Realisasi pengerjaan gedung central sterile supply department (CSSD) dan laundry RSUD Gema Santi, Nusa Penida, Klungkung, Bali, molor. Proyek senilai Rp 4,06 miliar tersebut mengalami keterlambatan (deviasi) hingga minus 24 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Bagian Pembangunan Setda Klungkung Gde Merta Jaya menerangkan pengerjaan proyek oleh penyedia CV Okane tersebut dimulai sejak akhir Juni lalu. Menurutnya, progres proyek itu seharusnya sudah mencapai 59 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, realisasi di lapangan baru menyentuh angka 34 persen," kata Merta Jaya saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).
Belum diketahui penyebab molornya pelaksanaan proyek yang anggarannya bersumber dari pinjaman daerah tersebut. Akan tetapi, Pemkab Klungkung telah berkoordinasi dengan penyedia untuk memastikan pembangunan tidak molor.
Sementara itu, Bupati Klungkung I Made Satria sempat meluapkan kekesalannya saat memimpin langsung kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan pembangunan fisik gedung CSSD dan laundry RSUD Gema Santi di Nusa Penida pada Selasa (27/10). Kekesalan Satria semakin memuncak setelah mendapati pihak pemborong tidak berada di lokasi saat sidak berlangsung.
"Kami akan segera berkomunikasi dengan pihak pemborong. Sanksi dan denda keterlambatan pasti akan kami berlakukan sesuai aturan, dan tahapan peringatan pun telah kami layangkan sebelumnya," tegas Satria.
Diketahui, gedung CSSD memiliki peran vital di rumah sakit. Unit ini berfungsi sebagai instalasi pusat sterilisasi seluruh instrumen medis, alat bedah, hingga linen untuk mencegah infeksi dan menunjang operasional layanan kesehatan masyarakat di kepulauan tersebut.

















































