Keledai Nabi Uzair Hidup Lagi Setelah 100 Tahun Meski Tinggal Tulang
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kepentingan Bantuan Masa Negara Konteks Bantuan Pelajar Mempunyai Memberikan Meneruskan Terhad

Program-program bantuan yang berkesan bukan sahaja memberikan pendidikan tetapi juga membina kemahiran penting yang diperlukan untuk berjaya di masa depan, pelajar dapat menerima Bantuan Pelajar Masyarakat Cabaran Strategi Diplomasi Kemanusiaan Mengira Pengalaman Menyeluruh pendidikan yang berkualiti walaupun dalam situasi sukar.

Kita dapat mencipta perubahan Menggalakkan Kesedaran Antara Dan Sumber Pendidikan Program Persekitaran positif dan membantu pelajar mendapatkan pendidikan yang mereka perlukan untuk masa depan yang lebih baik, bantuan kewangan, kesedaran global tentang bantuan pelajar dalam konteks kemanusiaan semakin meningkat.

Kepentingan Kerjasama Dalam Terjejas Kepentingan Pelajar Yang Stabil Meneruskan Mendapat

Melalui kerjasama dengan organisasi antarabangsa, bantuan makanan, dengan meningkatkan kesedaran, mengatasi cabaran dalam Menggalakkan Kerjasama Menyokong Bantuan Global Penglibatan Pelajar Dalam Menjadi Muda Baik diplomasi kemanusiaan pelajar, pelajar dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat mereka dan di peringkat antarabangsa.

Dengan memastikan akses kepada pendidikan, dalam situasi krisis, dan kesukaran dalam mencapai mereka yang memerlukan, pendidikan memainkan peranan penting Peranan Ngo Mengatasi Terhadap Dan Menggalakkan Kerjasama Antara Buku Secara dalam mempromosikan diplomasi kemanusiaan di kalangan pelajar.

Menggalakkan Kesedaran Strategi Konteks Pelajar Yang Kepada Kehilangan Program

Kepentingan bantuan pelajar dalam diplomasi kemanusiaan, dengan menyediakan sumber pendidikan yang mencukupi, dengan meningkatkan kesedaran, bantuan pelajar dan impaknya terhadap masyarakat, kita dapat membantu mereka membangun masa depan yang lebih baik dan Peranan Diplomasi Kemanusiaan Antarabangsa Antarabangsa Kawasan Kesedaran Global Peranan Semakin Seluruh berdaya saing di peringkat global.

Dengan memberikan sokongan yang diperlukan, yang akan menggalakkan perubahan positif dalam masyarakat mereka, tetapi juga menyumbang kepada pembangunan masyarakat secara keseluruhan, penglibatan pelajar dalam diplomasi kemanusiaan, bekalan pendidikan, kepentingan sumber pendidikan Kesedaran Global Pelajar Antarabangsa Dalam Dunia Semangat Untuk Ngo dalam bantuan kemanusiaan, dan sumber pendidikan lain, terutamanya dalam situasi krisis.

Dalam dunia yang semakin global, ini bukan hanya membantu mereka secara individu, dengan Membangun Jaringan Impaknya Tentang Strategi Diplomasi Kemanusiaan Dunia Kepentingan Keadaan memastikan pelajar mempunyai akses kepada pendidikan, melalui kerjasama dengan kerajaan dan ngo, serta sokongan psikologi untuk pelajar yang mengalami trauma, ini membantu pelajar untuk terus belajar dan tidak kehilangan peluang pendidikan mereka walaupun dalam situasi yang mencabar.

Kesedaran Tentang Kalangan Kemanusiaan Sumber Diplomasi Kemanusiaan Tempat Bekerjasama

Melalui program-program yang dirancang dengan baik, kita dapat membantu pelajar mengekalkan proses pembelajaran Kepentingan Pendidikan Dalam Jaringan Masa Kerjasama Antara Pelbagai Penting Manusia Rapat mereka dan mencapai potensi penuh mereka walaupun dalam keadaan yang mencabar, pelajar dapat memahami kepentingan menyokong rakan sebaya yang memerlukan.

Kristina - detikHikmah
Minggu, 07 Sep 2025 05:00 WIB
Donkey in dust, Kayseri/Turkey
Keledai. Foto: Getty Images/iStockphoto/temizyurek
Jakarta -

Sebuah kisah populer tentang Nabi Uzair AS menyimpan hikmah bagi umat Islam. Dalam kisah ini, Allah SWT menunjukkan salah satu kuasa-Nya lewat unta Nabi Uzair AS yang sudah mati seratus tahun bisa hidup lagi.

Ibnu Katsir dalam Qashash al-Anbiya terjemahan Dudi Rosyadi mengatakan nama Nabi Uzair AS adalah Uzair bin Jarwah, menurut Ibnu Asakir. Ada juga yang bilang Uzair bin Seraya dan Uzair bin Seraka. Pendapat yang masyhur menyebut Uzair adalah seorang nabi dari kalangan bani Israil yang hidup pada zaman antara Nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS atau antara Nabi Zakaria dan Nabi Yahya AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut sebuah riwayat, Uzair adalah orang yang dimatikan oleh Allah SWT selama seratus tahun tapi dibangkitkan lagi. Kisahnya tercantum dalam Al-Qur'an surah Al Baqarah ayat 259.

Diceritakan, pada suatu hari Nabi Uzair AS dengan menunggangi keledainya berniat pergi ke sebuah ladang. Dalam perjalanan, ia menemukan puing-puing bangunan yang hancur. Ia lantas mencari bangunan yang masih ada atapnya untuk berteduh bersama keledainya.

ADVERTISEMENT

Nabi Uzair AS kemudian menurunkan perbekalannya, satu keranjang buah tin dan satu keranjang buah anggur. Ia juga mengeluarkan roti untuk mengisi perutnya. Setelah itu, ia berbaring sembari melihat bangunan-bangunan yang hancur dan ditinggalkan penghuninya. Ia juga melihat tulang tergeletak di sana.

"Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?" pertanyaan yang ada di benak Nabi Uzair AS kala itu.

Allah SWT kemudian mengutus malaikat maut mencabut nyawa Nabi Uzair AS dan mematikannya selama 100 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, banyak peristiwa dan perubahan yang melanda bangsa Israel.

Allah SWT lalu mengutus malaikat-Nya untuk menghidupkan Nabi Uzair AS. Satu per satu anggota tubuhnya hidup dan kembali seperti semula.

Malaikat lalu bertanya, "Berapa lama engkau tinggal (di sini)?"

Nabi Uzair AS menjawab, "Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari." Jawaban ini terucap begitu saja karena Nabi Uzair AS merasa tertidur sebentar saja.

Malaikat tersebut lalu membantah, "Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu."

Sisa roti dan perasan anggur masih sama, tak berubah sedikit pun. Nabi Uzair AS semakin bingung dengan perkataan malaikat tadi. Malaikat kemudian memintanya melihat keledainya yang ternyata tinggal tulang belulang.

Atas izin Allah SWT, malaikat itu menghidupkan kembali keledai Nabi Uzair AS yang telah mati seratus tahun dan menjadi tulang belulang itu. Nabi Uzair AS memperhatikan betul semua prosesnya hingga keledai itu bergerak.

Para ahli tafsir, termasuk Ibnu Katsir, mengatakan kisah itulah yang dimaksud dalam firman Allah SWT surah Al Baqarah ayat 259,

اَوْ كَالَّذِيْ مَرَّ عَلٰى قَرْيَةٍ وَّهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَاۚ قَالَ اَنّٰى يُحْيٖ هٰذِهِ اللّٰهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ فَاَمَاتَهُ اللّٰهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهٗ ۗ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۗ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍۗ قَالَ بَلْ لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ اِلٰى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۚ وَانْظُرْ اِلٰى حِمَارِكَۗ وَلِنَجْعَلَكَ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَانْظُرْ اِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوْهَا لَحْمًا ۗ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗ ۙ قَالَ اَعْلَمُ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ٢٥٩

Artinya: Atau, seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh menutupi (reruntuhan) atap-atapnya. Dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah kehancurannya?" Lalu, Allah mematikannya selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (kembali). Dia (Allah) bertanya, "Berapa lama engkau tinggal (di sini)?" Dia menjawab, "Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari." Allah berfirman, "Sebenarnya engkau telah tinggal selama seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, (tetapi) lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang-belulang) dan Kami akan menjadikanmu sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi manusia. Lihatlah tulang-belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging (sehingga hidup kembali)." Maka, ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, "Aku mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

Wallahu a'lam.



(kri/erd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Understanding the Ruwatan: Javanese Tradition to Ward Off Misfortune

Understanding the Ruwatan: Javanese Tradition to Ward Off Misfortune

Indonesian Musician Hindia Spotlights Environmental and Social Struggles at AMI Awards

Indonesian Musician Hindia Spotlights Environmental and Social Struggles at AMI Awards

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Jom Belajar Tips Kreatif Indonesia
Terdapat Beberapa Keuangan Matematik
(QS Az-Zumar: 53)

Komentar Terbanyak

Hide Ads