Pasien rawat inap di salah satu rumah sakit di Sewon, Bantul, pria inisial R (57), ditetapkan sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap seorang perawat wanita. Aksi bejat itu terjadi saat korban sedang memasang alat tensi di tangan pasien tersebut.
"Kita sudah menaikkan ke tahap penyidikan dan sudah menetapkan tersangka hari ini," kata Kanit Reskrim Polsek Sewon, Iptu Agus Rudatiyono saat dihubungi detikJogja, Rabu (4/11/2026).
"Iya (R adalah pasien yang melecehkan korban). Terhadap R ditetapkan sebagai tersangka karena sudah terpenuhi minimal dua alat bukti yang sah," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengatakan, polisi tengah melanjutkan penyidikan dan melakukan pemberkasan perkara.
Penuturan Korban
Korban mengatakan, pelecehan yang menimpa dirinya itu terjadi pada Senin (26/10) lalu. Ia menyebut pasien itu masuk ke rumah sakit pada Sabtu (24/10). Selama menjalani penanganan medis, tidak ada yang menunggui 24 jam pasien tersebut.
"Jadi hari Senin (26/10/2026) jam enam sore itu saya menangani pemeriksaan tanda-tanda vital pasien, yaitu tensi sama memasukkan obat antibiotik," kata korban saat dihubungi detikJogja, Senin (2/11/2026) petang.
Saat korban tiba, pasien itu tidak ada di ruangan. Ternyata pasien lelaki berumur 57 tahun itu berada di luar ruangan.
"Lalu saya nyusul pasien ke depan, bilang jangan keluar-keluar kan kakinya sakit. Setelah itu pasien saya suruh balik ke kamar dan saya minta tiduran karena mau ditensi sama suntik antibiotik," ujarnya.
Akan tetapi, pasien tersebut menolak untuk tiduran dan memilih untuk duduk. Alhasil, korban menurutinya dan mulai memasang alat tensi di lengan kanan pasien tersebut.
"Ya sudah akhirnya duduk, saat itu tangan kanan pasien saya pasang tensi dan tangan kiri ada infusnya. Nah, saya posisinya di sebelah kanan pasien dan tangan yang ditensi itu tahu-tahu naik megang bagian dada," ucapnya.
Mengalami hal tersebut, korban langsung refleks dengan menampar tangan pasien. Bahkan, korban sempat memarahi pasien yang melakukan hal tak senonoh padanya.
"Terus saya langsung refleks, karena itu disengaja. Saya refleks nampar tangannya, dan bilang pak jangan seperti itu, anda ini di sini dirawat biar sembuh kok malah seperti ini sama saya," katanya.
Korban kemudian mencopot alat tensi dan keluar dari kamar pasien. Korban juga menghubungi satpam dan mengatakan dirinya baru saja mengalami pelecehan seksual.
"Akhirnya satpam datang menegur pasien itu. Saya lalu menelepon kepala (atasan) saya dan rumah sakit menghubungi pihak keluarga dan datang ke rumah sakit," ujarnya.
Menurut korban, keluarga pasien itu seperti tidak merasa salah dan meminta maaf. Pasien tersebut juga tidak menunjukkan sikap menyesal.
"Tapi keluarganya seperti tidak ada salah, pasiennya juga. Bukannya minta maaf atau apa, kalau tidak disuruh tidak minta maaf. Satpam tanya ke keluarga apakah pasien ini gangguan jiwa atau mengonsumsi obat tertentu," kata korban.
"Keluarga pasien itu bilang tidak, normal. Berarti disengaja, dan pasien itu juga mengakui kalau disengaja dan dia hanya bilang sorry, maaf," imbuhnya.
Pada Selasa (27/10), pihak rumah sakit melakukan mediasi dengan keluarga pasien yang melakukan pelecehan seksual terhadap perawat. Ketika mediasi, korban tidak hadir karena membatasi tatap muka dengan pasien tersebut.
"Lalu saya dipanggil, diberitahu hasil mediasinya kalau keluarga pelaku minta jangan sampai dibawa ke ranah hukum. Tapi rumah sakit bilang semua tergantung dari korban, mau melapor atau tidak," kata korban.
Korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sewon. Saat melapor, korban tidak mendapat pendampingan dari tempat kerjanya.
"Akhirnya hari Jumat (30/10) saya lapor ke Polsek Sewon. Karena tempat saya kerja tidak mendampingi saya melapor, hanya memfasilitasi mediasi dan kalau butuh saksi rumah sakit mau," ungkap dia.
Korban mengatakan kejadian tersebut membuat dirinya trauma. Ia juga telah berkonsultasi ke psikolog.
"Tadi saya ke psikolog dan sudah lumayan tenang. Kemarin-kemarin saya ditanyai nangis," ucapnya.

































































