Momen Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang berusia 4 tahun, bersimpuh di hadapan istri sahnya, Martha Amalia Iflahah (34), sempat menjadi sorotan. Martha mengungkapkan, sikap suaminya itu muncul setelah dirinya menyampaikan bahwa kedua orang tuanya telah memaafkan Dwi Bagus.
Peristiwa tersebut terjadi setelah rekonstruksi kasus pembunuhan Dini dan anaknya. Saat itu, Dwi Bagus bertanya kepada Martha mengenai sikap kedua orang tuanya terhadap perbuatannya.
"Tanya bapak ibuku (mertuanya) gimana. Saya jawab sudah memaafkan ayah (Dwi Bagus) semua," ucap Martha, Senin (2/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martha mengatakan, setelah mendengar jawaban tersebut, Dwi Bagus langsung tersungkur di hadapannya. Momen suami bersimpuh kepada istri sahnya itu kemudian terekam dalam video yang viral.
"Kemudian dia tersungkur duduk begitu," ungkap Martha.
Setelah kejadian tersebut, Martha mengaku menyampaikan pesan kepada suaminya. Ia meminta Dwi Bagus berani mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah membunuh Dini, yang merupakan istri sirinya, beserta anak korban.
"Apapun putusan hukumnya nanti diterima. Saya harap dia bisa menerima untuk pertanggungjawaban apa yang dilakukan," ungkap Martha.
Martha juga berpesan agar Dwi Bagus tidak takut menghadapi kematian maupun putusan hukum atas kasus yang menjeratnya. Menurutnya, setiap manusia pada akhirnya akan meninggal dunia.
"Saya juga pesan. Kamu jangan takut mati, semua manusia mati. Aku pun mati duluan juga mungkin terjadi. Artinya apapun putusan hukumnya nanti diterima," papar Martha.
Ia kembali mengingatkan Dwi Bagus agar tidak mengakhiri hidupnya sendiri dan tetap menjalani proses hukum.
"Saya harap dia bisa menerima untuk pertanggungjawabkan apa yang kamu lakukan. Jangan bunuh diri kamu bunuh diri tidak terlahir kembali sebagai manusia," pesan Martha.
Dwi Bagus Kerja Sebagai Engineer Freelance
Di luar kasus yang menjerat suaminya, Martha juga mengungkap kehidupan Dwi Bagus sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Ia menyebut suaminya bekerja sebagai engineer freelance yang kerap mendapat proyek hingga ke luar negeri.
Sebelum menjadi pekerja lepas, Dwi Bagus sempat bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta sebagai engineer di bidang survei minyak. Namun, sejak Agustus 2023, dia memutuskan bekerja secara freelance.
Pekerjaan tersebut membuat Dwi Bagus mendapat proyek tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara melalui kerja sama dengan agen internasional.
"Jadi suami saya itu bekerja sebagai engineer. Dan mulai Agustus 2023, suami saya menjadi freelance. Jadi sebelumnya sempat ikut di salah satu perusahaan swasta di Jakarta sebagai engineer. Di perusahaan survei minyak," ujar Martha, Selasa (3/11/2026).
Martha menyebut, Inggris menjadi negara pertama tempat suaminya mendapatkan proyek setelah beralih menjadi pekerja lepas. Setelah itu, Dwi Bagus mendapat pekerjaan di sejumlah negara lain.
"Pecah telur saat menjadi freelance itu dia pertama kerja di Inggris. Kemudian lanjut di beberapa negara. Jadi memang ritme kerja suami saya tergantung projek," lanjutnya.
Menurut Martha, pola kerja suaminya bergantung pada proyek yang didapat. Setiap pekerjaan biasanya memiliki kesepakatan atau kontrak dengan durasi tertentu.
"Jadi misalnya dengan agen A di Inggris selama 8 minggu. Itu seperti ada MoU atau kontraknya di awal. Kemudian dia izin kepada saya akan bekerja sama berapa lama, dan kemudian off," bebernya.
"Dan setelah off ini tidak pasti. Kadang 1 minggu atau 2 minggu di rumah. Kadang sebulan ketika belum mendapatkan kontrak lagi, itu sangat mungkin terjadi. Tapi ya kadang seminggu, sudah dipanggil kerja lagi," tambah Martha.
Martha mengaku selama ini memberikan kepercayaan penuh kepada suaminya, termasuk ketika Dwi Bagus bekerja jauh dari rumah.
"Terlepas dari itu semua, saya merasa saya itu tipe orang yang sudah apa yang kamu kerjakan di luar, aku mempercayakan itu. Aku pasrahkan penjagaan itu kepada Yang Maha Penjaga. Artinya misalkan itu mengkhianati saya, ternyata membohongi saya, itu urusanmu," terang Martha.
"Jadi saya bukan tipe mengecek HP suami. Sedikit minta pap dan lain sebagainya. Saya bukan seperti itu karena saya percaya penuh kepada beliau. Dan selama itu dia izin, pamit bekerja kemudian saat pulang mengabari," pungkasnya.
Kasus pembunuhan tersebut bermula dari hilangnya Dini dan anaknya sejak 20 September 2026. Keduanya kemudian dilaporkan hilang oleh keluarga ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026.
Dalam penyelidikan, polisi menetapkan Dwi Bagus sebagai tersangka. Dia merupakan suami siri Dini, sedangkan Martha adalah istri sah Dwi Bagus yang menikah dengannya secara resmi pada 2023.
Polisi menduga pembunuhan terhadap Dini dan anaknya dilakukan pada 20 September 2026 di dua lokasi berbeda di wilayah Madiun. Dwi Bagus kemudian ditangkap di Jombang pada 25 Oktober 2026.
Setelah penangkapan, polisi menggelar rekonstruksi di sejumlah lokasi pada 27 Oktober 2026 untuk memperjelas rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut.























































