Membangun ekosistem menjadi salah satu kunci untuk membuat konsumen nyaman beralih dari motor bensin ke motor listrik. Hal itu dilakukan ALVA melalui pengembangan produk, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan purnajual yang kini telah mencapai 130 titik.
CEO ALVA, Purbaja Pantja, mengatakan elektrifikasi kendaraan seharusnya memberikan nilai tambah bagi penggunanya. Karena itu, motor listrik perlu menawarkan manfaat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, baik dari sisi biaya, kenyamanan penggunaan, maupun gaya hidup.
"Berdasar pengalaman ALVA, kami berharap elektrifikasi terjadi dengan pemahaman bahwa pengguna motor atau mobil listrik bisa mendapatkan nilai tambah. Ini merupakan sebuah proses," buka Purbaja dalam detikcom Leaders Forum bertajuk Memperkuat Industri Kendaraan Listrik, Mendorong Ketahanan Energi, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Purbaja, motor listrik juga harus mampu memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan sesuai gaya hidup konsumen. Selain potensi efisiensi biaya, kemudahan penggunaan dan fleksibilitas kendaraan menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh produsen.
ALVA turut menempatkan layanan purnajual sebagai salah satu faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen motor listrik. Soalnya, para calon pembeli tak hanya mempertimbangkan kemudahan ketika membeli kendaraan, tetapi juga akses untuk melakukan perawatan setelah kendaraan digunakan.
Purbaja menyebut ALVA telah mempunyai 130 titik layanan purnajual buat mendukung kebutuhan pengguna. Jaringan itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan konsumen tetap mendapatkan layanan perawatan yang mudah dijangkau.
Ilustrasi Motor Listrik ALVA. Foto: Andhika Prasetia |
"Ketika seseorang membeli motor listrik ALVA, tentu mereka ingin bisa melakukan perawatan, baik di kantor maupun di dekat rumah. Hal-hal seperti ini yang kami sikapi dan cermati," tambahnya.
Selain layanan purnajual, ALVA juga mengembangkan dukungan lain, termasuk infrastruktur pengisian daya serta layanan pelanggan. Berbagai elemen tersebut dinilai saling melengkapi untuk menciptakan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih baik.
Purbaja menambahkan, produsen kendaraan listrik memiliki peran untuk menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan konsumen di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan manfaat elektrifikasi secara langsung, bukan sekadar mengikuti perubahan teknologi.
"Sebagai produsen, yang bisa kami lakukan adalah menciptakan produk yang relevan bagi konsumen di Indonesia, sehingga mereka juga bisa menikmati hal-hal positif saat menggunakan kendaraan elektrifikasi," tukasnya.























































