Indonesia menjadi negara asing pertama yang memiliki properti di Makkah lewat Danantara yang resmi membeli hotel 1.461 kamar dengan lokasi strategis.
Sejarah itu tercipta ketika Pemerintah Indonesia lewat Danantara mengakuisisi aset properti senilai 2 miliar riyal Saudi atau sekitar Rp9,5 triliun di kawasan Thakher Mekkah.
Melansir laporan Arab News, Thakher Development, pengembang utama Thakher Mekkah, telah menyerahkan dokumen kepemilikan hotel kepada Danantara. Penyerahan tersebut menandai rampungnya transaksi pembelian Hotel Novotel Thakher Mekkah yang memiliki 1.461 kamar, beserta 14 kavling pengembangan di sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novotel Thakher Mekkah merupakan hotel bintang 4 modern di Distrik Al Andalus, Thakher Makkah, Arab Saudi. Hotel ini dilengkapi fasilitas restoran, pusat kebugaran, dan gedung pertemuan. Jaraknya hanya sekitar 2,5 km ke Masjidil Haram.
Investasi ini merupakan bagian dari ekosistem haji dan umrah (Kompleks Bait Jemaah) yang ditujukan untuk menyediakan akomodasi dan layanan pendukung bagi jemaah haji dan umrah. Kawasan ini juga akan dikembangkan menjadi kawasan perhotelan, ritel, dan fasilitas pendukung lainnya.
Indonesia pun berhasil menjadi negara asing pertama yang memiliki aset properti di Mekkah setelah berlakunya Undang-Undang Kepemilikan Real Estat oleh Non-Saudi pada Januari lalu.
Kebijakan tersebut membuka peluang bagi investor asing untuk memiliki properti di Arab Saudi sekaligus mendukung target Arab Saudi dalam meningkatkan kapasitas layanan bagi jemaah umrah.
Arab Saudi menargetkan dapat menerima hingga 30 juta jemaah umrah setiap tahun pada 2030. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan jumlah jemaah umrah yang tercatat mencapai 8,5 juta orang pada 2019.
CEO Thakher Development, Faisal Shaker, menyebut transaksi ini sebagai momen bersejarah bagi pengembangan Thakher Mekkah sekaligus cerminan meningkatnya kepercayaan investor internasional.
"Ini merupakan momen bersejarah bagi Thakher Makkah. Kehadiran negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki properti di kawasan kami mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah, sekaligus terhadap langkah Kerajaan Arab Saudi membuka Makkah bagi mitra jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama untuk melayani para tamu Allah," ucap Faisal.
Bagi Indonesia, kepemilikan properti di Mekkah ini dapat mengurangi ketergantungan penyewaan akomodasi musiman dan menyediakan fasilitas penginapan khusus bagi jemaah haji.
Kehadiran hotel milik Indonesia di kawasan Thakher Mekkah diharapkan dapat memperkuat ketersediaan akomodasi bagi jemaah, terutama selama musim haji. Hotel tersebut nantinya mampu menampung sekitar 4.400 jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji.
Kepemilikan aset ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk membangun strategi investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi, seiring besarnya kebutuhan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah dari Tanah Air.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut transaksi tersebut sebagai langkah konkret untuk membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi.
"Langkah ini merupakan langkah konkret dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi. Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya," ujar Rosan.
---------
Artikel telah tayang di CNBC Indonesia.



























































