Nabi Sulaiman AS dikenal dalam sejarah kenabian sebagai sosok pimpinan yang dianugerahi kekuasaan melimpah serta mukjizat luar biasa oleh Allah SWT. Selain mampu menundukkan bangsa jin dan mengomando bala tentara dari pelbagai makhluk, Putra Nabi Daud AS ini juga dikaruniai kemampuan memahami serta berbicara bahasa hewan.
Menukil buku Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman: Amalan-amalan Pelimpah Rezeki Nabi Sulaiman karya Muhammad Gufron Hidayat, limpahan harta benda Nabi Sulaiman AS yang tak tertandingi di muka bumi sama sekali tidak membuatnya sombong. Sebaliknya, kekayaan tersebut justru melipatgandakan ketakwaan dan rasa syukurnya kepada Allah SWT.
Karunia kekayaan serta mukjizat yang didapatkan Nabi Sulaiman AS tidak lepas dari doa yang dipanjatkannya. Keagungan pertolongan Allah SWT ini tercantum dalam Al-Qur'an surah An-Naml ayat 35:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
وَإِنِّى مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِم بِهَدِيَّةٍ فَنَاظِرَةٌۢ بِمَ يَرْجِعُ ٱلْمُرْسَلُونَ
Arab latin: Wa innī mursilatun ilaihim bihadiyyatin fa nāziratum bima yarji'ul-mursalụn
Artinya: "Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada meka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu."
Di balik keagungan takhtanya, terdapat kisah keteladanan yang sarat hikmah mengenai kepekaan Nabi Sulaiman AS terhadap makhluk-makhluk kecil, salah satunya sekelompok semut.
Pelajaran Tawaduk dari Ketulusan Doa Seekor Semut
Kisah menyentuh mengenai kepekaan Nabi Sulaiman AS terekam dalam buku Kisah Bapak dan Anak dalam Al-Qur'an karya Adil Musthafa Abdul Halim. Diceritakan, pada suatu ketika Nabi Sulaiman AS bersama pengikutnya keluar menuju suatu tempat untuk memohon hujan melalui salat istisqa akibat kemarau panjang.
Di tengah perjalanan, perhatian Nabi Sulaiman AS terhenti ketika melihat seekor semut kecil dalam posisi berbaring menengadahkan kaki dan tangannya ke arah langit. Semut tersebut bermunajat dengan tulus:
"Ya Allah sesungguhnya saya adalah salah satu makhluk ciptaan-Mu yang tidak bisa hidup tanpa curahan air dari-Mu. Jika Engkau tidak mencurahkan air kepada kami, kami akan binasa."
Mendengar ketulusan doa makhluk mungil tersebut, Nabi Sulaiman AS lantas menginstruksikan seluruh rombongannya untuk balik kanan dan mengurungkan niat salat istisqa.
"Sesungguhnya Allah telah mencurahkan air berkat doa makhluk lain," ujar Nabi Sulaiman AS kepada para pengikutnya. Hikmah ini menjadi bukti nyata bahwa rahmat Allah SWT mengucur deras bukan hanya lantaran kebesaran manusia, melainkan juga lewat ketulusan doa makhluk yang kerap diabaikan.
Kisah Pasukan Nabi Sulaiman dan Kawanan Semut di Lembah
Bentuk kasih sayang serta empati Nabi Sulaiman AS terhadap makhluk hidup lainnya juga dikisahkan dalam buku The Leadership of Sulaiman karya Ibnu Mas'ud. Kala itu, sang nabi tengah memimpin sebuah parade militer megah yang melibatkan gabungan barisan manusia, jin, hingga kawanan burung.
Saat pergerakan pasukan mendekati area habitat kawanan semut, pemimpinan rombongan semut yang khawatir akan keselamatan anggotanya langsung menginstruksikan untuk segera masuk ke sarang. Percakapan dan instruksi sang ratu semut tersebut rupanya dapat ditangkap oleh pendengaran Nabi Sulaiman AS.
Sontak saja, Raja yang bijaksana ini langsung menahan pergerakan pasukannya seraya berseru, "Berhentilah sejenak. Kita memberi jalan untuk makhluk yang berlindung kepada Allah Ta'ala."
Peristiwa luar biasa tersebut diabadikan langsung dalam Al-Qur'an surah An-Naml ayat 18-19:
حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ١٨
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ ١٩
Artinya: (18) hingga ketika sampai di lembah semut, ratu semut berkata, "Wahai para semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya."
(19) Dia (Sulaiman) tersenyum seraya tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dia berdoa, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."
Langkah penghentian barisan tersebut sempat memicu keheranan di kalangan prajurit karena tiada rintangan besar yang terlihat di jalur mereka. Nabi Sulaiman AS kemudian menjelaskan bahwa tepat beberapa langkah di depan mereka terdapat lembah yang dihuni jutaan semut yang sedang berlindung agar tidak terinjak oleh derap langkah pasukan.
Merasa sangat bersyukur atas kepekaan dan pemahaman yang diberikan Pencipta, Nabi Sulaiman AS kemudian memanjatkan doa:
"Wahai Tuhanku, berikanlah ilham dan taufik kepadaku agar aku dapat mensyukuri nikmat dan keutamaan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku. Berikanlah taufik kepadaku agar aku dapat melakukan kebaikan yang dapat mendekatkan aku kepada-Mu serta perbuatan yang Engkau sukai dan Engkau ridhai. Masukkanlah aku ke surga yang merupakan rumah yang indah bersama dengan hamba hamba-Mu yang saleh."
(hnh/kri)




































































