Menjelang petang, langit di atas Pantai Citepus, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, berubah pelan-pelan.
Biru pekat di sisi atas perlahan luntur menjadi ungu muda, lalu kuning, lalu jingga yang menggantung tipis di garis cakrawala pada Sabtu (3/10) lalu. Di bawahnya, Samudra Hindia bergerak tenang.
Gelombang kecil datang berlapis-lapis ke arah pantai, memantulkan sisa cahaya dalam warna biru kelabu. Di kejauhan, deretan perbukitan menggelap menjadi siluet, dengan satu cerobong tinggi yang berdiri di tepi teluk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada yang terjadi, tetapi semua orang yang datang ke sini tahu bahwa sebentar lagi matahari akan turun. Garis jingga itulah yang membuat Citepus dikenal sebagai tempat berburu senja.
Pada sore yang cerah, langit tidak turun sekaligus. Ia berpindah warna sedikit demi sedikit: pucat di bagian atas, menghangat ke arah laut, dan paling pekat tepat di atas air. Awan tipis yang tersapu angin ikut menangkap cahaya.
Sebagian berwarna lembayung di ketinggian, sebagian lagi keemasan di dekat horizon. Di garis yang memisahkan laut dan langit, siluet gelap memanjang tampak mengapung, seperti kapal yang berhenti menunggu malam.
Makin lama menatap, makin sulit menyebut satu warna sebagai warna senja. Setiap menit komposisinya bergeser, dan tidak ada dua sore di Citepus yang persis sama.
Pantai Citepus berada di Kelurahan Citepus, Kecamatan Pelabuhanratu, di tepi Teluk Palabuhanratu yang menghadap Samudra Hindia di pesisir selatan Jawa Barat.
Menurut Google, alamat pantai ini berada di Jalan Raya Cisolok, Pelabuhanratu No. 16, sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Sukabumi atau kurang lebih dua jam perjalanan darat. Pantai ini bisa dikunjungi sepanjang hari.
Tiket masuknya Rp15.000 dan parkir Rp25.000, dengan catatan tarif dapat berubah mengikuti ketentuan pemerintah daerah. Di sekitarnya tersedia penginapan, warung makan dan minuman, toko suvenir, musala, area bermain anak, pos SAR, dan lahan parkir yang luas.
Pengunjung juga bisa menyewa kuda atau papan selancar. Senja adalah waktu paling ramai. Orang berkumpul sore hari untuk memotret batu-batu karang dan menunggu matahari turun. Namun lanskap yang indah ini menyimpan peringatan.
Gelombang dan arus di Teluk Palabuhanratu kuat sehingga berenang berbahaya, dan sebagian pengelola pantai melarang pengunjung memakai pakaian hijau.
Larangan itu berakar pada kepercayaan setempat tentang Nyi Roro Kidul, sekaligus punya alasan praktis: warna hijau menyatu dengan air laut sehingga perenang yang terseret sulit terlihat.
Jadi, ketika orang menyebut senja Citepus sebagai tempat rehat, yang dimaksud adalah rehat di tepi laut yang menuntut kewaspadaan. Bagi pengunjung, senja adalah tontonan. Bagi pesisir Pelabuhan Ratu, senja adalah jam kerja yang berganti giliran.
Pelabuhan Ratu adalah kota nelayan. Tempat pelelangan ikan (TPI) paling ramai dikunjungi sekitar pukul 11.00 sampai 13.00 WIB, ketika hasil tangkapan dibongkar dan ditawar. Setiap tahun, warga pesisir menggelar Pesta Laut, upacara syukur nelayan yang dimeriahkan pertunjukan budaya.
Tidak jauh dari Citepus, ombak Cimaja menarik peselancar karena mencapai sekitar empat meter, menurut sumber yang sama. Ketika matahari turun, ritme itu bergeser. Pengunjung yang tadinya sibuk memotret mulai duduk di warung.
Lampu-lampu kecil dari kios, perahu nelayan, dan mercusuar menggantikan cahaya langit. Orang menggambarkan suasana malam di pantai ini sebagai tenang dan temaram, dibantu penerangan dari warung di tepi jalan, lampu perahu, dan mercusuar.
Artinya, senja Citepus bukan hanya urusan pemandangan. Ia ikut menggerakkan roda ekonomi kecil: pedagang makanan, penyewa kuda dan papan selancar, penjaga parkir, pengelola penginapan, serta nelayan yang lampunya mulai tampak di laut.
Senja di Pantai Citepus memang tidak pernah sama. Tetapi setiap sore ia selalu datang, dan selalu ada yang menunggunya.




























































Komentar Terbanyak
Gemini Your Ai Pictures Game Satellite Map Areas Criteria
Anti Revision Thesis Meningkatkan Yang Rancangan Pendidikan Malaysia Sistem Domain Langsung
Keberkesanan Pdf Sumber Swasta Rpm Membina Wasith Memerlukan Seimbang Dicapai Cara