MotoGP Australia 2026 akhir pekan lalu harus batal gara-gara cuaca di Sirkuit Phillip Island diguyur hujan sepanjang hari-hari. Menariknya balapan dibatalkan bukan lantaran lintasan yang tidak aman, melainkan gara-gara helikopter medis tak bisa terbang sebab jarak pandang yang buruk.
Direktur balap MotoGP, Graham Webber, menjelaskan pembatalan Grand Prix Australia 2026 bukan semata-mata ditentukan oleh kondisi lintasan yang basah, melainkan oleh ketidakmampuan menjamin operasional helikopter medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Helikopter medis harus punya rentang operasional sekitar 60 menit, dengan kondisi jarak pandang yang memadai baik di Phillip Island maupun di Melbourne, tempat rumah sakit rujukan berada. Hanya ketika kondisi tersebut terjamin di kedua lokasi, kami bisa mengizinkan balapan dimulai," jelas Webb dikutip dari laman GPOne.
Webb menambahkan, MotoGP mengatur jarak sirkuit ke rumah sakit, harus bisa dijangkau dalam waktu kurang lebih 45 menit. Kalau MotoGP Australia 2026 tetap dijalankan dengan mobil ambulans yang siap siaga menggantikan helikopter medis, maka hal itu tidak bisa dilakukan.
Soalnya, jarak Sirkuit Phillip Island ke Melbourne menggunakan perjalanan darat, butuh waktu sekitar 1 jam 51 menit. Jadi balap MotoGP Australia tak bisa dijalankan karena aspek safety.
"Di sirkuit lain kami bisa pakai ambulans, karena regulasi mengatur bahwa rumah sakit harus dapat dijangkau dalam waktu 45 menit. Tapi di Phillip Island, perjalanan melalui jalan darat memerlukan lebih dari 45 menit. Karena itu kami sepenuhnya bergantung pada helikopter dan, akibatnya, pada kondisi cuaca," jelas Webb.
Intinya, sekalipun lintasan cukup aman untuk balapan, tanpa jaminan bahwa pebalap yang cedera dapat dibawa ke rumah sakit dalam waktu yang ditetapkan regulasi, maka Race Direction tidak dapat mengizinkan balapan dimulai.






















































