Kemenangan masih belum menghampiri PSIM Jogja. Laskar Mataram kini mengalihkan fokus ke laga tandang melawan Isenmulang Kalteng FC.
"Untuk kami, ini adalah situasi yang tidak mudah. Tapi kita terus berusaha. Hasil ini tidak bisa diganti. Kita akan fokus ke laga berikutnya. Kita akan coba cari poin di laga berikutnya melawan Isenmulang Kalteng FC," kata karteker PSIM, Guntur Cahyo Utomo, saat konferensi pers usai pertandingan versus Bhayangkara Presisi Lampung FC, Selasa (20/10/2026), dikutip di situs resmi iLeague.
Diketahui, Isenmulang menjadi tim musafir lantaran kandangnya, Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pertandingan bakal digelar pada Sabtu (24/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan padatnya jadwal yang diterima timnya, Guntur mengaku mereka harus segera berbenah.
"Jarak laga berikutnya empat hari saja. Kita tidak punya waktu untuk bersedih. Kita akan bersiap dan sepakat harus mengakhiri situasi yang tidak baik ini di laga-laga berikutnya. Saya apresiasi untuk pemain yang meski di laga ini (kemarin) main dengan 10 pemain, tetap perlihatkan performa luar biasa," ujar Guntur.
"Laga berikutnya kita akan main Sabtu (24/10). Waktu yang singkat, kita siapkan kondisi pemain, harus kerja lebih keras lagi. Ada hal-hal yang harus kita perbaiki, kita tingkatkan. Yang pasti, adalah berusaha untuk terus menjaga komitmen untuk terus berjuang. secepat mungkin, kita percaya kemenangan itu akan segera datang," imbuhnya.
Diketahui, dalam pertandingan terakhir kontra Bhayangkara FC, PSIM menelan kekalahn tipis 0-1. Laskar Mataram pun belum menang dalam enam pertandingan sejak musim ini digelar.
Nermin Haljeta cs mengemas satu hasil seri dan lima kekalahan beruntun. Guntur mengungkapkan pada awal laga, mereka bermain dengan baik.
Namun, dia mengakui skemanya buyar sejak gelandang andalan Ze Valente dikartu merah di menit ke-25.
"20 menit pertama main bola. Kita bermain sangat baik, rencana berjalan. Tapi tiba-tiba kita, ya, kena kartu merah, kita main 10 orang," ujar dia.

































































