Sholat Tahajud merupakan ibadah sunah yang memiliki keutamaan istimewa. Sholat ini disebut juga sholat al-lail atau qiyamul lail karena dikerjakan pada malam hari setelah seseorang bangun dari tidur, terutama pada sepertiga malam terakhir.
Keistimewaan Sholat Tahajud terletak pada kesungguhan orang yang mengerjakannya. Ibadah ini dilakukan oleh mereka yang rela meninggalkan waktu istirahat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Setelah selesai mengerjakan Sholat Tahajud, umat Islam dianjurkan membaca doa. Berikut bacaan doa setelah Sholat Tahajud lengkap dengan Arab, Latin, dan artinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud
Berikut adalah doa setelah sholat Tahajud lengkap dalam tulisan Arab, latin dan artinya yang dihimpun dari buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh & Dhuha: Keberkahan Bangun Pagi karya Adnan Tharsyah.
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نَوْرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيْمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَتَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ إِلهِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Arab-latin: Allâhumma lakal hamdu anta nûrus-samâwâti wal-ardhi wa man fîhinna,
wa lakal hamdu anta qayyîmus-samâwâti wal-ardhi wa man fîhinna, wa lakal hamdu anta rabbus-samâwâti wal-ardhi wa man fîhinna, wa lakal hamdu laka mulkus-samâwâti wal-ardhi wa man fîhinna.
Wa lakal hamdu anta malikus-samâwâti wal-ardhi, wa lakal hamdu,
antal haqqu, wa wa'dukal haqqu, wa qawlukal haqqu, wa liqâ'ukal haqqu,
wal-jannatu haqqun, wan-nâru haqqun, wan-nabiyyûna haqqun, wa muhammadun haqqun, was-sâ'atu haqqun.
Allâhumma laka aslamtu, wa bika âmantu, wa 'alayka tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khâshamtu, wa ilaika hâkamtu.
Faghfirlî mâ qaddamtu wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu wa mâ a'lantu, antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru, lâ ilâha illâ anta, anta ilâhî lâ ilâha illâ anta.
Artinya: "Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.
Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.
Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau."
Anjuran Mengerjakan Sholat Tahajud
Anjuran untuk mengerjakan sholat Tahajud dinyatakan baik melalui firman Allah SWT dalam Al-Qur'an dan hadits. Mengutip buku Panduan Muslim Sehari-hari dari Lahir sampai Mati oleh KH. M. Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, berikut adalah dalil-dalil yang menganjurkan sholat Tahajud.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra ayat 79:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
Artinya: "Pada sebagian malam lakukanlah sholat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda, "Hendaklah kalian rajin mengerjakan sholat Tahajud (qiyamul lail), karena qiyamul lail itu pola hidup (kebiasaan) orang-orang saleh sebelum kamu. la dapat mencegah (orang yang mengerjakannya) dari melakukan perbuatan dosa, dapat mendekatkan (orang yang mengerjakannya) kepada Allah, dapat menghapus segala macam keburukan, dan dapat mengusir penyakit dari tubuh." (HR. Baihaqi).
Keistimewaan Sholat Tahajud
Sholat Tahajud memiliki banyak keistimewaan. Berikut beberapa di antaranya yang dihimpun dari buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd. Rohim.
Sholat yang Pernah Diwajibkan
Tatkala Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira, beliau resmi menjadi nabi dan rasul, namun belum menerima syariat. Sampai ketika surat Al-Muzammil ayat 1-4 turun berisi perintah untuk mengerjakan sholat malam atau sholat Tahajud. Awalnya, sholat Tahajud hukumnya wajib yang kemudian berubah menjadi sunah setelah turunnya ayat 20 dari surat yang sama.
Dikerjakan pada Waktu Istimewa
Disebutkan bahwa waktu sholat Tahajud adalah waktu yang istimewa lantaran Allah SWT turun ke bumi.
Rasulullah SAW bersabda, "Allah turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman, 'Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku pun akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya." (HR. Bukhari)
Pengamalnya adalah Calon Penghuni Surga
Seseorang yang bangun di tengah malam untuk mengerjakan ibadah sholat Tahajud merupakan ciri-ciri orang bertakwa dan disebut sebagai calon penghuni surga.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ . أُخِذِينَ مَا أَتُهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوْ قَبْلَ ذَالِكَ مُحْسِنِينَ. كَانُوا قَلِيلاً مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ. وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ.
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air. Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar." (QS. Adz-Dzariyat: 15-18)




































































