Pemotor pria berjaket ojek online (ojol) yang jadi viral karena melempar batu ke ambulans di Ring Road Gamping, Sleman, telah ditangkap polisi. Pria itu disebut melempar batu usai ditegur pihak ambulans lantaran dia melaju di jalur cepat khusus mobil.
"Kami konfirmasi, terduga pelaku telah berhasil diamankan oleh petugas. Saat ini masih dilakukan pendalaman lebih lanjut," Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro saat dihubungi wartawan, Jumat (6/11/2026).
Namun, Argo belum menjelaskan secara detail mengenai penangkapan tersebut serta identitas pelaku. "Untuk informasi dan data lengkap terkait perkara tersebut akan kami sampaikan kemudian," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikejar hingga Masuk Gang
Kru ambulans Lazia Pioner LHI, Bryan Manov Qrisna Huri, menceritakan kejadian pelemparan batu oleh pemotor berjaket ojol yang dialaminya saat melintas di ring road Gamping, Sleman, Kamis (5/11/2026) malam.
Menurut Bryan, batu yang mengenai pintu kiri ambulans itu hampir terkena wajahnya dan pelaku sempat dikejar oleh korban dengan bantuan warga.
"Betul, yang merekam pelaku juga saya, kalau (lemparan batu) naik dikit lagi yang melempar wis (sudah) kena mukaku koyone (kayaknya)," terang Bryan saat dihubungi wartawan, Jumat (6/11/2026).
"Kami lalu melakukan pengejaran dengan sirene, namun pelaku berbalik arah melawan arus di jalur lambat dan masuk ke gang daerah Nogotirto. Pengejaran sempat dibantu warga namun pelaku berhasil kabur," imbuhnya.
Duduk Perkara Pelemparan
Bryan menyebut peristiwa itu terjadi saat ia bersama rekannya yang mengemudikan ambulans, hendak pulang usai bertugas, Kamis (5/11) malam. Menurutnya, aksi pelemparan batu tersebut dilakukan pemotor berjaket ojol setelah ia ditegur lantaran melaju di jalur cepat.
Bryan merekam aksi pemotor tersebut saat kabur usai melempar batu. Namun, pemotor tersebut berhasil meloloskan diri usai masuk ke sebuah gang. Bryan juga mengunggah video dan kronologi kejadian tersebut di akun Instagram pribadinya.
"Saya saat itu bersama Ambulans LHI dengan driver Mas Socha dan saya di situ sebagai paramedis (kru). Saat itu kita habis respons kecelakaan di 2 lokasi dan kita posisi mau pulang ke garasi," ungkap Bryan.
"Sampai di ring road barat kami menemui motor berjaket ojol berkendara di jalur cepat dengan membahayakan, sampai depan UNISA kita peringatkan untuk masuk ke jalur lambat karena berbahaya motor di jalur cepat," sambungnya.
Teguran itu yang diduga menjadi alasan pemotor berjaket ojol tersebut nekat melakukan aksi pelemparan batu.
"Setelah masuk jalur lambat ojol tersebut mengambil batu dan mengejar ambulans lalu melemparkan batu yang mengenai pintu depan kiri ambulans. Untung batu tidak mengenai kru ambulans yang bertugas," terang Bryan.
Usai kejadian, Bryan juga telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Gamping.
"Semalam kita sudah membuat laporan kepolisian ke Polsek Gamping, dan tim Reskrim Polsek Gamping saat ini melakukan penelusuran terkait keberadaan terduga pelaku," ujarnya.
Penjelasan Polresta Sleman
Saat dimintai konfirmasi, Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro membenarkan adanya kabar tersebut. Menurutnya, pelemparan batu ke mobil ambulans milik Yayasan Lazia Pioner LHI ini terjadi di Jalan Siliwangi, tepatnya di depan Kampus UNISA, Nogotirto, Gamping, Sleman, pukul 19.58 WIB, Kamis (5/11) malam.
"Peristiwa bermula saat mobil ambulans selesai mengantarkan pasien ke RSA UGM dan dalam perjalanan kembali menuju garasi tanpa membawa pasien," kata Argo saat dihubungi wartawan, Kamis (5/11) malam.
"Di tengah perjalanan, seorang pengendara sepeda motor laki-laki yang diduga mengenakan jaket ojek online sempat mengejar ambulans dan diduga melemparkan benda ke arah kendaraan tersebut," sambungnya.
Akibat kejadian itu, pintu depan sebelah kiri mobil ambulans jenis Suzuki APV mengalami penyok dengan perkiraan kerugian materiil sebesar Rp 600.000. Polsek Gamping kemudian memburu pemotor tersebut atas dugaan tindak pidana perusakan.

































































