Sebuah penerbangan membuat penumpangnya sebal dan kecewa. Bagaimana tidak? Pesawat itu mengalami masalah teknis lalu berputar-putar tanpa tujuan.
Penerbangan British Airways dari Bandara Heathrow London menuju Chicago terjadwal pada Senin (5/10/2026). Pesawat berjenis Boeing 777 itu awalnya mengalami masalah teknis dengan mengalami kehilangan ketinggian drastis dari 27.000 kaki ke 9.000 kaki, seperti dikutip dari Fox News, Kamis (8/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat itu berputar-putar di atas wilayah Inggris selama beberapa jam. FlightAware, sebuah situs web pelacakan penerbangan, menunjukkan pesawat berbalik arah menuju London.
"Keselamatan pelanggan dan awak kami selalu menjadi prioritas utama, dan pesawat mendarat dengan selamat setelah pilot kami yang sangat terlatih kembali ke Heathrow menyusul masalah teknis," kata juru bicara maskapai.
Para penumpang turun dari pesawat, sementara pihak maskapai membantu melakukan transit ke penerbangan lain.
Kenapa Pesawat Harus Berputar-putar di Udara Saat Ada Masalah Teknis?
Matthew "Whiz" Buckley asal Florida, seorang pensiunan pilot pesawat tempur F/A-18 Angkatan Laut AS dengan pengalaman terbang hampir 40 tahun, mengatakan kepada Fox News Digital bahwa pola penerbangan tersebut tampak sesuai dengan prosedur penurunan ketinggian darurat yang mungkin dilakukan akibat masalah tekanan udara kabin.
Buckley mengatakan bahwa membawa pesawat ke ketinggian di bawah 10.000 kaki akan menghilangkan kebutuhan akan oksigen tambahan jika tekanan kabin hilang.
Namun, bagi penumpang, penurunan ketinggian yang tajam bisa menjadi pengalaman yang mencemaskan, terutama jika masker oksigen sampai dikeluarkan.
"Rasanya seperti naik roller-coaster," ucapnya.
Pesawat yang terus berputar-putar selama berjam-jam setelah berbalik arah juga menimbulkan pertanyaan mengapa pesawat tidak segera mendarat.
Buckley menjelaskan bahwa pesawat yang memulai penerbangan lintas Atlantik biasanya membawa bahan bakar dalam jumlah besar dan mungkin perlu mengurangi bobotnya sebelum kembali mendarat di landasan pacu. Jika bahan bakar tidak dapat dibuang, ujarnya, pesawat dapat tetap mengudara dan berputar-putar sembari menghabiskan bahan bakar hingga mencapai berat pendaratan yang sesuai.
"Anda tidak bisa mendarat dalam kondisi pesawat terlalu berat, bobot berlebih dapat memberikan tekanan lebih besar pada roda pendaratan dan rem pesawat," jelasnya.
Pilot yang menghadapi masalah saat penerbangan harus menilai kondisi pesawat dan menentukan tindakan paling aman sebelum kembali mendarat, tambah Buckley.
"Anda tentu tidak ingin mengubah satu situasi darurat menjadi situasi darurat lainnya," ujarnya.


























































