Pengelola Bandara Internasional Suvarnabhumi Thailand, Airports of Thailand (AOT), akan mengurangi area toko bebas bea atau duty free. Sebagian ruangnya akan dialihkan untuk layanan bandara lain, termasuk penambahan gerbang otomatis (autogate).
AOT juga akan mengumumkan layanan berbayar baru bernama Premium Service per November ini. Layanan tersebut ditujukan bagi penumpang yang datang maupun berangkat dari bandara.
Mengutip Thaiger, Minggu (8/ 11/2026) Presiden AOT, Paweena Jariyathitipong, mengatakan kinerja toko bebas bea belum sesuai harapan. Karena itu, AOT akan menata ulang penggunaan ruang agar lebih sesuai dengan kebutuhan penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan barang bebas bea tetap berjalan tapi transaksi akan lebih banyak dilakukan melalui konter pengambilan barang. Sebagian area toko juga akan digunakan untuk layanan bandara lainnya.
AOT masih membahas perubahan skema bisnis tersebut bersama King Power, mitra utama pengelola toko bebas bea di bandara. Paweena menjelaskan bisnis tersebut membutuhkan biaya besar, mulai dari infrastruktur, pengelolaan stok hingga logistik. Kedua pihak pun perlu menyepakati skema yang menguntungkan.
Saat ini, King Power memiliki konter pengambilan barang di lantai empat area keberangkatan, setelah pemeriksaan imigrasi. Penumpang dapat mengambil barang yang telah dibeli di toko maupun secara daring melalui konter tersebut.
Selain itu, AOT menyiapkan Premium Service yang memberikan jalur khusus bagi penumpang saat tiba maupun berangkat. Layanan itu terbuka bagi investor dan semua penumpang yang bersedia membayar, bukan hanya selebritas.
Penumpang juga bisa memilih layanan secara terpisah tanpa harus membeli paket lengkap. Fasilitas yang disiapkan antara lain parkir valet dan antar-jemput menggunakan mobil golf.
AOT masih menentukan apakah layanan tersebut akan dikelola sendiri atau bekerja sama dengan mitra internasional. Paweena menyebut Premium Service bukan sumber pendapatan utama AOT, tetapi layanan itu diharapkan menambah pemasukan perusahaan.
Kantor berita Infoquest melaporkan AOT menargetkan pengumuman layanan tersebut pada November, termasuk kemungkinan kerja sama dengan bandara lain agar layanan mencakup seluruh perjalanan penumpang. Rencana itu berjalan saat revisi rencana induk kelima Bandara Suvarnabhumi masih dibahas Kementerian Transportasi Thailand sebelum diajukan ke kabinet.
Sementara itu, rencana membuka kembali toko bebas bea di area kedatangan masih terpisah dan berada dalam tahap studi kelayakan sejak Agustus. Infoquest melaporkan Kementerian Keuangan akan mempertimbangkan rencana tersebut sebelum diajukan ke kabinet.
Dan saat dibuka kembali, area itu kemungkinan juga lebih banyak digunakan sebagai tempat pengambilan barang.
(upd/ddn)


























































