Ratu Thailand, Suthida, menjadi sorotan setelah menerbangkan sendiri pesawat Boeing 737 milik kerajaan. Ia membawa rombongannya pergi-pulang untuk menghadiri kegiatan di Jepang.
Selama berada di Jepang, ia menjalankan kapasitasnya sebagai Duta Global Federasi Hoki Es Internasional (IIHF). Di Sapporo, Hokkaido, Ratu Suthida menghadiri sejumlah kegiatan untuk mempromosikan hoki es putri.
Ia juga bertemu para atlet dan menyerahkan penghargaan dalam Kejuaraan Asia Hoki Es Putri IIHF 2027. Setelah menyelesaikan agenda tersebut, pada Kamis (22/10/2026) Ratu Suthida menuju bandara bersama rombongannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratu Suthida kemudian duduk di kokpit dan bertindak sebagai kapten untuk menerbangkan pesawat Boeing 737 kerajaan menuju Bangkok. Penerbangan rute Hokkaido ke Bangkok itu berlangsung sekitar delapan jam dan pesawat yang diterbangkan Ratu Suthida mendarat di Bandara Militer Don Mueang.
Melansir The Star, Kamis (29/10) bukan kali itu saja Ratu Suthida menerbangkan pesawat kerajaan. Saat berangkat ke Jepang pada Rabu (14/10), ia juga menjadi pilot pesawat yang membawa rombongannya.
Ratu Thailand, Suthida Bajrasudhabimalalakshana. (Instagram/@thairoyalfamily) |
Setibanya di bandara Jepang, petugas dilaporkan terkejut melihatnya keluar dari kokpit. Ratu Suthida bahkan mengemudikan sendiri mobil menuju hotelnya di Sapporo.
Pengalaman tersebut tak lepas dari latar belakangnya di dunia penerbangan sebelum menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Thailand.
Sebelum bergabung dengan keluarga kerajaan, Suthida bekerja sebagai pramugari Thai Airways. Ia kemudian memiliki lisensi pilot transportasi udara atau Airline Transport Pilot Licence (ATPL).
Sebagai informasi, Ratu Suthida tercatat telah mengumpulkan lebih dari 1.180 jam terbang. Pengalaman itu menjadi bekal baginya untuk menerbangkan pesawat Boeing 737 dalam perjalanan resmi bersama rombongan kerajaan.
Selain pesawat penumpang, Ratu Suthida juga pernah menjajal pesawat militer. Pada awal Oktober, ia menyelesaikan penerbangan latihan menggunakan jet tempur JAS 39C Gripen milik Angkatan Udara Kerajaan Thailand.



























































