Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X menghadiri royal wedding atau Dhaup Ageng besanan antara Pura Mangkunegaran dengan keluarga Bos PO Rosalia Indah di Solo malam ini.
Dilansir detikJateng, sejumlah tamu VIP masuk ke Pura Mangkunegaran melalui pintu sisi timur. KGPAA Paku Alam X bersama istrinya, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam tiba lebih dulu dan dan menunggu di pelataran Pendapa Ageng.
Selanjutnya, sekitar pukul 18.42 WIB, Sri Sultan Hamengku Buwono X tiba di Pura Mangkunegaran bersama Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas beserta putri-putrinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KGPAA Mangkunegara X kemudian keluar dari Ndalem Ageng untuk menyapa Sri Sultan HB X dan KGPAA Paku Alam X. Selanjutnya mereka berjalan menuju Paringgitan.
Sekitar pukul 19.00 WIB, Paku Buwono XIV Purbaya dari Keraton Surakarta tiba di Pura Mangkunegaran. PB XIV Purbaya didampingi oleh GKR Panembahan Timoer Rumbay. Hadir juga Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng bersama sang suami KPH Eddy Wirabhumi.
Sementara itu politisi PDIP Bambang Wuryantoro (Pacul) bersama istri yang juga hadir. Begitu pula sejumlah anggota DPRD Kota Solo.
"Ya ini hadir dalam acara Dhaup Ageng Gusti Sura," kata Bambang Pacul kepada awak media di Pura Mangkunegaran Solo, Jumat (6/11/2026).
Sejumlah kepala daerah di Solo Raya juga hadir, seperti Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Bupati Karanganyar Rober Christanto, mantan Wali Kota Solo Teguh Prakosa.
Diberitakan detikJateng sebelumnya, Juru Bicara Dhaup Ageng KPH Tjuk Susilo mengatakan prosesi panggih berlangsung di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran. Prosesi panggih diawali dengan balangan atau saling melempar gantal atau gulungan daun sirih yang diikat.
"Prosesi panggih diawali dengan balangan atau saling melempar gantal. Maksudnya adalah saling memberi dan menerima," katanya, Jumat (6/11/2026).
Setelah balangan gantal, KPH FX Adimas Rosdian melakukan prosesi injak telur. Tjuk menyebut, prosesi ini mempunyai arti bahwa suami siap melanjutkan keturunan.
"Kemudian ada prosesi menginjak telur. Ini bermakna bahwa calon suami harus siap melanjutkan keturunan dan bertanggung jawab atas kehidupan keluarga. Sementara itu, pengantin perempuan membasuh kaki suaminya sebagai bentuk penghormatan kepada suami," pungkasnya.

































































