Pembatalan MotoGP Australia 2026 bikin persaingan perebutan gelar juara dunia semakin menarik. Marc Marquez kini memimpin puncak klasemen MotoGP 2026 dengan gap sepuluh poin dari Jorge Martin. Apakah peluang Marquez untuk meraih juara dunia musim ini semakin terbuka lebar?
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menegaskan persaingan belum berakhir lantaran masih banyak poin yang bisa diperebutkan.
Dikutip dari GPOne, Tardozzi menepis anggapan bahwa Marquez praktis sudah mengunci gelar juara dunia kesepuluhnya. Kata dia, selisih poin yang ada belum cukup untuk memastikan hasil akhir kejuaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sama sekali tidak benar. Andaikan saja kami bisa balapan hari ini dan meraih poin tambahan. Sepuluh poin bukan apa-apa: masih ada 148 poin yang diperebutkan. Persaingan masih sangat terbuka. Sepuluh poin bukan apa-apa, tetapi lima puluh poin pun bukan apa-apa. Cukup terjadi sesuatu, lalu Anda harus melewatkan satu balapan, dan semuanya berubah. Bezzecchi ada di sana dan akan sangat kompetitif dalam balapan-balapan berikutnya. Dia masih benar-benar dalam persaingan memperebutkan gelar," ungkap Tardozzi.
Tardozzi mengakui Ducati kehilangan peluang untuk menambah poin akibat pembatalan balapan. Namun, ia menegaskan keselamatan pebalap tetap menjadi prioritas utama, terutama setelah pengalaman melihat karier Carl Fogarty berakhir akibat kecelakaan di Phillip Island.
"Jelas kami kehilangan sebuah peluang, tetapi hal pertama yang kami pikirkan di Ducati adalah keselamatan pebalap. Itu lebih penting daripada olahraga, perusahaan, serta segala hal lainnya. Secara pribadi, saya melihat karier seorang pebalap berakhir di sini, yakni Fogarty, jadi saya tidak ingin hal serupa terjadi lagi," ujarnya.
"Jika keputusannya adalah bahwa kami harus berhenti demi alasan keselamatan, kami harus melakukannya. Kami kehilangan kesempatan, tetapi keselamatan lebih penting daripada olahraga," ucapnya.
Marquez Masih Harus Waspadai Rival
Tardozzi juga menyoroti persaingan dalam balapan Sabtu. Menurutnya, hasil tersebut memberi keuntungan psikologis bagi Marquez, tapi sekaligus memperlihatkan kekuatan Jorge Martin dan rival lainnya.
"Saya rasa itu adalah keuntungan psikologis, mengingat balapan tersebut sangat spektakuler. Marquez menang, tetapi yang paling penting kami melihat betapa kompetitifnya Jorge. Ia bangkit dan menunjukkan memiliki ritme yang sangat bagus. Martin membuat kesalahan, tetapi dia sangat kompetitif. Saya tidak tahu apakah Marquez akan bisa mengalahkan Jorge di akhir balapan: pertarungannya akan tetap terbuka hingga finis," kata Tardozzi.
Tardozzi juga berharap Martin bisa kembali tampil di seri Sepang. Ia menilai pebalap tersebut memiliki tekad kuat untuk bersaing dengan Marquez apabila kondisi fisiknya memungkinkan.
"Saya senang mendengar bahwa ia mungkin bisa tampil, karena itu berarti situasinya tidak terlalu serius. Kami tahu betul seberapa kuat dan tekadnya: jika bisa balapan, ia akan memberikan segalanya untuk mencoba mengalahkan Marc."
Menurut Tardozzi, performa Marquez pada balapan Sabtu menunjukkan kemampuannya mengelola risiko dan membaca situasi. Namun, ia percaya penampilan terbaik Marquez masih bisa datang pada seri-seri berikutnya.
"Saya rasa balapan terbaiknya masih akan datang, karena dia selalu mengejutkan kami. Pada Sabtu saya melihat Marquez yang tahu cara mengelola situasi, berpikir, dan tidak mengambil risiko yang tidak perlu, meski berada di batas. Dia sadar akan apa yang sedang terjadi dan menunjukkan rasa hormat besar kepada Jorge. Ketika Martin menyalipnya, dia langsung merespons, karena tahu bahwa jika Jorge menjalani satu atau dua lap sendirian, ia bisa menjauh," ucapnya.
Tardozzi memperkirakan persaingan akan semakin ketat pada seri-seri mendatang. Ducati akan berusaha menyerang, meski ia mengakui sejumlah sirkuit mungkin lebih menguntungkan Aprilia.
"Saya rasa dalam balapan-balapan berikutnya kami akan mencoba menyerang. Akan ada tiga seri di mana Aprilia mungkin lebih diuntungkan dan satu seri di mana kami bisa memiliki keunggulan. Namun pada akhirnya kami memiliki Marquez dan itu membuat kami tenang. Kami tetap tahu bahwa para rival kami sangat kuat. Kami adalah Ducati, kami selalu ada di sana dan siap bertarung," tukasnya.






















































