Pagi-pagi sekali, Hendri telah tiba di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Pria berusia 45 tahun asal Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, ini meninggalkan rumahnya sekitar pukul 03.20 WIB dan tiba di tujuan pada pukul 04.00 WIB. Ia bekerja sebagai petugas kebersihan yang setiap hari menyapu dan memungut sampah di jalanan tersebut.
Ditemui tidak jauh dari kawasan Simpang Lima, Kota Bandung, Hendri tampak sibuk dengan pekerjaannya. Dia menyapu sampah plastik dan daun-daun kering yang berserakan di jalan. Setelah sampah disapu dan dikumpulkan, dia lantas menyodok sampah itu dan memasukkannya ke tong sampah yang dibawanya.
Sampah-sampah itu dikumpulkan terlebih dahulu. Selain itu, tong sampahnya sudah dilapisi trash bag, sehingga jika sampah sudah terkumpul, nantinya tinggal dinaikkan ke mobil sampah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada detikJabar, ayah dua anak ini mengisahkan bahwa dirinya telah bekerja sebagai tenaga kontrak sejak 2004. Ia memulai kariernya saat instansi tersebut masih di bawah naungan PD Kebersihan, dan kini ada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung sejak 2021.
"Wilayah kerja saya dari Tamblong sampai Simpang Lima, sebelah kiri. Kalau rekan saya di sebelah kanan," kata Hendri membuka perbincangan dengan detikJabar, Rabu (28/10/2026).
Hendri mengaku sudah nyaman dengan profesinya sebagai petugas kebersihan. Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar cara menafkahi keluarga, tetapi juga ladang pahala untuk menciptakan lingkungan yang bersih.
Pada hari biasa, Hendri menyebut jika timbulan sampah di kawasan tersebut minim. Namun, jika sedang ada event, timbulan sampah meningkat.
"Jika ada acara di sini, sampahnya sering kali menumpuk. Tapi, jalur ini merupakan jalur titik rawan, jadi sampah tidak menumpuk terlalu lama dan bisa langsung dibersihkan," tuturnya.
Jika sampah menumpuk, Hendri juga kerap mendapatkan bantuan dari petugas Gober Kecamatan Lengkong.
"Ada bantuan dari GOBAR, kalau sampahnya banyak," ujarnya.
Hendri juga mengingatkan kepada pengunjung, meski sampah di kawasan Jalan Asia Afrika ada yang membersihkan, dia minta agar saling menjaga kebersihan demi lingkungan Kota Bandung yang lebih baik.
"Pengunjung harus saling sadar soal sampah. Kalau sudah makan atau minum, jangan dibuang sembarangan. Kalau ada tempat sampah, buang ke tempat sampah. Kalau tidak ada, sementara dibawa dulu," imbaunya.
Perjuangan Menyekolahkan Anak
Meski hanya berprofesi sebagai petugas kebersihan, pria yang merupakan lulusan STM (kini SMK) itu ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang layak dan pekerjaan yang lebih baik.
"Anak dua orang, yang pertama Seira, umur 19 tahun, baru masuk kuliah di UT Jurusan Informatika. Anak kedua, masih sekolah, di SMKN 1 Baleendah, Syifa, umur 17 tahun, sekarang lagi PKL di Yogya Bojongsoang," tuturnya.
Disinggung terkait motivasi menyekolahkan anak, Hendri menegaskan dia ingin anaknya sukses lebih dari dirinya.
"Motivasinya sih supaya tidak seperti bapaknya. Saya sendiri lulusan STM, jadi ingin mendorong anak supaya bisa lebih baik dari bapaknya," tuturnya.
Hendri menyebut, meski dia mendapatkan upah Rp3,4 juta per bulan, uang itu dia kumpulkan demi sekolah anak-anaknya. Dia juga memanfaatkan uang lembur Rp50 ribu untuk ditabung.
"Demi anak apapun dilakukan, meski sebagai petugas kebersihan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Budidaya 'Belatung' Maggot untuk Bersih-bersih Sampah Organik"
[Gambas:Video 20detik](wip/mso)























































