Hong Kong menggelar perayaan Halloween selama tiga akhir pekan berturut-turut. Selain bertambah ramai dan kostumnya unik-unik, dampaknya pun begitu terasa di sisi ekonomi.
Puluhan ribu orang memadati kawasan hiburan Lan Kwai Fong dengan mengenakan beragam kostum, mulai dari zombie, pendeta Tao, hingga sosok yang menyerupai Donald Trump.
Perayaan yang berlangsung sepanjang Oktober itu menjadi bagian dari upaya Hong Kong untuk menarik wisatawan dan meningkatkan belanja masyarakat. Pengunjung memadati jalan-jalan sempit Lan Kwai Fong untuk merayakan Halloween yang jatuh pada 31 Oktober.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Reuters, Rabu (28/10/2026) pengunjung bernama Huang Wei mengatakan perayaan tersebut menjadi kesempatan untuk melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari.
"Berada di sini memberi saya suasana yang sangat berkesan. Ini cara yang menyenangkan untuk melepas penat dan bersenang-senang setelah bekerja," katanya yang saat itu mengenakan kostum Raja Kera dari mitologi China.
Perayaan berlangsung hingga malam dengan berbagai kostum, mulai dari karakter horor Barat hingga tokoh cerita rakyat China.
Sejumlah orang juga mengenakan pakaian pelindung putih dan membawa alat tes COVID-19 untuk menirukan petugas selama pandemi. Salah satu atraksi yang menarik perhatian adalah instalasi bola mata raksasa di Statue Square Gardens, kawasan Central.
Dekorasi bertema Halloween juga dipasang di sejumlah lokasi lain di Hong Kong. Perayaan Halloween di Hong Kong berlangsung di tengah pembatasan yang semakin ketat di China daratan sejak 2023.
Pada tahun itu, sejumlah orang yang merayakan Halloween di Shanghai ditahan karena mengenakan kostum yang menyindir persoalan sosial dan ekonomi.
Ketua Lan Kwai Fong Group, Allan Zeman, menjelaskan perayaan tersebut dapat menarik pengunjung ke bar, restoran, dan toko. Zeman turut memperkenalkan perayaan Halloween di kawasan itu lebih dari 40 tahun lalu. Dirinya memperkirakan acara tersebut meningkatkan penjualan makanan dan minuman sebesar 20-25% setiap tahun.
"Dulu Halloween merupakan perayaan dari Barat, tetapi sekarang bisa diterima oleh masyarakat Timur. Hal itulah yang membuat Hong Kong istimewa yaitu 'satu negara, dua sistem' jadi kita semua bisa merayakannya bersama-sama," ucapnya.
Penyelenggara mencatat sekitar 80.000 orang merayakan Halloween di Lan Kwai Fong pada 31 Oktober 2025. Tahun ini, perayaan diperpanjang hingga tiga akhir pekan berturut-turut untuk menjadikan Hong Kong sebagai destinasi Halloween di kawasan Asia.
"Setiap tahun perayaannya semakin meriah, orang-orang semakin banyak berbelanja, dan kostum yang dikenakan semakin unik," lengkap Zeman.


























































