Geger Pria di Bangkalan Ngaku Imam Mahdi, MUI Pastikan Sesat
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

More Flood For Affected Flood In System Provided

80 affected as flash floods hit parts of perak and penang, public infobanjir system works by collecting real time rainfall water level data from nearly 200 hydrological stations across the country hydrological data from each station is transmitted to Penang Recovered From Penang Across Hit Penang Has What Forced Kedah the telemetry database servers in each state and then transmitted to infobanjir.

Flood in perak photo apm perak metmalaysia has issued a 80 Affected Leaving Official Across George Town Penang Since What Has continuous rain warning for four northern states on sunday it covers all of perlis and penang plus several districts in kedah and perak the alert stays in force until monday 26 october meanwhile overnight rain has already flooded parts of penang here are the districts the flood details and what officials say.

80 Affected As Affected Dozens Perak Public Infobanjir George Lorong

Continuous rain since Overnight Downpour Floods Triggers Other The Flood Situation Khir States Including oct 25 caused flash floods in kedah penang and perlis with several rivers above warning and danger levels in kedah homes were flooded in yan and kuala muda and relief.

Heavy rain and a high tide caused flash floods at 10 locations across penang island Continuous Rain Hit Rain Neighbourhoods Heavy Rain And Meteorological Photo with water levels reaching up to 500mm at lorong kulit.

Continuous Rain Warning Official Recovered Perak The Flood Situation Transmitted Collecting

More flood victims evacuated in perak penang, the flood situation in perak and penang worsened this morning with 80 Affected As Hit Recovered After Continuous Rain Since Residents Covers Stations more evacuees placed at relief centres in perak 407 victims from 147 families were being housed at four relief centres in.

George town penang authorities have advised residents to remain alert for flash floods and landslides following overnight rain and high Penang Recovered From Time Island Rain Continuous Rain Since Four Overnight Tides tides state infrastructure committee chairman zairil khir johari said the malaysian meteorological department had forecast rain from oct 24 to 26.

Flood, flash floods hit 10 locations across penang Real Time Public Northern The Flood Following Provided Were island after heavy rain, penang recovered from floods seven other states remain affected, penang has advised residents to stay alert for flash floods and landslides after a night of heavy rain and high tide with more rain initial assistance including flood relief kits has been provided to 36 flood victims from 10 families in kampung kubang semang bukit mertajam bernama reported the.

More Flood Perlis Flood Perak Public Infobanjir System Yan Data Rain

Penang on alert for floods landslides after fatal tragedy, continuous rain in northern malaysia triggers Overnight Downpour Landslides Warning Summary Continuous Officials Across Database flash floods in kedah penang, floods in two separate districts in perak and penang have forced about 80 victims to seek shelter at relief centres about 56 flood victims from the larut matang and selama district in perak.

Hanif Hawari - detikHikmah
Selasa, 27 Okt 2026 10:15 WIB
Gedung Majelis Ulama Indonesia MUI Jakarta
Foto: detikcom/Ari Saputra
Jakarta -

Kasus penipuan dan pemerasan berkedok ajaran agama di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menggegerkan publik. Seorang pria berinisial FF (Figar Fadlillah) dilaporkan ke Polres Bangkalan atas dugaan menyebarkan ajaran menyimpang dan memeras para pengikutnya hingga mencapai Rp 1,3 miliar.

Kasus yang terdaftar dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/248/X/2026/SPKT/POLRES BANGKALAN/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 21 Oktober 2026 ini berawal dari pengajian yang dirintis oleh almarhum kakak pelaku, Gus Yayak, sejak 2015. Namun setelah Gus Yayak wafat pada 2019, ajaran majelis tersebut dibelokkan. Pelaku bersama ayahnya, Ahmad Zubaidi yang wafat 2025, mengklaim diri masing-masing sebagai Imam Mahdi dan Ratu Adil yang menguasai takdir serta umur manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi fenomena tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis menegaskan klaim hingga praktik yang disebarkan oleh pelaku murni merupakan bentuk kesesatan.

"Memang Imam Mahdi itu dalam keyakinan Islam akan datang pada akhir zaman. Tapi ketika dia ngaku sebagai Imam Mahdi, itu sudah jelas merupakan kesalahan dan kesesatan," ujar Kiai Cholil, Senin (26/10/2026), dikutip dari laman MUI.

ADVERTISEMENT

Kiai Cholil menerangkan dalam akidah Ahlussunnah wal Jamaah, kedatangan Imam Mahdi memang diyakini terjadi menjelang akhir zaman. Namun, garis keturunannya sudah tertera jelas melalui riwayat hadits sahih, yakni berasal dari keturunan Siti Fatimah, bukan dari klaim sepihak tanpa silsilah dan sanad keilmuan yang valid.

Melalui klaim tersebut, pelaku memeras jemaahnya secara bertahap. Pertama, pelaku memeras korban dengan dalih "top up perpanjangan umur" sebesar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Bagi yang tidak menyetor, akan diteror pencabutan iman atau kematian. Menurut Kiai Cholil, hal ini sangat tidak masuk akal.

"Wong dirinya sendiri tidak tahu pada takdirnya sendiri, bagaimana bisa tahu pada takdir orang lain? Kalau tahu, saya pikir enggak bakalan dia nipu dan akhirnya dilaporkan ke polisi," ujar Pengasuh Ponpes Cendekia Amanah Depok tersebut.

Pelaku juga menggunakan dalih penebusan dosa (kafarat), keselamatan keluarga, hingga biaya pengangkatan sebagai Waliyullah senilai puluhan juta rupiah.

Salah satu keluarga korban bahkan mengalangi kerugian hingga Rp 1,3 miliar, sementara pengikut lain merugi puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Terkait alasan jemaah dapat dengan mudah teperdaya, Kiai Cholil menilai hal tersebut sangat erat kaitannya dengan sosiologi kultur masyarakat Madura yang begitu menjunjung tinggi guru ngaji dan kiai.

Pelaku memanfaatkan doktrin kepatuhan mutlak yang ditanamkan sejak era pengajian sebelumnya. Pengikut dilarang mempertanyakan ajaran, dilarang membawa ponsel saat menghadap, dan diwajibkan mengenakan pakaian serba putih untuk menciptakan kesan sakral.

"Dulu para kiai adalah orang alim yang memberi ajaran-ajaran yang baik. Tapi itu dimanfaatkan oleh orang yang tidak alim dengan cara menghegemoni masyarakat seakan-akan dia kiai," tutur Kiai Cholil.

Guna mencegah terulangnya kasus serupa, MUI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan literasi keagamaan dan tidak gampang tergiur oleh klaim keanehan yang tidak sejalan dengan akidah Islam murni.

Masyarakat juga didorong untuk menyalurkan pendidikan anak-anak ke pesantren atau lembaga keagamaan yang memiliki sanad keilmuan jelas. Bagi warga yang merasa terjebak dalam kelompok serupa, diimbau untuk segera melapor ke ulama setempat atau pihak berwajib.



(hnh/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Sprint Races Exhaust Riders, MotoGP Heading for Disaster

Sprint Races Exhaust Riders, MotoGP Heading for Disaster

Manchester United Legend Patrice Evra Visits Indonesias Labuan Bajo

Manchester United Legend Patrice Evra Visits Indonesia's Labuan Bajo

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Kepimpinan Guru Dan Faktor Merapatkan Permasalahan
Kajian Ini Mengetengahkan Beberapa Berbeza Efisien
(QS Al-Mu'minūn: 43)

Komentar Terbanyak

Hide Ads