Eropa belum sempat bernapas lega. Sehari setelah Kamis yang kacau, Jumat pagi (6/11) ancaman bom kembali datang.
Ancaman bom kali ini menyasar penerbangan dari dan menuju Bandara Václav Havel di Praha. Salah satu pesawat yang diancam bahkan sudah sempat terbang dan mendarat di Belanda.
"Hari ini kembali muncul ancaman mengenai pemasangan bahan peledak di sejumlah pesawat yang tiba maupun berangkat dari Bandara Praha," tulis kepolisian nasional Ceko di platform X.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi bekerja sama dengan pihak Bandara Praha dan telah mengambil langkah-langkah keamanan yang diperlukan dengan dampak minimal terhadap operasional normal bandara.
"Kami akan terus menangani masalah ini," ujarnya.
Polisi Ceko menyelidiki ancaman terhadap sembilan pesawat, yaitu empat yang baru tiba dan lima yang akan berangkat.
Juru bicara bandara, Denisa Hejtmánková, mengatakan kepada CNN Prima News bahwa kesembilan pesawat itu ditahan di darat dan diperiksa sepanjang pagi. Pesawat yang tiba berasal dari Denmark, Spanyol, dan Inggris, sementara pesawat yang berangkat menuju Belanda, Siprus, Rumania, Italia, dan Inggris. Pihak bandara memastikan operasional penerbangan tidak terganggu.
Salah satu sasarannya adalah KLM KL1352 rute Praha-Amsterdam. Ancaman itu baru diketahui ketika pesawat sudah mengudara.
"Kami dapat mengonfirmasi bahwa kami menerima ancaman bom lainnya pagi ini. Ancaman tersebut ditujukan pada penerbangan KL1352 dari Praha menuju Amsterdam," ujar juru bicara KLM kepada NL Times.
Pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Schiphol pada pukul 10.25 waktu setempat. Para penumpang dan awak pesawat kemudian dikawal turun dari pesawat oleh polisi militer Belanda. Penanganan insiden selanjutnya dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Pesawat itu sebenarnya terlambat berangkat 45 menit, tapi tiba 15 menit lebih cepat dari jadwal.
"KLM selalu menanggapi setiap ancaman bom dengan serius. Keselamatan penumpang dan awak pesawat adalah prioritas kami," tambah juru bicara itu.
Praha bukan satu-satunya sasaran hari itu. Kantor Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menyebut empat ancaman bom baru menyasar pesawat yang melintas di wilayah udara Prancis.
Keempat pesawat itu mendarat dengan selamat di Bandara Orly, Paris. Di Hongaria, menurut Menteri Pertahanan Romulusz Ruszin-Szendi, jet tempur mengawal tiga pesawat penumpang secara terpisah dalam satu jam, masing-masing setelah menerima ancaman bom. Penerbangannya dari Brussel ke Sofia, dan dari Praha ke Siprus serta Rumania.
Polisi Kopenhagen juga kembali turun ke bandara untuk hari kedua berturut-turut karena ancaman terhadap lalu lintas udara.
Ancaman kali ini juga mulai merambah media. Di Dublin, staf kantor pusat penyiar RTÉ dievakuasi setelah stasiun itu menerima ancaman bom. Redaksi media di Irlandia dan Bulgaria menerima email ancaman dari seseorang yang menyebut dirinya "Mikhail Andropov" dan mengaku bertanggung jawab atas gelombang ancaman hoaks yang mengganggu penerbangan di seluruh Eropa.
Pemerintah Irlandia menyebut ancaman ke media nasional itu bagian dari kampanye gangguan terkoordinasi terhadap penerbangan Eropa.


























































