Tim Layanan Kesehatan Mata RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) CAREs mengungkapkan tantangan besar dalam layanan transplantasi kornea di tanah air.
Di tengah lonjakan jumlah pasien yang terdaftar dalam daftar tunggu, ketersediaan jaringan donor yang masih sangat terbatas membuat waktu tunggu pasien untuk mendapatkan tindakan operasi bisa memakan waktu hingga lebih dari satu tahun.
Hal tersebut sejalan dengan membludaknya permintaan donor kornea mata di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data nasional, perkiraan kebutuhan donor kornea mata dari total penduduk mencapai 200 ribu hingga 900 ribu orang. Sementara itu, ketersediaan donor masih sangat terbatas.
Berdasarkan data operasional Bank Mata RSCM, tercatat ada lebih dari 400 pasien yang saat ini mengantre untuk mendapatkan donor kornea.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar di antaranya bahkan telah menunggu selama lebih dari satu tahun akibat minimnya ketersediaan organ donor lokal.
"400+ pasien menunggu kornea di RSCM, per 9 Oktober 2026. Lebih dari separuh sudah menunggu lebih dari satu tahun," demikian data resmi yang dirilis dalam paparan unit Bank Mata RSCM pada kegiatan Peluncuran RSCM CAREs di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Kepala Bank Mata RSCM, dr Rina La Distia Nora mengatakan, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah berhasil menangani dan mengoperasi lebih dari 100 pasien dalam dua tahun terakhir.
"Kita sudah bisa mengoperasi lebih dari 100 pasien. Daftar tungguan sekarang dari 400, tapi bukan karena kita tidak menyesuaikan 300, karena terus ada dan pasien makin aware bisa mendaftar kornea," ujarnya ketika ditemui wartawan di RSCM Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, kendala utama saat ini bukan terletak pada kesiapan tenaga medis maupun kecanggihan fasilitas teknologi, melainkan pada ketersediaan pendonor itu sendiri.
Akibat minimnya pasokan lokal, layanan kesehatan masih harus menempuh jalur impor dengan biaya pengadaan yang jauh lebih besar, mencapai 3 hingga 5 kali lipat dibandingkan kornea dari pendonor dalam negeri.
Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, dr Renan Sukmawan, ST, SpJP (K), PhD, MARS menegaskan, penyediaan organ masih menjadi beban berat dalam proses transplantasi kornea.
"Tentu masalah yang tadi disampaikan, penyediaan organ itu, misalnya apakah dari mana? Ada juga misalnya impor. Kalau yang misalnya belum dapat dari luar, itu masih menjadi beban. Menjadi beban yang berat," ujarnya.
Simak Video "Video: Cicip Daun Stevia Langsung dari Kebun, Ternyata Begini Rasanya"
[Gambas:Video 20detik](aur/up)

























































