Thailand berencana menambah daftar negara yang mendapat fasilitas bebas visa. Kali ini, Pemerintah Thailand mengusulkan empat negara yakni Meksiko, Kolombia, Uzbekistan, dan Belarus.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Thailand untuk mengejar target pendapatan pariwisata minimal 4 triliun baht atau kira-kira Rp 2.152 triliun.
Mengutip Thaiger, Sabtu (7/11/2026) Juru Bicara Pemerintah Thailand, Lalida Persvivatana, mengumumkan rencana itu pada Sabtu (31/10). Pengumuman itu disampaikan setelah rapat Komite Kebijakan Pariwisata Nasional yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Suphajee Suthumpun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) akan mengajukan usulan bebas visa bagi keempat negara tersebut kepada komite terkait pada 9 November. Namun, rencana itu belum mendapat persetujuan dan belum berlaku.
Sebelumnya, usulan serupa hanya mencakup Meksiko, Kolombia, dan Uzbekistan. Kini, Belarus turut masuk dalam daftar negara yang dipertimbangkan.
Selain memperluas akses masuk wisatawan, Pemerintah Thailand juga berupaya mempercepat proses pengajuan e-Visa. Juga turut membahas langkah untuk mengurangi waktu antrean pemeriksaan imigrasi di Bandara Suvarnabhumi agar kedatangan wisatawan lebih lancar.
Rencana tersebut masuk dalam draf Rencana Pembangunan Pariwisata Nasional Keempat untuk periode 2028-2032. Melalui strategi tersebut, Thailand ingin meningkatkan pendapatan pariwisata, memperbaiki standar pelayanan, dan masuk dalam 30 besar negara di Indeks Pengembangan Perjalanan dan Pariwisata (Travel & Tourism Development Index).
Thailand juga ingin menarik lebih banyak wisatawan berdaya beli tinggi, dengan manfaat ekonomi pariwisatanya tidak hanya dinikmati perusahaan besar saja. Tetapi juga pelaku usaha kecil dan masyarakat lokal.
Wisata kapal pesiar dan yacht menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan. TAT diminta menyusun rencana pengembangan terminal kapal pesiar dan marina yacht.
Pemerintah Thailand juga ingin memanfaatkan perhatian internasional setelah Thailand menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2026. Salah satu upayanya adalah mempromosikan perjalanan dari Bangkok ke destinasi di sekitarnya, termasuk Ayutthaya.
Untuk pasar wisata jarak dekat, promosi akan difokuskan ke Taiwan, Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan Singapura. Sementara itu, pasar jarak jauh akan digarap melalui penyelenggaraan acara internasional serta kerja sama dengan agen perjalanan dan maskapai penerbangan.
Thailand juga mengusulkan kalender wisata dalam berbagai bahasa untuk setiap provinsi. Kalender tersebut akan memuat jadwal festival, atraksi, dan kegiatan masyarakat agar wisatawan lebih mudah merencanakan perjalanan.
Selain itu, wisata pertanian, khususnya tur kebun buah musiman di Thailand timur, akan dipromosikan untuk menambah pendapatan petani dan pelaku usaha lokal.
(upd/wsw)


























































