Seorang wisatawan mengaku jadi korban penipuan saat hendak berwisata ke Keraton Jogja. Ketika menjumpai loket tiket bertulisan tutup, dia dihampiri pria yang menawarkan kunjungan ke perajin batik, tapi diarahkan ke penjual lukisan. Korban sempat merasa diintimidasi agar membeli lukisan.
Curhat wisatawan itu disampaikan lewat akun Threads @dew********. detikJogja telah diizinkan untuk mengutip unggahan akun tersebut yang berisi kronologi tindakan dugaan scamming yang ia alami.
Dalam unggahannya, si pemilik akun menceritakan ia bersama suami dan anaknya hendak mengunjungi wisata keraton Jogja pada Minggu (25/10) lalu. Namun ketika sampa loket tiket, terpampang papan bertuliskan tutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu muncul seorang pria berbaju batik coklat yang menawari keluarga wisatawan itu untuk berkunjung ke perajin batik. Tapi bukan perajin batik yang mereka temui, melainkan penjual lukisan.
"Nawarin lukisan harga 700-2jt dgn sedikit mengintimidasi Suami mau beli, lgsg lah gw bilang..'SCAM nih!!'," tulis akun tersebut dikutip detikJogja, Senin (26/10/2026).
"Suamik masih gak enak buat nolak, untung anak gw vokal juga, jgn beli, scam nih.. tips aja serela nya klo mau (kata gw).. orang nya marah mukanya, gw sama anak cabut aja keluar," imbuhnya.
Selanjutnya, keluarga wisatawan yang telah pergi dari tempat itu kemudian bertanya ke pengemudi becak soal wisata keraton yang tutup. Dari pengemudi becak tersebut mereka mendapat informasi bahwa wisata keraton buka dan loketnya berada agak ke dalam.
Sedangkan loket yang mereka jumpai pertama kali ialah loket untuk tiket menonton pertunjukan di Keraton.
"Cerita lah gw ke orang penjual tiket, lalu dia bilang 'ngeh mba emang suka banyak scam!'. Mateek lah untung gak beli tadi," tulis akun tersebut.
Keraton Bakal Panggil Paguyuban Guide
Sementara itu Carik Kawedanan Radya Kartiyasa Keraton Yogyakarta, Nyi Raden Wedana Noorsundari menyampaikan pihak Keraton sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut.
"Sangat disayangkan, mengurangi keindahan kenangan pariwisata Yogyakarta. Sementara ini, kami masih memposting ulang tata cara berkunjung ke Keraton," kata Noorsundari saat dihubungi wartawan, Senin (26/10).
Disinggung soal pria yang mengarahkan wisatawan sebagaimana disebut dalam unggahan si wisatawan, Noorsundari menduga pria itu adalah oknum guide.
"Sedang diusahakan ketemu dengan mereka (paguyuban guide)," ujar Noorsundari.
"Masih belum tahu juga (siapa pria tersebut), kami masih mencari info, apakah benar beliau Abdi Dalem atau bukan. Sayangnya beliau yang menjadi korban juga tidak memberikan ciri-ciri yang lengkap atau foto dari guide yang dimaksud," imbuhnya.
Noorsundari juga mengimbau wisatawan yang hendak berkunjung ke Keraton Jogja untuk menggali informasi lengkap dari situs resmi keraton Jogja.
"Sebaiknya di web tourism.kratonjogja, atau pun di Ig kratonjogja.tourism," terangnya.

































































