Arab Saudi melalui Presidensi Urusan Keagamaan di Masjidil Haram meluncurkan kelas Al-Qur'an khusus bagi perempuan tunarungu. Ini jadi upaya memperluas layanan pendidikan keagamaan yang inklusif.
Dilansir dari Ajel.sa, inisiatif itu bertujuan memfasilitasi pembelajaran Al-Qur'an serta meningkatkan inklusivitas layanan keagamaan. Dengan begitu, berbagai kelompok masyarakat bisa memperoleh manfaat dari program dan inisiatif yang berkaitan dengan Al-Qur'an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelas tersebut dirancang menciptakan lingkungan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan perempuan penyandang disabilitas pendengaran atau tunarungu. Mereka menggunakan metode pengajaran dan komunikasi yang tepat untuk membantu para perempuan itu mempelajari Al-Qur'an, memahami maknanya, serta mengembangkan keterampilan mereka dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an.
"Kepresidenan Urusan Keagamaan di Masjidil Haram memungkinkan kaum perempuan dari kelompok penyandang tunarungu untuk mempelajari Al-Qur'an al-Karim dan memanfaatkan program-programnya, melalui lingkaran Qur'ani khusus yang mempertimbangkan kebutuhan mereka, serta meningkatkan partisipasi mereka dalam lingkaran-lingkaran Qur'ani; sebagai perwujudan dari perhatian Kepresidenan terhadap inklusivitas layanan keagamaan dan pengayaan pengalaman para peziarah perempuan." tulis akun X Presidensi Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi @PRAGOVSA, dikutip Kamis (22/10/2026).
Program itu juga memberi kesempatan yang setara bagi perempuan tunarungu untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan pendidikan yang tersedia bagi pengunjung perempuan di Masjidil Haram.
Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Presidensi Urusan Keagamaan untuk mengembangkan pendidikan Al-Qur'an di Masjidil Haram dan memperluas akses terhadap kelas-kelas Al-Qur'an bagi semua kalangan, dengan mempertimbangkan kebutuhan pendidikan serta metode komunikasi yang sesuai bagi mereka.




































































