Kota Johor di Malaysia semakin diminati wisatawan Indonesia. Selain berlibur, banyak warga Indonesia datang ke wilayah itu untuk berobat atau menjalani wisata medis.
Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, mengatakan pasien asal Indonesia mendominasi wisata medis di Johor. Dari 127.000 pasien internasional yang berobat sepanjang 2025, sebanyak 79% berasal dari Indonesia.
Dikutip dari The Star, Kamis (5/11/2026), selain itu, sekitar 1,5 juta wisatawan Indonesia berkunjung ke Johor pada tahun yang sama. Menurut Sigit, angka tersebut menunjukkan kuatnya hubungan pariwisata antara Indonesia dan Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konektivitas kedua wilayah juga terus ditingkatkan. Salah satunya melalui pembukaan rute feri yang menghubungkan Puteri Harbour International Ferry Terminal di Iskandar Puteri, Johor, dengan Gold Coast Ferry Terminal di Bengkong, Batam.
Sigit menyatakan rute baru itu memberikan pilihan perjalanan tambahan bagi warga Johor maupun Batam. Wisatawan dari Johor bisa lebih mudah menuju kawasan barat Batam yang sedang berkembang, sedangkan warga Batam mendapat akses lebih praktis ke sejumlah tempat wisata di Johor.
"Bagi warga Johor yang bepergian ke Batam, rute ini memberikan pilihan lain. Begitu juga bagi wisatawan dari Batam yang datang ke Johor. Mereka akan lebih mudah mengunjungi tempat wisata seperti Johor Premium Outlets (JPO), Legoland, dan lainnya," kata Sigit saat peluncuran rute feri tersebut pada Minggu (1/11).
Ia menjelaskan angka 1,5 juta kunjungan mencakup wisatawan dari seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya Batam. Dari 11 jalur feri penumpang yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia, delapan di antaranya berada di Johor.
Rute lainnya melayani Kalimantan, Port Dickson di Negeri Sembilan, dan Melaka. Sekitar 25% wisatawan dari Johor yang bepergian ke Batam juga menggunakan feri. Baginya, penambahan rute feri dan penerbangan langsung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta menguntungkan kedua negara.
"Kami mendukung pembukaan konektivitas seperti ini karena tentu akan mendatangkan lebih banyak wisatawan. Manfaatnya bukan hanya untuk satu pihak, tetapi, insyaallah, untuk kedua belah pihak," ujarnya.
Sigit juga mendukung pembukaan penerbangan langsung dari Johor ke sejumlah kota di Indonesia, termasuk Bandung.
Sebelum pandemi COVID-19, tersedia penerbangan langsung dari Johor ke Bandung, Yogyakarta, dan Lombok. Namun, frekuensinya berkurang setelah pandemi akibat kenaikan harga bahan bakar dan kendala operasional lainnya.
Saat ini, pembahasan untuk mengaktifkan kembali rute Bandung-Johor juga tengah berlangsung.
"Semakin banyak konektivitas antara Johor Bahru dan Indonesia akan menguntungkan sektor pariwisata kedua negara. Indonesia juga menerima banyak kunjungan wisatawan mancanegara dari Malaysia," kata Sigit.


























































