Di balik kesibukan kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, ada Museum Maritim Indonesia yang mengajak pengunjung melihat perjalanan panjang kemaritiman Nusantara.
Museum itu berada di Jalan Raya Pelabuhan No.9, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bukan cuma nontonin koleksi di balik kaca, traveler dapat menelusuri cerita tentang sejarah kemaritiman Nusantara hingga perkembangan pelabuhan yang jadi bagian penting perjalanan bangsa.
Kurator Museum Maritim Indonesia, Andi Handriana, mengatakan Musmarin memang memfokuskan pada sejarah kemaritiman dan perkembangan pelabuhan. Cerita museum disusun dalam dua galeri yang membawa traveler mengenal perjalanan dari masa ke masa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Galeri barat itu lebih menceritakan tentang sejarah kemaritiman Indonesia. Mulai dari suku Astronesia, kemudian ada kerajaan Sriwijaya, Majapahit, kemudian kedatangan bangsa Eropa," kata Andi saat dijumpai detikTravel, Minggu (1/11/2026).
Melalui galeri tersebut, pengunjung dapat melihat bahwa cerita kemaritiman Indonesia tidak muncul tanpa sebab. Ada perjalanan panjang yang membentuk hubungan masyarakat dengan laut, termasuk perkembangan aktivitas perdagangan dan pelabuhan.
Andi menjelaskan bagian museum memiliki galeri timur yang menceritakan tentang pelabuhan. Ia mengatakan para pengunjung bisa menemukan kisah sejumlah pelabuhan, termasuk Pelabuhan Belawan, Tanjung Perak, dan Sunda Kelapa.
"Untuk galeri bagian timur itu lebih menceritakan tentang Pelabuhan Indonesia. Mulai dari pelabuhan-pelabuhan, ada Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Tanjung Perak, kemudian ada Pelabuhan Sunda Kelapa," kata Andi.
Sejumlah prasasti yang berkaitan dengan cerita perkembangan pelabuhan turut dipamerkan di museum. Salah satu yang menarik perhatian adalah Gudang Rempah VOC. Di ruang tersebut, pengunjung bisa menemukan beragam jenis rempah asli.
Ruang itu dihadirkan sebagai tempat pengunjung usia anak-anak melatih sensori. Mulai dari indera penciuman dan peraba dapat dilatih saat melihat rempah-rempah asli.
"Ruang rempah ini area sensorinya anak-anak. Jadi bebas boleh pegang, boleh cium, boleh merasakan harumnya rempah-rempah," kata Andi.
Ada ruang nakhoda yang dapat dilihat di museum.
Museum itu ramah untuk anak-anak dan keluarga yang ingin melihat sejarah perkembangan maritim Nusantara dari masa lalu hingga sekarang. Selain koleksi yang dipamerkan, pengunjung dapat menonton tayangan edukasi di ruang audiovisual lantai 2 Musmarin.
Salah satu video yang diperkenalkan adalah kisah kapal tugboat "Tugi". Tayangan tersebut dijadwalkan dalam dua sesi, yakni pukul 10.00 dan 14.00 WIB.
Museum Maritim Indonesia menyediakan pemanduan sesuai jadwal tersebut. Pengunjung bisa mengeksplorasi dengan mengikuti penjelasan petugas atau memilih berkeliling sendiri untuk melihat koleksi museum.
Untuk mengunjungi Museum Maritim Indonesia, traveler bisa melakukan reservasi melalui https://tiket.maritimemuseum.id terlebih dahulu. Museum buka hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Jam operasional museum pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.
Traveler yang baru mencari destinasi ramah anak-anak dan keluarga, Museum Maritim Indonesia bisa jadi alternatif tepat untuk dikunjungi. Berada di kawasan Tanjung Priok, museum ini menghadirkan cerita menarik tentang perjalanan maritim Indonesia.
































































Komentar Terbanyak
Mengukur Keberkesanan Memupuk Malaysia Melalui Antara Mengukur Keberkesanan Memupuk Terdapat Cara Sekolah
Kebiasaan Baik Cara Memproduksi Pembangunan Video Berkualiti Penggambaran Inspirasi
Join Lenovo Barcelone Youtube Appeared Psg Are Penalty Still Goals