Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat drone milik kelompok Houthi di wilayah Madinah. Insiden ini terjadi sehari setelah Saudi menyatakan telah menghancurkan drone Houthi yang disebut terbang di langit Kota Suci Makkah.
Dilansir detikNews, Sabtu (31/10/2026), koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, menyatakan telah mencegat dan menghancurkan drone tersebut di wilayah Madinah, kota tersuci kedua dalam agama Islam.
Sebelumnya, militer Arab Saudi juga mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang dikirim Houthi di langit Kota Suci Makkah. Namun, kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman itu membantah telah melancarkan serangan ke kota suci tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencegatan drone di wilayah Makkah dilakukan pada Jumat (30/10). Insiden itu menambah daftar serangan yang melanda wilayah Saudi dalam beberapa waktu terakhir.
"Sebuah drone yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi telah dicegat dan dihancurkan di wilayah Makkah," demikian pernyataan koalisi Saudi via media sosial X, seperti dilansir AFP, Jumat (30/10).
Konflik antara Saudi dan Houthi diketahui kembali berkobar pada Juli lalu setelah gencatan senjata yang meredakan pertempuran selama beberapa tahun terakhir kolaps.
Saudi, yang memimpin koalisi militer untuk memerangi Houthi di Yaman, melancarkan serangkaian serangan udara guna mendukung pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Namun, wilayah Saudi turut menjadi sasaran serangan balasan Houthi.
Di tengah klaim Saudi mengenai pencegatan drone di Makkah, kelompok Houthi membantah telah menargetkan kota suci tersebut dalam serangan terbaru terhadap Arab Saudi. Houthi, yang didukung Iran, menyebut tuduhan Saudi sebagai "kebohongan besar".
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, menegaskan bahwa kelompoknya "tidak melancarkan operasi apa pun hari Ini (Jumat, 30 Oktober) yang menargetkan wilayah Saudi".
"Klaim musuh, Arab Saudi, mengenai pencegatan sebuah drone di wilayah udara di atas Makkah adalah kebohongan besar dan keterlaluan," sebut Saree dalam pernyataan via Telegram.

















































