjanjikan akan menggelar audiensi lagi dengan menghadirkan jajaran direksi lainnya pada Jumat (6/11) mendatang. Dalam kesempatan itu Yoni menjanjikan suporter akan mendapat jawaban. Mendapat janji itu, suporter kemudian membubarkan diri.
"Ini komitmen bersama, karena Bu Tita besok Jumat datang, kami akan melakukan statemen bareng-bareng, nanti bareng-bareng dengan Bu Vita, pasti datang tak jamin," kata Yoni.



































































