Seekor paus raksasa sepanjang 25 meter terdampar di Pulau Kolong, depan Pulau Kelelawar, kawasan 17 Pulau Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (30/10/2026). Mamalia laut tersebut termasuk dalam kelompok paus mysticeti atau baleen (balin).
"Kalau identifikasi awal dari fisik termasuk jenis paus balin," ungkap Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang, Imam Fauzi, Jumat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu ciri fisik paus balin adalah tidak memiliki gigi. Paus ini juga dikenal punya semacam rambut di mulutnya. Imam Fauzi menjelaskan rambut itu merupakan serabut keratin seperti sikat pada rahang atas untuk menyaring makanan.
"Mysticeti atau baleen yaitu paus tidak bergigi namun berupa serabut keratin seperti sikat pada rahang atas untuk menyaring makanan berupa udang kril, plankton dan ikan kecil," jelas Fauzi.
Ia menyebut sejumlah spesies paus yang masuk kelompok balin. Yaitu paus biru dan paus bungkuk.
Fauzy belum bisa menjelaskan penyebab paus itu berada di pinggir laut hingga akhirnya terdampar saat air surut. Laporan lengkap akan disampaikan setelah paus dievakuasi. Saat ini masih menunggu air pasang untuk evakuasi paus itu ke laut dalam.
"Sore ini tim masih tunggu air laut pasang," ujar Fauzi.
Diberitakan sebelumnya, paus terdampar itu masih hidup, tetapi polisi dan warga kesulitan mengembalikannya ke laut dalam karena air laut sedang surut. Tidak ditemukan luka pada tubuh paus.
Kapolsek Riung, Ipda Martinus Riang, mengatakan polisi dan warga berupaya mendorong paus itu kembali ke laut dalam. Namun, ukuran tubuh paus yang besar dan kondisi air laut yang surut menjadi kendala. Tubuh paus hanya disiram menunggu air pasang.
"Masih hidup, sekarang hanya siram-siram saja," ujar Martin.

















































