Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak ada kewajiban bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengurangi jumlah relawan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mitra SPPG hanya diberikan alternatif perhitungan kebutuhan tenaga berdasarkan jumlah penerima manfaat.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan perhitungan tersebut bertujuan membantu mitra menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan kapasitas pelayanan masing-masing dapur. Namun, biaya operasional tetap dibatasi maksimal Rp 3.000 per penerima manfaat per hari.
"Perlu kami sampaikan bahwa tidak ada kewajiban bagi dapur SPPG untuk mengurangi relawan. Kami hanya memberikan alternatif perhitungan kebutuhan relawan SPPG per hari berdasarkan jumlah penerima manfaat," kata Tysa di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan alternatif perhitungan BGN, jumlah relawan yang disarankan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani. Berikut rinciannya:
Lebih dari 3.000 penerima manfaat: 47 relawan per hari.
- 2.500-2.999 penerima manfaat: 42 relawan per hari.
- 2.000-2.499 penerima manfaat: 33 relawan per hari.
- 1.500-1.999 penerima manfaat: 24 relawan per hari.
- 1.000-1.499 penerima manfaat: 15 relawan per hari.
Tysa menegaskan angka tersebut bukan batas maksimal jumlah relawan yang boleh bekerja di dapur SPPG. Dapur tetap diperbolehkan memiliki relawan lebih banyak dari angka acuan selama biaya operasional tidak melampaui pagu yang ditetapkan.
"Bagaimana jika jumlah relawan melebihi angka alternatif kebutuhan tadi? Tidak apa-apa, asalkan biaya operasionalnya tidak melebihi pagu Rp 3.000 per penerima manfaat per hari," jelasnya.
Dia menambahkan, kebutuhan tenaga kerja pada dasarnya bergantung pada skala pelayanan. Semakin banyak penerima manfaat yang dilayani, semakin besar pula kebutuhan tenaga relawan.
BGN juga membuka opsi pengaturan tenaga kerja melalui sistem shifting atau pergiliran jadwal kerja. Dengan skema ini, mitra dapat mengatur jadwal relawan secara bergantian sesuai kebutuhan pelayanan harian.
"Sekali lagi, kami tidak pernah meminta dapur SPPG untuk mengurangi jumlah relawan. Namun, para mitra dapat mencoba alternatif pengaturan melalui sistem shifting relawan setiap harinya sesuai dengan kebutuhan dan jumlah penerima manfaat yang dilayani," pungkas Tysa.
























































