Rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, memulai tur konser bertajuk Free Palestine di Dublin, Irlandia, pada Senin (26/10/2026). Tur tersebut digelar setelah dirinya dicoret dari rangkaian konser peny anyi Inggris Ed Sheeran akibat pernyataan dukungannya terhadap Palestina.
Dikabarkan BBC, Selasa (27/10/2026) konser pembuka yang berlangsung di 3Arena itu disambut antusias oleh sekitar 13.000 penonton. Tiket pertunjukan terjual habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Macklemore, yang memiliki nama asli Benjamin Haggerty ini sebelumnya mengumumkan tur tersebut pada September 2026. Ia berencana mengajak sejumlah musisi yang juga menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina untuk tampil bersama dalam rangkaian konsernya.
Free Palestine akan disalurkan kepada organisasi yang mendukung rakyat Palestina, termasuk melalui bantuan kemanusiaan dan medis.
Macklemore Tampil Bersama Hozier dan Kneecap
Konser di Dublin menghadirkan sejumlah musisi sebagai tamu, di antaranya penyanyi Hozier, grup rap Kneecap, dan grup musik folk Beoga. Musisi Palestina Lina Makhoul serta DJ Palestina-Amerika Habibeats juga turut meramaikan pertunjukan tersebut.
Kehadiran para musisi itu memperkuat pesan solidaritas yang menjadi tema utama tur Macklemore.
Antusiasme penonton terlihat sejak beberapa jam sebelum pintu arena dibuka. Sejumlah pengunjung datang mengenakan kaos bertema Palestina, keffiyeh, serta membawa bendera Palestina dan Irlandia.
Bagi para penonton, pertunjukan Macklemore bukan sekadar konser musik, melainkan juga kesempatan untuk menyuarakan kepedulian terhadap situasi kemanusiaan di Palestina.
Awal Kontroversi Macklemore dan Ed Sheeran
Perselisihan yang melibatkan Macklemore dan Ed Sheeran bermula ketika Macklemore tampil sebagai musisi pembuka dalam rangkaian tur Loop Tour milik Sheeran di Amerika Serikat.
Pada konser di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026, Macklemore menyerukan "Free Palestine" atau "Bebaskan Palestina" dari atas panggung. Ia juga menyampaikan dukungan kepada warga Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Dalam penampilannya, Macklemore membawakan lagu protes berjudul Hind's Hall. Lagu tersebut terinspirasi dari aksi demonstrasi mahasiswa pro-Palestina di Universitas Columbia, Amerika Serikat, pada 2024.
Pernyataan dan penampilannya menuai kritik dari sejumlah kelompok yang menganggap hal tersebut bermasalah, termasuk terkait tuduhan antisemitisme. Macklemore membantah tuduhan bahwa dirinya antisemit dan menegaskan dukungannya terhadap hak-hak rakyat Palestina.
Pada 14 September 2026, promotor tur Ed Sheeran, Messina Touring Group, mengumumkan bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam sisa jadwal konser di Amerika Serikat.
Promotor menyatakan keputusan itu diambil setelah sejumlah tempat penyelenggaraan konser menyampaikan bahwa mereka tidak akan mengizinkan pertunjukan berlangsung jika Macklemore tetap masuk dalam daftar penampil. Menurut promotor, mempertahankan susunan penampil tersebut berisiko menyebabkan pembatalan konser yang berdampak kepada ratusan ribu penggemar.
Ed Sheeran kemudian menjelaskan bahwa keputusan untuk mencoret Macklemore bukan berasal darinya secara langsung, melainkan dari promotor konser.
Dalam pernyataannya saat tampil di Philadelphia, Sheeran mengakui adanya kesalahan dalam menangani dampak kontroversi tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemarnya.
Ia juga menyinggung situasi di Gaza sebagai persoalan kemanusiaan. Sheeran menyebut serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai peristiwa mengerikan, sementara kondisi di Gaza ia gambarkan sebagai sesuatu yang tidak dapat dibenarkan dan tidak proporsional.
Kontroversi tersebut turut berdampak pada penampil lain yang dijadwalkan mengisi rangkaian tur Loop Tour. Sejumlah musisi, termasuk Finneas, Lukas Graham, Beoga, dan Aaron Rowe, mengundurkan diri dari jadwal penampilan mereka.
Macklemore menilai peristiwa yang dialaminya bukan sekadar persoalan antara dua musisi, melainkan menyangkut pengaruh pemilik modal terhadap suara yang dapat disampaikan di ruang publik.
Tur Macklemore dijadwalkan berlanjut ke Accor Arena di Paris pada 29 Oktober dan OVO Arena Wembley di London pada 30 Oktober 2026. Ia juga menyatakan rencana untuk menambahkan jadwal konser di Amerika Serikat.
Macklemore menegaskan bahwa seluruh hasil tur akan diberikan kepada organisasi yang mendukung rakyat Palestina.




































































