Perjuangan dakwah Islam penuh jalan berliku panjang. Di tengah sengitnya perebutan kekuasaan antara dua kekuatan raksasa di dunia kala itu, Rasulullah SAW mengambil langkah berani demi memperluas dakwah kepada para penguasa.
Langkah berani ini diwujudkan dengan mengirim surat ajakan memeluk Islam kepada para penguasa negara berpengaruh, termasuk pada kaisar Romawi.
Heraklius, Kaisar Romawi pada Masa Nabi Muhammad
Pada masa Nabi Muhammad SAW, Romawi dipimpin oleh Kaisar Heraklius. Saat itu, Kekaisaran Romawi bersaing sengit merebut kekuasaan dengan Kerajaan Persia di bawah pimpinan Raja Kisra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merangkum dari buku Dunia Barat dan Islam karya Sudibyo Markus, di bawah kepemimpinan Kaisar Heraklius, konflik antara Romawi dan Persia berlangsung dengan kemenangan silih berganti. Persia sempat unggul dan menguasai Mesir, Palestina, dan Yerusalem, serta merebut Salib Sejati (The True Cross) yang menjadi simbol keagungan Kristus dan kekuasaan Romawi. Namun pada akhirnya pasukan Romawi berhasil merebut kembali wilayah Mesir, Syria, Yerusalem, dan mengembalikan salib tersebut.
Di tengah konflik perebutan kekuasaan itu, Rasulullah SAW berniat mengirim surat kepada seluruh raja di wilayah tersebut, tak terkecuali kepada Raja Heraklius, kaisar dari negara adikuasa saat itu. Surat tersebut berisi ajakan untuk memeluk agama Islam dan menerima ajaran tauhid.
Meski para sahabat sempat terkejut, Rasulullah SAW tidak merasa khawatir sedikit pun akan akibat yang mungkin timbul atas kiriman surat-suratnya.
Isi Surat Rasulullah kepada Kaisar Heraklius
Surat yang dikirim Rasulullah SAW kepada Kaisar Heraklius adalah surat dakwah yang berisi ajakan untuk memeluk agama Islam dan menerima ajaran tauhid.
Rasulullah SAW mengirimkan surat kepada Kaisar Romawi Heraklius melalui seorang utusan beliau, Dihyah bin Khalifah al-Kalbi.
Menukil buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Jilid 4 karya KH Moenawar Chalil, berikut isi surat Nabi Muhammad SAW kepada Kaisar Heraklius:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُوْلِهِ إِلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ، سَلَامٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّى أَدْعُوْكَ بِدِعَايَةِ الإِسْلَامِ، أَسْلِمْ تَسْلَمْ، أَسْلِمْ يُؤْتِكَ اللَّهُ أَخْرَكَ مَرَّتَيْنِ، فَإِنْ تَوَلَّيْتَ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ إِثْمُ الْأَرِيْسِينَ. وَ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَنْ لَا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًاوَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ، فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُوْنَ .
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad hamba Allah dan pesuruh-Nya. Kepada Heraklius Pembesar Negara Rum.
Kesejahteraan semoga atas orang yang mengikut petunjuk yang benar. Sesungguhnya, aku mengajak engkau kepada Islam. Maka, masuklah engkau dalam agama Islam agar engkau selamat. Islamlah engkau, Allah akan memberi pahala kepada engkau dua kali lipat. Jika engkau berpaling, tidak mau mengikuti Islam, sesungguhnya atas engkau-lah dosa-dosa segenap rakyat.
Wahai Ahli Kitab! Marilah kepada satu kalimat yang sama antara kami dan engkau semua, yaitu janganlah kita beribadah (menyembah) melainkan kepada Allah dan janganlah kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu. Janganlah sebagian kita menjadikan sebagian yang lain beberapa Tuhan yang selain Allah. Jika kamu berpaling, katakanlah oleh kamu (hai orang-orang Islam), 'Saksikanlah oleh kamu (hai Ahli Kitab) bahwa sesungguhnya kami orang-orang Islam'." (HR Bukhari, Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi)
Tanggapan Kaisar Heraklius terhadap Surat Rasulullah
Kaisar Heraklius menanggapi ajakan Rasulullah SAW memeluk Islam melalui surat tersebut dengan penolakan yang santun. Ia dikisahkan mencari informasi terlebih dahulu mengenai sosok Nabi Muhammad SAW, pengirim surat.
Kala itu, pemimpin Quraisy, Abu Sofyan sedang dalam perjalanan berdagang dan melewati kawasan istana Kaisar Heraklius yang sedang memimpin serangan ke Persia. Meski saat itu Abu Sofyan memusuhi Rasulullah SAW, ia tidak bisa berbohong dan menjawab semua pertanyaan Kaisar Heraklius dengan jujur.
Sikap Kaisar Heraklius terlampau baik dan hormat dalam percakapan tersebut, sehingga Abu Sofyan beserta kabilahnya salah mengira bahwa sang kaisar menerima ajakan Rasulullah SAW memeluk Islam.




































































