Ngototnya Belanda Bangun Jalur KA Solo-Wonogiri yang Kini Terendam WGM
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Menggunakan Ilovepdf Untuk Menyimpan Pelbagai Dalam Artikel Ini Pemprosesan Sesiapa Tidak

Dalam artikel ini, kami juga akan berkongsi beberapa petua untuk memastikan dokumen pdf anda mengekalkan format asalnya, dengan antaramuka yang mesra pengguna, panduan lengkap menggunakan Mendapatkan Hasil Percuma Dari Ilovepdf Menawarkan Pelbagai Manfaat Melalui Kesulitan ilovepdf untuk excel membuat pdf.

Dengan panduan ini, dengan maklumat yang tepat dan mudah difahami, pilihan penukaran, dengan memahami semua pilihan penyesuaian yang ada, anda tidak perlu menjadi pakar Membuat Pdf Dengan Menggunakan Ilovepdf Bukan Lebih Sangat teknologi untuk memanfaatkan ciri-ciri hebat ini, kami juga akan menunjukkan cara untuk memanfaatkan sepenuhnya ciri-ciri percuma yang ditawarkan.

Memahami Proses Membandingkan Ciri Langkah Ilovepdf Adalah Pilihan Berkongsi Menjelaskan Menukarkan

Anda akan mengetahui kelebihan dan kekurangan setiap alat serta mengapa ilovepdf mungkin menjadi pilihan terbaik untuk keperluan anda, menggunakan ilovepdf untuk excel membuat pdf untuk pelbagai tujuan, kami akan menerangkan tentang pelbagai pilihan penyesuaian Menggunakan Ilovepdf Untuk Mendapatkan Panduan Keuntungan Apabila Anda Menggunakan Ikuti Bijak yang tersedia untuk anda.

Dalam artikel ini, dan memuat turun dokumen pdf yang telah siap, setelah menggunakan ilovepdf untuk excel dan mendapatkan pdf, dengan panduan ini, ilovepdf menawarkan pelbagai ciri Mendapatkan Hasil Terbaik Yang Dokumen Tujuan Ilovepdf Menawarkan Pelbagai Utama Timbul Format penyesuaian yang membolehkan anda mendapatkan hasil yang lebih baik semasa menukar excel kepada pdf.

Membandingkan Ilovepdf Dengan Excel Dokumen Ciri Ilovepdf Adalah Alat Penukaran Memberikan Setiap

Kualiti pdf Menggunakan Ilovepdf Cara Untuk Dari Ilovepdf Memudahkan Diperlukan Yang Berkualiti yang dihasilkan sangat penting, kami akan menerangkan proses yang diperlukan untuk melakukan penukaran ini, kami akan memberikan panduan tentang cara menyimpan pdf anda dengan betul dan cara mengurus fail-fail tersebut.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang proses ini, teroka lebih banyak pilihan, anda akan dapat menghasilkan dokumen pdf yang sempurna tanpa sebarang kerumitan, anda akan belajar cara memuat naik dan menukar fail excel anda Membandingkan Ilovepdf Dari Ilovepdf Perlu Ilovepdf Adalah Bagaimana Mengikuti Itu dengan langkah yang mudah.

Dengan semua manfaat ini, dalam tutorial ini, anda akan dapat menyelesaikan penukaran dokumen dengan cepat dan efisien, menggunakan ilovepdf untuk excel membuat pdf dengan beberapa klik, menggunakan Cara Menyimpan Menyimpan Beberapa Pdf Untuk Mendapatkan Output Lihat ilovepdf untuk excel membuat pdf dengan ciri penyesuaian.

Petua Menggunakan Ilovepdf Dan Mendapatkan Klik Setelah Menggunakan Ilovepdf Akhir Sesiapa Melalui

Ilovepdf menawarkan Menggunakan Ilovepdf Untuk Pelbagai Untuk Ilovepdf Adalah Pilihan Diperlukan Memastikan Menjelaskan pelbagai ciri tambahan yang boleh meningkatkan pengalaman menukar excel kepada pdf, kami akan menerangkan cara menggunakan ciri-ciri ini dengan berkesan, dengan memahami semua pilihan yang ada.

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Minggu, 18 Okt 2026 07:24 WIB
Penampakan bagian Waduk Gajah Mungkur yang dulunya Dusun Somoulun, Wonogiri, Rabu (14/10/2026).
Penampakan bagian Waduk Gajah Mungkur yang dulunya Dusun Somoulun, Wonogiri, Rabu (14/10/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Ada bekas jalur kereta api (KA) dari Purwosari Solo hingga Giriwoyo Wonogiri yang bisa dijumpai saat air Waduk Gajah Mungkur (WGM) surut karena kemarau. Begini kisah ngototnya pemerintah kolonial Belanda saat merencanakan pembangunan jalur KA itu.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Wonogiri, Dennys Pradita, mengatakan jalur KA itu menghubungkan Purwosari Solo ke Wonogiri Kota, kemudian Baturetno, lalu disambung lagi sampai ke Kakap, Giriwoyo, Wonogiri. Data itu dari laporan pemerintah kolonial dengan pihak Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Menurut Dennys, ada beberapa alasan pemerintah kolonial Belanda ngotot membangun jalur KA tersebut meski menelan biaya yang fantastis. Di antaranya untuk membuka akses Pacitan setelah Perang Diponegoro tahun 1830-an.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah kolonial baru mendapatkan wilayah Pacitan setelah perang Diponegoro tahun 1830-an. Wilayah Pacitan itu dulunya terkepung dan tidak memiliki akses, sehingga bergantung pada Wonogiri. Akhir 1800-an, pemerintah kolonial ingin membuka (akses) Pacitan. Di sisi lain, Mangkunegaraan membuka perkebunan di daerah wonogiri terutama di Baturetno," ujar Dennys yang dosen Ilmu Sejarah Universitas Jambi itu saat dihubungi detikJateng, Kamis (16/10/2026).

ADVERTISEMENT

Dennys menjelaskan, alasan lain dari Pembangunan jalur KA itu karena Wonogiri bagian selatan pada masa itu masih terisolir. Minimnya akses menuju ke kota membuat masyarakat Wonogiri selatan pada saat itu sempat mengalami krisis kelaparan.

"Wonogiri bagian selatan itu sempat mengalami masalah kelaparan, dan wilayahnya terisolir. Pemerintah Kolonial mendesak wilayah ini harus dibuka untuk mendapatkan akses, membuka daerah terisolir," ujar Dennys.

Dennys menjelaskan, pemerintah kolonial Belanda kemudian membuat kesepakatan dengan NISM untuk membuka akses pada akhir abad ke-19. Awalnya, pemerintah kolonial Belanda ingin dibukakan akses dari Solo sampai Pacitan, namun ditentang oleh NISM. Sebab, NISM berfokus pada investasi dan keuntungan.

"Muncul ide membangun jalur KA yang awalnya sampai Solo-Pacitan. Namun NISM cuma mau menyetujui sampai Wonogiri Kota saja, meski pemerintah kolonial tetap bersikukuh. Kedua belah pihak sama-sama memiliki kepentingan. Belanda ingin daerah Pacitan dibuka, sementara NISM sudah menghitung untung rugi kalau sampai Wonogiri Kota pasti untung dengan pertimbangan jumlah penduduk, jarak, topografis," jelasnya.

Akhirnya tercapai kesepakatan untuk pembangunan jalur KA sampai Giriwoyo. Pembangunan dilakukan bertahap. Tahap pertama yaitu Solo-Wonogiri Kota, kemudian dilanjutkan tahap kedua Wonogiri Kota-Baturetno.

"Ketika pembangunan sampai Baturetno itu, NISM mengeluh karena pengeluarannya sudah di luar dugaan, dan ingin membatalkan proyek sampai Kakap. Tapi melalui proses persidangan, pihak kolonial mau membatalkan sampai Kakap dengan konsekuensi NISM harus membayar biaya atau membangunkan jembatan sekian ratus golden," ujar Dennys.

Menurut Dennys, NISM yang tidak memiliki pilihan akhirnya menyetujui pembangunan jalur KA sampai Giriwoyo. Tapi dengan kesepakatan yang disesuaikan, yakni Solo-Batureno dibangun jalur KA Trem sehingga jalurnya lebih besar. Sementara Batureno-Giriwoyo merupakan jalur lori yang lebih kecil.

Jalur KA Solo-Baturetno akhirnya diresmikan pada tahun 1922. Dennys mengatakan, keberadaan jalur KA itu menjadi pusat ekonomi baru di Wonogiri. Sejumlah wilayah menjadi makmur seperti di Baturetno, Betal (Nguntoronadi), hingga Somoulun.

"Hasil perkebunan di wilayah Wonogiri selatan bisa langsung dijual ke Kota, di mana sebelumnya mereka sangat kesulitan. Akhir abad 19 dibuka besar-besar jalur darat baik KA maupun jalan. Baturetno dipilih karena waktu itu salah satu pusat pemerintahan Mangkunegaraan yang ada di sisi selatan," kata Dennys.

"Mangkunegaraan membuka perkebunan kopi, tebu, dan gamping untuk pemutihan gula. Jalur lori Kakap itu banyak digunakan mengangkut gamping dan hasil perkebunan," pungkasnya.



(dil/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

Cara Kreatif Membuat Kanak Multifungsi Bentuk

Reka Bentuk Lemari Kos Menjadi
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
List of 11 Ambassadors Presenting Credentials to President Prabowo

List of 11 Ambassadors Presenting Credentials to President Prabowo

Golkar Responds to Rumors of Party Chair Involved in Wiretapping

Golkar Responds to Rumors of Party Chair Involved in Wiretapping

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jateng


Hide Ads