Apel dan oatmeal sama-sama kaya serat, tetapi riset menunjukkan bahan makanan ini lebih efektif menurunkan kolesterol LDL. Konsumsinya disarankan rutin untuk mereka yang ingin menurunkan kadar kolesterol.
Makanan yang dikonsumsi sehari-hari sangat memengaruhi kadar kolesterol. Daging berlemak dan makanan tinggi lemak jenuh dapat menaikkan kolesterol, sedangkan makanan berserat dan lemak sehat membantu menurunkannya.
Oatmeal dan apel termasuk pilihan kaya serat yang kerap dianjurkan dikonsumsi demi menurunkan kadar kolesterol. Keduanya mengandung serat larut. Oat memiliki beta-glucan, sedangkan apel mengandung pektin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua serat ini bekerja serupa, yakni mengentalkan isi saluran pencernaan dan mengikat asam empedu tertentu.
Akibatnya, tubuh lebih sulit menyerap kolesterol sehingga kadar kolesterol "jahat" atau low-density lipoprotein (LDL) dapat turun.
Namun, bukti ilmiah untuk efektivitas oatmeal jauh lebih kuat. Tinjauan studi tahun 2022 pada orang dewasa dengan kolesterol tinggi menemukan beta-glucan menurunkan LDL secara signifikan.
Tinjauan lain pada 2023 menyimpulkan bahwa oat utuh memberi efek serupa. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga mengizinkan sejumlah produk oat mencantumkan klaim pada label.
Oatmel kaya serat seperti apel, dan disarankan dikonsumsi untuk bantu turunkan kolesterol jahat. Foto: Getty Images/iStockphoto/gresei |
Asupan 3 gram beta-glukan per hari, disertai pola makan rendah lemak jenuh dan kolesterol, disebut dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
Dalam uji coba tahun 2020, orang dewasa yang mengonsumsi 3 gram beta-glukan setiap hari mengalami penurunan LDL sekitar 12 persen dalam satu bulan.
Untuk memenuhi jumlah tersebut, dibutuhkan 1 hingga 2 porsi oat kering, tergantung kandungan beta-glukan pada rolled oats.
Sebaliknya, bukti untuk apel belum sekuat itu. Dua tinjauan terpisah tidak menemukan penurunan LDL yang signifikan secara keseluruhan dari konsumsi produk apel, baik buah utuh maupun ekstrak.
Sejumlah studi mencatat penurunan sekitar 4 mg/dL dibanding plasebo. Studi lain menemukan penurunan sekitar 5 mg/dL setelah konsumsi dua apel sehari selama delapan minggu. Angka ini jauh di bawah oat yang mampu menurunkan LDL hingga sekitar 10 mg/dL.
Studi lebih besar dan lebih lama masih diperlukan untuk memastikan efek konsumsi apel bagi penurunan kolesterol.
Namun, perlu digarisbawahi, meski oatmeal unggul, konsumsi apel tetap baik bagi kesehatan jantung dan pencernaan.
Keduanya bisa dipadukan, misalnya dengan menaburkan potongan apel di atas semangkuk oatmeal. Apel utuh umumnya lebih dianjurkan daripada jus apel atau produk olahannya.



























































Zalina Hashim Terkini Penerangan Baru Zalina Hashim Menunjukkan Mendatang Dimiliki
Refleksi Praktik Pembelajaran Diri Azra Content Shah Alam Jawapan Kenyataan