Seorang nenek inisial T (70) ditemukan meninggal dunia di bawah pohon melinjo di Pencitrejo, Terong, Dlingo, Bantul, dengan kondisi kepala terluka. Polisi menyebut nenek itu jatuh dari pohon melinjo dengan ketinggian sekitar 20 meter ketika sedang memetik kelapa.
"Seorang perempuan lansia ditemukan meninggal dunia di bawah pohon melinjo. Diduga lansia itu jatuh dari pohon melinjo," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, saat dihubungi wartawan, Senin (26/10/2026).
Rita menjelaskan, jasad korban ditemukan saksi berinisial R (66), warga Pencitrejo, sekitar pukul 10.00 WIB tadi. Saat itu saksi kebetulan hendak mengambil cangkul di dekat lahan milik T. Setiba di lokasi, R mendapati T sudah tergeletak di bawah pohon melinjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dicek saksi, ternyata T sudah meninggal dunia," ucapnya.
R kemudian meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang sedang gotong royong saat itu langsung mendatangi lokasi dan juga melapor ke ke Polsek Dlingo.
Selanjutnya, petugas Polsek Dlingo dan petugas medis dari Puskesmas Dlingo I mendatangi lokasi kejadian. Petugas medis kemudian melakukan pemeriksaan terhadap T.
"Dari hasil pemeriksaan di lokasi, T diduga terjatuh dari ketinggian sekitar 20 meter. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya patahan ranting pohon melinjo, buah kelapa yang telah dipetik, serta luka pada bagian kepala T," ujar Rita.
Rita menjelaskan, T diduga memanjat pohon melinjo itu untuk memetik kelapa di dekatnya. Menurut keterangan warga sekitar, T memang biasa memanjat pohon atau memetik buah.
"Setelah pemeriksaan oleh petugas selesai dilakukan, jenazah T diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan," kata Rita.
Berkaca dari kejadian tersebut, Rita meminta agar masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas berisiko, terutama ketika memanjat pohon untuk memetik buah.
"Warga juga diharap mempertimbangkan kondisi pohon, ketinggian, serta kemampuan fisik sebelum melakukan aktivitas tersebut guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa," pungkasnya.

































































