Surah Al-Hasyr termasuk golongan surah Madaniyah ke-59 yang terdiri dari 24 ayat. Empat ayat terakhirnya memiliki keistimewaan.
Mengutip buku Mukjizat Al-Qur'an karya Miftahul Asror Malik, nama Al-Hasyr berarti "pengusiran". Nama ini merujuk pada peristiwa terusirnya Bani Nadhir yang berkhianat di Madinah. Lantas, apa kandungan surah Al-Hasyr ayat 21-24?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Surah Al-Hasyr Ayat 21-24
لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ ٢١
Arab-latin: Lau anzalnā hāżal-qur'āna 'alā jabalil lara'aitahū khāsyi'am mutaṣaddi'am min khasy-yatillāh(i), wa tilkal-amṡālu naḍribuhā lin-nāsi la'allahum yatafakkarūn(a).
Artinya: "Seandainya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah karena takut kepada Allah. Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir." (QS Al-Hasyr: 21)
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ ٢٢
Arab-latin: Huwallāhul-lażī lā ilāha illā huw(a), 'ālimul-gaibi wasy-syahādah(ti), huwar-raḥmānur-raḥīm(u).
Artinya: "Dialah Allah Yang tidak ada tuhan selain Dia. (Dialah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." (QS Al-Hasyr: 22)
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ ٢٣
Arab-latin: Huwallāhul-lażī lā ilāha illā huw(a), al-malikul-quddūsus-salāmul-mu'minul-muhaiminul-'azīzul-jabbārul-mutakabbir(u), subḥānallāhi 'ammā yusyrikūn(a).
Artinya: "Dialah Allah Yang tidak ada tuhan selain Dia. Dia (adalah) Maha Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Damai, Yang Maha Mengaruniakan keamanan, Maha Mengawasi, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, dan Yang Memiliki segala keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (QS Al-Hasyr: 23)
هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ࣖ ٢٤
Arab-latin: Huwallāhul-khāliqul-bāri'ul-muṣawwiru lahul-asmā'ul-ḥusnā, yusabbiḥu lahū mā fis-samāwāti wal-arḍ(i), wa huwal-'azīzul-ḥakīm(u).
Artinya: "Dialah Allah Yang Maha Pencipta, Yang Mewujudkan dari tiada, dan Yang Membentuk rupa. Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi senantiasa bertasbih kepada-Nya. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS Al-Hasyr: 24)
Kandungan dan Tafsir Surah Al-Hasyr Ayat 21-24
Surah Al-Hasyr ayat 21-24 mengandung keutamaan bertasbih, keagungan martabat Al-Qur'an, serta nama-nama agung milik Allah SWT yang disebut Asmaul Husna.
Adapun tafsirnya mengutip dari Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama (Kemenag RI), yaitu:
Perumpamaan Dahsyat: Tunduknya Gunung di Hadapan Kalam Ilahi
Pada ayat ke-21, Allah SWT mengibaratkan bobot Al-Qur'an dengan metafora alam yang teramat dahsyat. Metafora ini membandingkan manusia yang berfisik kecil dan lemah dengan gunung yang tinggi, kokoh, serta keras. Seandainya gunung dianugerahi nalar dan rasa, ia akan hancur lebur bersujud karena takut kepada Allah saat menerima firman-Nya.
Ini menjadi teguran mendalam bagi manusia, jika batu karang yang membisu saja bisa luluh oleh wahyu Ilahi, mengapa hati manusia yang dianugerahi akal justru kerap membatu dan enggan tersentuh oleh nasihat-Nya?
Kemuliaan Asmaul Husna dan Ketauhidan Hakiki
Setelah menggugah kesadaran hati melalui perumpamaan gunung, ayat 22 sampai 24 menjelaskan keagungan Sang Pencipta lewat deretan Asmaul Husna. Dengan membaca ayat-ayat ini diharapkan melahirkan keikhlasan hati, ketundukan, serta kekhusyukan jiwa dalam berdoa agar diterima oleh Allah SWT.
Sebagaimana ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA:
إِنَّ لِلّٰهِ تِسْعًا وَتِسْعِيْنَ اِسْمًا، مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menghafal, menghayati, dan meresapinya, niscaya akan masuk surga." (HR Bukhari dan Muslim)
Fadhilah Surah Al-Hasyr Ayat 21-24
Mengutip buku Amal Fadhilah Harian karya Badiuzzaman Tiro, terdapat beberapa fadhilah dari empat ayat terakhir surah Al-Hasyr, yaitu:
- Obat segala penyakit kecuali kematian
- Benteng dari gangguan jin
- Menghapuskan kesalahan yang dilakukan
- Tercatat sebagai orang yang mati syahid
- Dilindungi oleh 70.000 malaikat penjaga
- Menjadi wasilah mudahnya terkabul doa




































































