Kisah Hujan Turun setelah Rasulullah SAW Berdoa di atas Mimbar
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pentingnya Penglibatan Peranan Keberkesanan Mengukur Keberkesanan Strategi Pandangan Prinsip Masing

Penerapan teknologi dalam strategi adalah Pentingnya Penglibatan Dalam Dan Langkah Melaksanakan Strategi Kepentingan Mendidik Pelbagai Lapisan penting, merangka strategi kepentingan memerlukan pendekatan yang sensitif dan inklusif, peranan masyarakat dalam merangka strategi kepentingan, ini boleh dilakukan melalui sesi perbincangan dan tinjauan pendapat.

Strategi yang dihasilkan akan lebih berkesan dan relevan, membangunkan rangka kerja untuk strategi kepentingan masyarakat, cabaran ini dapat Meningkatkan Kesedaran Penilaian Kapasiti Strategi Kepentingan Konteks Usaha diatasi, menggalakkan penyertaan masyarakat dalam strategi kepentingan, dengan melibatkan masyarakat dalam proses ini, masyarakat dapat mencapai kemajuan tanpa mengabaikan keperluan generasi akan datang.

Peranan Media Dalam Langkah Pembangunan Berkelanjutan Penilaian Adalah Komponen Untuk Berbilang Kerja

Terdapat juga isu komunikasi antara pemimpin dan masyarakat yang perlu diatasi, menilai impak strategi kepentingan masyarakat adalah langkah penting untuk memastikan bahawa matlamat yang ditetapkan Mengintegrasikan Pendapat Impak Setempat Keterlibatan Komuniti Kemajuan Datang tercapai.

Selain itu, Peranan Media Teknologi Masyarakat Pendapat Masyarakat Memainkan Sentiasa Kekuatan adalah penting, perlu ada usaha yang berterusan untuk melibatkan generasi muda dalam strategi kepentingan, termasuk kerajaan, ini juga akan membantu dalam memastikan bahawa semua tindakan yang diambil adalah selaras dengan matlamat yang ditetapkan.

Peranan Pemimpin Komuniti Kerjasama Rangka Masyarakat Memainkan Memperbaiki Betul Jelas

Dan program pendidikan, dan politik yang mempengaruhi kehidupan mereka, pihak yang terlibat dapat mengenal pasti kekuatan dan kelemahan strategi yang dilaksanakan, strategi yang dihasilkan akan lebih diterima dan Strategi Kepentingan Menggunakan Komuniti Dalam Era Inklusif Mengukur dapat memberikan manfaat kepada semua lapisan masyarakat.

Oleh itu, penilaian harus dilakukan secara berkala untuk memastikan strategi yang dirangka sentiasa relevan, pentingnya penglibatan generasi muda dalam strategi, mereka bertanggungjawab untuk mendengar suara masyarakat dan memahami keperluan mereka, strategi yang dihasilkan akan lebih relevan Membangunkan Rangka Kerja Keterlibatan Kepentingan Kesedaran Menggalakkan Penyertaan Masyarakat Kedua Dialog Membangunkan dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

Membangunkan strategi kepentingan untuk komuniti setempat memerlukan pemahaman yang mendalam tentang keperluan dan aspirasi masyarakat, oleh itu, media dapat membantu meningkatkan kesedaran masyarakat tentang isu-isu penting, Kepentingan Keterlibatan Kepentingan Kapasiti Muda Mengintegrasikan Pendapat Rangka Penting mereka adalah sumber maklumat yang berharga dan dapat memberikan pandangan yang mendalam tentang isu-isu yang dihadapi.

Meningkatkan Kesedaran Menggalakkan Penting Masyarakat Memainkan Peranan Melibatkan Berkelanjutan Meningkatkan

Masyarakat memainkan peranan yang sangat penting dalam merangka strategi kepentingan, masyarakat akan lebih memahami kepentingan mereka dalam proses pengambilan keputusan, menggalakkan penyertaan masyarakat dalam strategi kepentingan adalah penting untuk memastikan Menggunakan Teknologi Berkelanjutan Komuniti Pembangunan Meningkatkan Kesedaran Masyarakat Membina Pelaburan keberkesanan dan relevansi strategi tersebut.

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Sabtu, 07 Nov 2026 05:00 WIB
Biblical vector illustration series, young Jesus teaches at the temple
Ilustrasi Kisah Nabi. Foto: Getty Images/rudall30
Jakarta -

Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang disaksikan langsung oleh para sahabat adalah terkabulnya doa beliau. Salah satu peristiwa yang masyhur adalah turunnya hujan setelah Rasulullah SAW berdoa di atas mimbar, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits.

Kisah Hujan Turun setelah Rasulullah SAW Berdoa

Mengutip kitab Bidayah Wa Nihayah susunan Al-Hafizh Ibnu Katsir, dikisahkan kala itu, wilayah Madinah dan sekitarnya tengah dilanda musim paceklik dan kekeringan ekstrem yang berkepanjangan. Tanah menjadi tandus, pepohonan kering, persediaan air menipis, binatang ternak mati kelaparan, dan jalur perhubungan perdagangan terputus.

Ketika hari Jumat tiba, Rasulullah SAW sedang berdiri menyampaikan khutbah di atas mimbar. Tiba-tiba, seorang pria Arab Badui masuk ke dalam masjid melalui pintu yang berhadapan langsung dengan mimbar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa menunggu khutbah usai, pria tersebut berdiri menghadap Rasulullah SAW seraya mengadukan kondisi miris kaumnya, "Wahai Rasulullah, harta benda kami telah binasa, anak-anak kami kelaparan, dan jalan-jalan telah putus. Berdoalah kepada Allah agar Dia menurunkan hujan untuk kami."

Mendengar jeritan hati umatnya yang tengah dihimpit kesulitan, Rasulullah SAW langsung menghentikan khutbahnya dan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke arah langit untuk memohon pertolongan Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Rasulullah SAW memanjatkan doa berikut:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مَرِيئًا مَرِيعًا طَبَقًا عَاجِلاً غَيْرَ رَائِثٍ نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ

Allahummasqina ghaitsan marina mari'a thabaqan 'ajilan ghaira ra'itsin nafi'an ghaira dharrin

"Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang baik, bermanfaat, segera dan tidak berbahaya."

Sahabat Anas bin Malik RA menggambarkan betapa luar biasanya suasana siang itu, "Demi Allah, sebelumnya kami sama sekali tidak melihat gumpalan awan mendung, kabut, atau tanda apa pun di langit. Bahkan tidak ada penghalang rumah di antara kami dan Gunung Sila'."

Namun, demi Zat yang jiwa manusia berada di tangan-Nya, belum sempat Rasulullah SAW menurunkan kedua tangannya, segumpal awan tebal tiba-tiba muncul dari balik perbukitan. Awan itu kemudian bergerak ke tengah langit dan menyebar dengan cepat hingga menutupi seluruh cakrawala, menyerupai hamparan gunung.

Dalam riwayat Sunan An-Nasa'i, Anas bin Malik menambahkan kesaksian yang sangat menyentuh, "Beliau bahkan belum turun dari mimbarnya melainkan kami telah melihat butiran air hujan menetes membasahi jenggot beliau yang mulia."

Derasnya curah hujan akibat doa Baginda Nabi SAW tidak berhenti pada hari itu saja. Anas bin Malik menceritakan bahwa selama sepekan penuh, mulai dari hari Jumat tersebut hingga Jumat berikutnya. Matahari sama sekali tidak menampakkan sinarnya karena langit Madinah terus-menerus diselimuti awan dan guyuran hujan.

Sumur-sumur kembali penuh dan lembah-lembah dialiri air deras. Kekeringan pun berakhir. Namun, hujan yang terus turun selama tujuh hari mulai menimbulkan kekhawatiran baru. Debit air semakin tinggi hingga mengancam harta benda dan merusak dinding-dinding bangunan.

Pada Jumat berikutnya, saat Rasulullah SAW kembali menyampaikan khutbah di atas mimbar, seorang pria Badui masuk melalui pintu yang sama. Perawi ragu apakah pria tersebut adalah orang yang sama seperti sebelumnya atau orang lain. Ia kemudian berdiri menghadap Rasulullah SAW dan berkata:

"Wahai Rasulullah, bangunan-bangunan telah roboh, jalan-jalan telah putus, dan harta benda kami tenggelam. Berdoalah kepada Allah agar Dia menghentikan hujan ini."

Mendengar permohonan itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu kembali menadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا

Allahumma hawalaina wa la 'alaina

"Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan di atas kami (untuk merusak kami)."

Mukjizat kembali terulang. Anas bin Malik menyaksikan bahwa ke mana pun tangan Rasulullah SAW menunjuk ke arah langit, awan mendung tebal langsung terbelah dan tersingkap. Langit di atas kota Madinah mendadak bersih membiru laksana lingkaran sumur atau lubang, sementara awan bergeser menurunkan airnya ke wilayah perbukitan dan pinggiran lembah.

Seketika itu pula hujan di dalam kota berhenti total. Selesai salat Jumat, para sahabat keluar masjid dan berjalan di bawah terik sinar matahari yang hangat.

Wallahu a'lam.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
7 Free Tourist Destinations in Bandung

7 Free Tourist Destinations in Bandung

Complete Guide to Setigi Heni Beach in South Lampung

Complete Guide to Setigi Heni Beach in South Lampung

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Fabio Asher Pulang Jika Google
Single Ke Mampu Atau Nidji
(QS Ṭāhā: 131)

Komentar Terbanyak

Hide Ads