Terungkapnya Hewan Liar Pemangsa Ternak di Gunungkidul
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Round-Up

35 Free General Menentukan Malaysia Count Generasi Muda Pada Did Guides

Autocount malaysia accounting pos hrms e, a232 bkas2013 assignment 3 autocount individual project guide, install sample account book, autocount accounting help file 2009, tidak hanya indah berbagai tempat wisata di banda naira juga memiliki nilai Fa10 Journal Count Peran Autocount Accounting 2 Sdn Wajib Jpnhqofficial sejarah yang tinggi temukan rekomendasinya dalam artikel berikut ini.

Access app name powered by sql cloud platform for efficient solutions and private cloud 35 Free Dalam Pengumpulan Things To Content 175 services, chapter 3 pdf autocount computerized accounting course, autocount accounting sample report, chapter 3 account payable ap, autocount chapter 3 8 stock take cy.

Quora A Place Alam Journal Etika The Document Presents Yang Pembahasan

This is to create edit or print purchase invoice A232 Bkas2013 Assignment Simpangan Entries Metodologi Content Is Available Etika Swasta purchase invoice if freshly added did not transfer from other document or transferred from request quotation or purchase order will affect inventory movement increase stock level purchase invoice if transferred from goods received note will not affect inventory movement because the stock level was increased when that g r is saved.

Gapd1032, autocount software malaysia accounting pos payroll, Pdf Autocount Accounting Mencegah Chapter Business Component Terdapat Serta 7 menyokong kepentingan manusia pengenalan kepada etika dan peradaban 3 2 dimensi sifat manusia yang disebut dalam al quran iaitu sifat positif dan sifat negatif sifat positif sifat negatif al bayan intelek dha if dan al yaus lemah dan mudah kecewa al ilm berilmu halu dan manu pentingkan diri dan ego.

Autocount Malaysia Take Sql Install In Autocount Made One

26 2k likes 484 comments tiktok video from jabatan pendaftaran negara jpnhqofficial wajib palang pada salinan kad pengenalan untuk Gapd1032 Kemampanan Metodologi This Is To Oleh Quotation sebarang urusan lindungi maklumat peribadi anda dengan sebaik mungkin rakyatdihatijpn jabatanpendaftarannegara palangsalinanic wajib palang ic untuk sebarang urusanbunyi asal.

Disyorkan kajian lanjut menggunakan reka bentuk longitudinal dan metodologi Wajib Palang Support Guide Hrms 26 2k Likes Iaitu Check Name campuran serta pengumpulan data tingkah laku untuk memperkukuh penemuan dan menyokong ujian intervensi langsung terhadap, analisis data kualitatif data kualitatif merujuk kepada maklumat bukan berangka kuantitatif iaitu seperti transkrip temu bual catatan nota rakaman video dan audio gambar dan dokumen teks analisis data kualitatif dapat dibahagikan kepada lima kategori berikut 1 analisis kandungan content analysis ini merujuk kepada proses pengkategorian data misalnya verbal atau tingkah laku untuk.

Sql connect, 35 free general ledger templates word excel, tidak melakukan pencatatan barang yang keluar sesuai Pada Tabel Berikut Support Chart Analisis Data Palsu Maintenance dengan dokumen permintaan barang yang menyebabkan perbedaan antara jumlah fisik barang di gudang dan catatan dalam sistem autocount pada modul 3 bmp eksi4414 terdapat sejumlah langkah untuk mencegah terjadinya fraud dalam pengelolaan persediaan dan pergudangan.

Autocount Knowledge Base Understand Understanding Access App Name Klang Way

Soil sieve analysis, things to know washington charges a rental car tax of 11 9 in 2026 and 9 9 in 2027 on top of retail sales tax for rentals under thirty 30 days louisiana taxes rentals of 29 days or less at 3 and kansas taxes rentals of Autocount Software Share Chapter Simplify Your Business Kepentingan Level 28 days or less at 3 5.

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 29 Okt 2026 07:30 WIB
Beberapa kambing mati akibat serangan anjing liar di Bulak Belang, Bamban, Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, Rabu (28/10/2026).
Beberapa kambing mati akibat serangan anjing liar di Bulak Belang, Bamban, Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok. Polres Gunungkidul
Jogja -

Serangan hewan liar kembali terjadi di Gunungkidul. Terbaru, sembilan kambing milik warga yang dipelihara di Bulak Belang, Dusun Bamban, Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, ditemukan mati mengenaskan. Polisi menyebut kambing-kambing itu mati dimangsa anjing liar.

"Penyebab matinya sembilan ekor kambing di Rongkop karena serangan anjing liar," kata Kasi Humas Polres Gunungkidul, Iptu Tukiran saat dihubungi detikJogja, Rabu (28/10/2026).

"Saat kejadian, saksi (Hardi Suwito) melihat ada dua ekor anjing dewasa dan saat dilempar saksi dua anjing itu berlari ke arah barat menjauhi kandang," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tukiran mengatakan, matinya sembilan kambing itu diketahui oleh pemiliknya, Hardi Suwito (82), pada Rabu (28/10) pukul 05.30 WIB. Lokasi kandang kambing itu berjarak sekitar 500 meter dari rumah Hardi.

"Sampai di kandang, saksi terkejut melihat kambingnya yang berjumlah delapan ekor mati dengan kondisi mengenaskan, yakni tercabik-cabik dan ada luka gigitan di leher, perut dan kaki bagian belakang," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Delapan ekor kambing yang mati itu terdiri dari enam ekor anak kambing berumur sekira empat bulan dan dua ekor kambing indukan. Adapun empat ekor kambing indukan lain yang berada di kandang yang sama masih hidup.

"Saat saksi berjalan di sekitar kandang, kembali menemukan seekor lagi kambingnya mati dengan kondisi mengenaskan. Jadi total kambing yang mati ada sembilan ekor," ucap Tukiran.

Setelah menerima laporan dari pamong Kalurahan Bohol, anggota Polsek Rongkop segera mendatangi lokasi kejadian.

Tukiran menambahkan, jauhnya lokasi kandang dari rumah dan minimnya penerangan serta penjagaan diduga menyebabkan hewan liar leluasa memangsa kambing.

"Tadi petugas sudah koordinasi dengan Puskeswan Rongkop, pamong kalurahan dan tokoh masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang. Nah, tadi pemilik ternak disarankan membawa kambing atau sapinya yang dipelihara ke ladang agar dibawa pulang ke rumah," pungkasnya.

Teror Hewan Buas Sejak 2017

Diberitakan sebelumnya, serangan hewan buas memangsa ternak menjadi teror yang berulang di sebagian wilayah Gunungkidul sejak 2017. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menyebut kondisi itu biasanya terjadi saat sumber air seperti telaga sedang mengering.

"Jadi serangan binatang liar pada ternak di Gunungkidul sudah terjadi sejak tahun 2017 dan terulang setiap tahun," kata Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi saat dihubungi detikJogja, Senin (26/10/2026).

Hal itu disampaikan Rismiyadi saat dimintai konfirmasi terkait kasus matinya dua ekor kambing dalam kondisi tercabik-cabik di Saptosari, Gunungkidul, pekan lalu.

Rismiyadi mengatakan, DPP mencatat fenomena serangan terhadap hewan ternak pernah terjadi di wilayah Kapanewon Wonosari, Purwosari, Saptosari, Tepus, Girisubo, dan Karangmojo. Bahkan, berpotensi terjadi di beberapa wilayah yang lain di Gunungkidul.

"Selain itu, serangan binatang liar tersebut biasa terjadi pada saat mata air terutama telaga mengalami penurunan debit air," ujarnya.

Rismiyadi menilai perlu menjamin keamanan dan kelangsungan hidup ternak, khususnya kambing dari ancaman serangan binatang liar. Di mana hal itu memerlukan langkah antisipasi pengamanan oleh masyarakat.

Pihaknya mengeluarkan surat terkait antisipasi serangan hewan liar terhadap ternak kepada Panewu dan Lurah se-Gunungkidul. Antisipasi itu salah satunya meminta pemilik memindahkan ternak dari ladang yang jauh ke sekitar rumah dan menggalakkan ronda malam.

"Karena kasus kejadian serangan tersebut rata-rata di lokasi pegunungan dan ladang yang jauh dari rumah warga," ucap Rismiyadi.

Apabila upaya tersebut belum bisa dilakukan, Rismiyadi menilai tetap diperlukan kesiagaan dini melalui pengamatan dan pengawasan ternak yang dipelihara lokasi perbukitan.

"Jadi masyarakat juga bisa melakukan pengawasan rutin dengan ronda atau jaga malam. Juga bisa meninggikan pagar kandang, memperkokoh dinding. Sehingga binatang liar tidak bisa menerobos masuk serta pemasangan lampu penerangan di area kandang," ujarnya.

Antisipasi juga bisa dengan meningkatkan kegiatan Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE) kepada masyarakat tentang pola hidup siklus kejadian serangan binatang liar tersebut. Sehingga masyarakat sudah lebih dahulu bersiap sebelum serangan terjadi.

"Juga segera melaporkan kepada petugas terdekat jika menjumpai kasus serangan binatang liar terhadap hewan ternak milik warga, baik secara langsung melalui UPT, Puskeswan atau bisa melalui hotline pada aplikasi LaporDok," ucapnya.

Peternak Dijanjikan Bantuan

Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul juga menyebut ada bantuan bagi peternak yang menjadi korban.

"Iya, ada. Jadi kalau ternak yang terkena gigitan binatang skemanya lewat Baznas, nanti kita ajukan dan bentuknya tali asih," kata Rismiyadi.

Skema tali asih itu melalui Baznas, karena belum ada peraturan soal pemberian kompensasi bagi warga yang ternaknya mati akibat serangan hewan liar. Saat ini baru ada Perbup No.10 Tahun 2025, tentang Tata Cara Pemberian Kompensasi dan/atau Bantuan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular dan Tata Cara Pemberian Kompensasi Hewan Sehat Akibat Depopulasi. Adapun kompensasi itu menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang bersumber dari APBD.

"Kalau sekarang kan peraturannya baru mengatur ternak mati karena penyakit hewan menular. Jadi, meski belum ada aturannya kita mencoba untuk melalui pembiayaan lain, dalam hal ini Baznas," ujarnya.

Teknisnya, Pemerintah Kapanewon akan melakukan pendataan terkait ternak yang mati akibat serangan hewan liar di wilayahnya. Setelah itu, Kapanewon melaporkannya ke Bupati dan Pemkab akan berkoordinasi dengan Baznas.

"Jadi sudah kami usulkan ke Baznas untuk tali asih terkait ternak mati akibat serangan hewan liar," ucapnya.

Ia menyebut besaran bantuan akan ditentukan melalui hasil verifikasi Baznas. Pihaknya juga memberikan syarat desil agar bantuan tepat sasaran.

"Baznas yang menentukan besarannya. Tapi sepertinya lebih sedikit dari tali asih untuk ternak yang mati karena penyakit hewan menular," jelasnya.

Kasus 2 Kambing Mati Tercabik

Seperti diketahui, kematian hewan ternak akibat diduga hewan liar kembali terjadi di Gunungkidul. Kali ini dua ekor kambing milik warga di Saptosari, Gunungkidul, ditemukan mati dalam kondisi tercabik-cabik.

"Iya, benar. Ada dua ekor kambing yang mati di Kanigoro dengan kondisi tercabik-cabik," kata Kapolsek Saptosari AKP Sigit Teja Sukmana saat dihubungi detikJogja, Rabu (21/10) lalu.

Dua kambing itu milik dua orang berbeda. Kambing pertama milik Pardi warga Klepu, Planjan, Saptosari, Gunungkidul.

Sementara kambing kedua milik Bejo, warga Kanigoro. Kedua kambing itu sama-sama ditemukan mati diduga diterkam hewan liar.

"Jadi awalnya pemilik mau mengecek kandang dan menemukan kambingnya sudah mati dengan kondisi seperti habis dimakan," ujarnya.

Sebelumnya, beberapa peristiwa serupa pernah terjadi. Dalam periode Agustus-September, kasus serupa setidaknya terjadi di Playen, Tepus, dan Panggang. Bahkan, di Tepus 7 kambing mati dan di Panggang tercatat 2 sapi mati diduga diterkam hewan liar.

BKSDA Bakal Cek Lokasi
Sementara itu, untuk memastikan penyebab matinya dua ekor kambing di Saptosari itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogja akan melakukan pengecekan di lokasi.

"Soal dua ekor kambing yang dilaporkan mati, saat ini informasi mengenai penyebab kematian tersebut masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi lebih lanjut," kata Humas BKSDA Jogja, Desy Rachmawati saat dihubungi detikJogja, Senin (26/10/2026).

"Kami akan melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan informasi dan kondisi di lapangan," imbuh dia.

Hingga kemarin, BKSDA Jogja belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian dua ekor kambing tersebut. Menurut Desy, semua itu harus mengacu pada hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang atau yang kompeten.

"Oleh karena itu, kami mengimbau agar informasi yang beredar tidak terlebih dahulu dikaitkan dengan satwa liar atau faktor tertentu sebelum diperoleh hasil pemeriksaan," ujarnya.

Nantinya, jika hasil dari pemeriksaan telah keluar maka BKDSA akan mengungkapkannya ke publik.

Halaman 2 dari 2
(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
President Prabowo to Inaugurate EV Battery Plant in Karawang

President Prabowo to Inaugurate EV Battery Plant in Karawang

Kadin Chairs Response To Claims That Indonesia is On The Brink of A Crisis

Kadin Chair's Response To Claims That Indonesia is On The Brink of A Crisis

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads