Umat Islam dianjurkan untuk senantiasa membentengi diri dengan doa serta amalan baik untuk menghadapi kehidupan yang penuh cobaan dan ancaman. Salah satu amalan yang memiliki keutamaan luar biasa dalam memohon perlindungan adalah dengan melantunkan sholawat.
Mengamalkan sholawat tidak hanya bernilai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, melainkan juga dapat sebagai benteng menghadapi ketidakadilan atau ancaman dari orang zalim.
Simak bacaan lengkap sholawat asyghil yang dapat dilantunkan untuk memohon perlindungan dari orang-orang zalim berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Sholawat Asyghil Lengkap: Arab, Latin dan Artinya
Berikut adalah bacaan sholawat asyghil lengkap dalam tulisan Arab, latin dan terjemahan bahasa Indonesia yang disadur dari buku Kumpulan Sholawat dan Pupujian karya Lukmanul Hakim.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ
بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Arab-latin: Allāhumma shalli 'alā sayyidinā muhammad, wa asyghilizh-zhālimīna bizh-zhālimīn, wa akhrijnā min bainihim sālimīn, wa 'alā ālihī wa shahbihī ajma'īn.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim agar mendapat kejahatan dari orang zalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka, dan berikanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau."
Asal-Usul Sholawat Asyghil
Mengutip buku Lentera Iman: Kumpulan Sholawat Istimewa dari Habaib dan Ulama Tanah Air oleh Rohman, Ahmad Zahroh menyebut sholawat asyghil berasal dari al-Imam Ja'far ash-Shadiq yang wafat pada 138 H. Sang ulama besar ini hidup di akhir masa Dinasti Umayyah dan awal era Abbasiyah yang penuh intrik dan konflik politik.
Sholawat asyghil muncul tatkala ahlul bayt atau keturunan Nabi Muhammad SAW mengalami persekusi oleh Bani Umayyah, terutama pada masa kepemimpinan Yazid bin Muawiyyah. Kala itu, Ja'far Ash-Shadiq membuat sholawat asyghil dan berdoa agar orang-orang zalim tersebut memerangi mereka sendiri.
Buku ini juga mengutip tesis Sierly Ulya Maulida yang berjudul KH. Ali Manshur: Biografi dan Penggagas Sholawat Badar, yang menjelaskan banyak ulama melantunkan sholawat asyghil pada zaman penjajahan Belanda. Lafal asyghil dengan jelas menunjukkan fungsi untuk membentengi diri dari luar dan dalam.
Sholawat Asyghil sebagai Doa Perlindungan
Sebagaimana asal-usulnya, sholawat asyghil bertujuan memohon perlindungan dari kezaliman. Melansir dari NU Online, sholawat asyghil memiliki makna sholawat untuk menyibukkan atau mengalihkan. Dalam bahasa Indonesia, lafal (أَشْغِل) artinya "sibuk", sehingga maksud dan tujuan sholawatnya adalah doa perlindungan dari orang zalim agar mereka saling memerangi sesamanya, sehingga perhatian mereka teralih dan tidak mencelakai orang-orang saleh.




































































