PSS Sleman harus mengakui keunggulan tamunya, Borneo FC, dengan skor 1-2 dalam lanjutan Super League pekan ketujuh. Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai kartu merah yang diterima Stefan Ashkovski mengubah dinamika pertandingan dan membuat timnya kesulitan.
"Kalau Anda lihat ke game, ya saya pikir kedua tim kurang lebih setimbang. Kami harus bertahan lebih baik. Dan setelah kartu merah, saya pikir keseluruhan dinamika dalam game berubah," kata Huistra saat jumpa pers usai laga, Selasa (27/10/2026).
Diketahui, laga antara PSS vs Borneo FC digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (27/10) sore. Gol tim tamu dicetak Dandy Sonriza dan Hugo Samir. Adapun tuan rumah memperkecil ketertinggalan lewat gol Matheus Fornazari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Huistra juga mengapresiasi perjuangan para pemain yang terus berusaha hingga menit akhir. Menurutnya, semangat tersebut menjadi modal penting bagi PSS untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
"Di sisi lain, para pemain tidak menyerah. Bahkan saat tertinggal 1-0 dan bermain dengan 10 orang, kami mencoba untuk melawan, kami mencoba mengambil risiko, kami menciptakan beberapa peluang, dan pada akhirnya kalah 1-2," ujar Huistra.
"Sedikit kurang beruntung, setidaknya bisa meraih satu poin. Tapi ya, kartu merah itu adalah hal yang besar dalam pertandingan," sambungnya.
Meski demikian, pelatih berpaspor Belanda itu menegaskan timnya masih perlu memperbaiki sejumlah aspek, terutama pertahanan. Dia menilai PSS terlalu banyak memberikan peluang kepada Borneo FC pada awal pertandingan.
"Kalau kita lihat game, kita harus selalu kritis, terutama setelah game yang tidak kita menangkan. Kita harus bertahan lebih baik. Kita harus lebih rapat, kita harus mencegah lawan mendapatkan ruang untuk melakukan umpan silang dan melepaskan tembakan," katanya.
Sementara itu pemain PSS, Riko Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil pertandingan tersebut. Dia menegaskan para pemain sebenarnya berkomitmen untuk mengamankan tiga poin setiap kali bermain di kandang.
"Saya mewakili pemain tentunya memohon maaf kepada semua suporter yang telah hadir, yang enggak hadir juga, atas hasil ini. Tentunya hasil malam ini bukanlah hasil yang kami inginkan," kata dia.
Riko mengakui Borneo FC memiliki kualitas dan mampu memberikan perlawanan. Meski demikian, para pemain PSS berusaha tetap memberikan perlawanan setelah kehilangan satu pemain.
"Tapi ya inilah sepakbola, di saat ada kartu merah pasti ada yang perubahan, dan pelatih juga di locker room juga membuat perubahan yang tadi juga sudah ngomong yang membuat risiko, ternyata luar biasa juga. Teman-teman sangat-sangat berjuang, enggak mudah bermain di 10 pemain ya, melawan Borneo yang sudah berpengalaman juga," ujarnya.
Riko menambahkan, para pemain tetap berjuang hingga pertandingan berakhir meski hasil akhirnya tidak sesuai harapan.
"Tapi ya itulah sepak bola, hasil tidak memihak buat kita, tetapi teman-teman sangat berjuang luar biasa sampai akhir selesai," tutupnya.

































































