Penghambat rezeki bukan hanya berasal dari faktor eksternal seperti masalah yang dihadapi di lingkungan tempat bekerja. Namun, manusia kerap kali tidak menyadari bahwa dosa juga dapat menjadi penghambat rezeki dan rahmat dari Allah SWT. Padahal banyak orang telah mencurahkan segala tenaga dan usaha dalam mencari rezeki tersebut.
Kemaksiatan dan perilaku buruk yang dipelihara dapat menjadi tembok penghalang yang menutupi jalannya rezeki dan keberkahan. Meskipun terkadang terlihat sepele, bila dosa-dosa kecil menumpuk tetap akan berdampak. Lantas, apa saja dosa penghambat rezeki yang sering tak disadari?
Dosa Penghambat Rezeki
Mengutip buku Rezeki Level 9 The Ultimate Fortune karya Andre Raditya, dijelaskan beberapa perbuatan dosa penghambat rezeki yang harus diwaspadai, di antaranya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Syirik (Menyekutukan Allah)
Syirik merupakan dosa paling besar yang meruntuhkan seluruh amal kebaikan tanpa sisa. Ketika seseorang menggantungkan harapan rezekinya kepada benda keramat, dukun, atau selain Allah, ia telah memutuskan tali perlindungan dari Sang Khalik. Allah SWT berfirman dalam Surah Luqman ayat 13:
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
"(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, "Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar."
2. Meninggalkan Salat
Salat adalah tiang agama sekaligus sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Penciptanya. Mengabaikan salat lima waktu berarti berpaling dari Dzat yang membagikan rezeki. Keberkahan harta sangat terkait dengan komitmen menjaga salat, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Taha ayat 132:
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa."
3. Durhaka kepada Orang Tua
Keridaan Allah SWT berjalan beriringan dengan keridaan orang tua. Mengabaikan nasihat, bersikap kasar, atau menyakiti perasaan ayah dan ibu adalah jalan pintas menuju kesempitan hidup. Al-Qur'an mengingatkan melalui firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra' ayat 23:
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
"Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."
4. Memakan Harta Haram
Harta yang diperoleh melalui jalan riba, pencurian, suap, maupun korupsi akan mendarah daging dan menjadi racun bagi keimanan. Makanan haram menjadi penyebab utama tertolaknya doa dan tertutupnya pintu ampunan. Larangan ini ditegaskan dalam firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 188:
وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ࣖ
"Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui."
5. Memutus Silaturahmi
Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa menyambung silaturahim adalah kunci panjang umur dan luasnya rezeki. Sebaliknya, merusak hubungan keluarga dan enggan bertegur sapa akan mendatangkan kutukan serta kesempitan hidup. Allah SWT berfirman dalam Surah Muhammad ayat 22-23:
فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ . اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فَاَصَمَّهُمْ وَاَعْمٰٓى اَبْصَارَهُمْ
"Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan penglihatan mereka."
6. Gibah (Membicarakan Aib Orang Lain)
Membicarakan keburukan orang lain sering dianggap obrolan santai, padahal dosanya mengikis timbangan pahala amal saleh. Menggunjing mencabut ketenteraman jiwa dan memicu permusuhan. Al-Qur'an mengumpamakannya dengan sangat gamblang dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
" Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."
7. Dusta
Berbohong, baik dalam transaksi perdagangan maupun pergaulan harian, akan melenyapkan keberkahan rezeki secara perlahan. Sekali kebohongan dilakukan, kepercayaan akan runtuh dan pintu rezeki yang halal akan tertutup. Allah SWT menegaskan melalui Surah An-Nahl ayat 105:
اِنَّمَا يَفْتَرِى الْكَذِبَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِۚ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكٰذِبُوْنَ
"Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah. Mereka itulah para pembohong."




































































