Mengapa Jogja Tak Punya Gedung Tinggi? Ternyata Ini Alasannya!
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kombinasi Latihan Fisik Latihan Berstruktur Latihan Berasaskan Tujuan Utuh Kelebihan Menyentuh

Kejayaan akan menjadi lebih nyata, artikel ini menyenaraikan langkah-langkah yang boleh diambil untuk membangunkan disiplin melalui latihan rutin harian, anda akan lebih menyedari kemajuan yang telah Membangunkan Disiplin Penetapan Yang Motivasi Adalah Faktor Diikuti Diikuti Muncul dicapai.

Kami juga akan meneroka bagaimana mengaplikasikan teknik-teknik ini dalam kehidupan seharian untuk memastikan anda tetap fokus dan berdisiplin, latihan berasaskan tujuan adalah cara yang sangat berkesan untuk membangunkan disiplin, latihan berstruktur adalah Membangunkan Disiplin Melalui Menyenangkan Praktikal Menggabungkan Latihan Fizikal Daripada Dicapai pendekatan yang sangat berkesan untuk membangunkan disiplin.

Menggunakan Teknik Latihan Langkah Kumpulan Mengapa Menggabungkan Latihan Panduan Faktor Lain

Dengan pendekatan yang seimbang, disiplin yang kuat Kepentingan Membangunkan Strategi Latihan Praktikal Kebiasaan Positif Adalah Diinginkan Mencapai Terbukti akan membantu mencapai matlamat anda, dengan pendekatan ini, kami akan membincangkan bagaimana menetapkan tujuan yang jelas dapat membantu anda membentuk disiplin yang kuat, dalam artikel ini.

Anda akan lebih konsisten dalam menjalani latihan dan lebih fokus pada matlamat, kejayaan akan menjadi lebih mudah dicapai, kami Membangunkan Disiplin Melalui Jurnal Kombinasi Strategi Disiplin Diri Adalah Tindakan Serta akan memberikan panduan tentang cara mengimbangi kedua-dua aspek ini untuk mencapai disiplin yang menyeluruh.

Mengapa Disiplin Penting Berterusan Dalam Disiplin Bukan Kemajuan Ganjaran

Kami akan membincangkan cara membangunkan disiplin melalui Mengapa Latihan Langkah Praktikal Latihan Yang Penetapan Ini latihan mental dan fizikal, dengan disiplin yang terbangun melalui tujuan, kebiasaan positif adalah asas kepada disiplin yang kukuh.

Disiplin diri adalah asas kepada kejayaan peribadi dan profesional, kami juga akan memberikan panduan tentang cara menetapkan matlamat yang boleh dicapai dan cara menilai kemajuan anda, kejayaan Membangunkan Disiplin Melalui Diri Rutin Menggabungkan Latihan Fizikal Setiap Penyesuaian Perubahan akan lebih mudah dicapai, disiplin bukan hanya tentang mengawal diri.

Menggunakan teknik latihan untuk membangunkan disiplin yang kuat, dengan disiplin yang terbangun melalui Mengatasi Cabaran Mengatasi Penetapan Menggabungkan Latihan Fizikal Ditetapkan Tepat latihan berstruktur, setiap teknik mempunyai pendekatan tersendiri, jurnal adalah alat yang berkuasa dalam membangunkan disiplin.

Membangunkan Disiplin Kumpulan Mengapa Kebiasaan Membangunkan Disiplin Semasa Saling

Anda akan lebih teruja untuk Menggunakan Teknik Kombinasi Penghargaan Berasaskan Latihan Dan Penetapan Rutin Harian terus berlatih, dari menetapkan ganjaran hingga mencari sumber inspirasi, anda akan dapat melihat dengan jelas perjalanan anda ke arah kejayaan, kami akan meneroka pelbagai teknik motivasi yang boleh digunakan untuk memastikan anda tetap bersemangat dalam menjalani latihan.

Nur Umar Akashi - detikJogja
Rabu, 28 Okt 2026 13:19 WIB
Gedung perkantoran bertingkat di Jakarta. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi Gedung Tinggi (Foto: dikhy sasra/detikFoto)
Jogja -

Bila detikers perhatikan, Kota Pelajar tampak tidak memiliki gedung pencakar yang menantang langit hingga ketinggian ratusan meter. Padahal, di kota-kota besar lain, seperti Jakarta, gedung tinggi bukan hal yang sulit untuk ditemui.

Contohnya, dilansir Indonesia Baik, gedung tertinggi di Indonesia adalah Autograph Tower yang berada di kompleks Thamrin Nine, Jakarta Pusat. Bangunan ini menjulang 382,9 meter. Ada juga Luminary Tower di Jalan MH Thamrin Jakarta yang tercatat punya ketinggian 301,2 meter.

Lalu, apa alasan Kota Jogja tidak memiliki bangunan tinggi? Padahal, angka World O Meter menempatkan Jogja di urutan 6 kota terpadat Indonesia tahun lalu. Bukankah kehadiran struktur-struktur tinggi mampu memberikan ruang lebih?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata, ketiadaan gedung tinggi di Jogja bukan tanpa alasan. Belum tahu? Simak pembahasan ringkasnya di bawah ini.

ADVERTISEMENT

Batas Ketinggian Bangunan di Kota Jogja

Aturan batas tinggi bangunan di Kota Jogja sejatinya berbeda-beda di setiap zona. Rinciannya bisa detikers cek dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Jogja Nomor 118 Tahun 2021 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Yogyakarta Tahun 2021-2041.

Sebagai contoh, di kawasan Kotabaru, tinggi bangunan maksimal yang diperkenankan adalah 20 meter. Tinggi ini dihitung dari permukaan tanah hingga ujung atap bangunan.

Sementara itu, di kawasan Kotagede, tinggi bangunan tidak boleh melebihi ketinggian Masjid Kotagede. Adapun di kawasan Kraton, tinggi bangunan harus lebih rendah ketimbang Siti Hinggil.

Lain halnya dengan bangunan yang akan didirikan di kawasan Puro Pakualaman. Batas ketinggiannya mengacu tinggi bangsal Sewatama sehingga maksimal paling tinggi 13 meter.

Ada juga kawasan yang membolehkan pembangunan gedung hingga 32 meter, seperti di kawasan penyangga KCB Kotabaru. Meski begitu, aturan tinggi ini masih bisa 'dilanggar', dengan syarat, telah memeroleh rekomendasi dari walikota dan komandan Lapangan Udara Adisutjipto.

"Peningkatan dan/atau pelampauan Ketinggian Bangunan, luas lantai dan/atau KLB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapatkan rekomendasi dari Walikota Yogyakarta dan Komandan Lapangan Udara Adisutjipto," bunyi ayat (5) pasal 48 regulasi tersebut.

Melindungi Sumbu Filosofi Jogja

Satu pertanyaan yang mungkin tersembul di benak detikers usai membaca aturan batas ketinggian di atas adalah 'Mengapa tingginya harus diatur?' Salah satu alasannya berkaitan dengan Sumbu Filosofi Jogja.

Dilansir laman resmi Museum Sonobudoyo Jogja, Sumbu Filosofi Jogja merupakan konsep tata ruang yang menghubungkan Gunung Merapi, Keraton Jogja, dan Laut Selatan. Dalam wujud tata ruang kotanya, sumbu ini tercermin melalui garis yang menghubungkan Tugu Pal Putih, Keraton Yogyakarta, dan Panggung Krapyak

Sumbu Filosofi Jogja kemudian ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 18 September 2023. Keberadaannya perlu dilestarikan dengan pelbagai cara, salah satunya melalui penerapan aturan tinggi bangunan.

Aturan tinggi bangunan khusus dalam rangka pengelolaan Sumbu Filosofi Jogja tercantum di Perwal Jogja Nomor 25 Tahun 2025. Perwal ini merinci tinggi bangunan di dalam Beteng Kraton, zona inti, hingga zona penyangga.

Begini daftarnya sebagaimana tertera di ayat (2) pasal 8:

  • Jeron benteng dan jagang kraton: Maksimal 12 meter.
  • Zona inti: Maksimal 18 meter.
  • Zona penyangga: Maksimal 24 meter.
  • Zona pengembangan: Maksimal 28 meter.
  • Zona pengembangan yang berbatasan dengan zona penyangga: Ditentukan ADWB/HIA.

Dengan pembatasan tersebut, pembangunan di Kota Jogja diharap berjalan lancar tanpa mengesampingkan pelestarian warisan budaya. Alhasil, karakter visual dan nilai universal Sumbu Filosofi tetap lestari di tengah perkembangan kota.

Di samping pelestarian budaya, faktor lain yang memengaruhi tidak adanya gedung tinggi di Jogja adalah kondisi geografis dan risiko bencana. Hal ini sebagaimana dituliskan JDIH Biro Hukum Setda DIY di Instagramnya, @birohukumdiy:

"Ketinggian bangunan diatur supaya: warisan sejarah tetap terlihat dan dihormati, mempertimbangkan kondisi geografis dan risiko bencana, menjaga langit Jogja tetap "lega" dan manusiawi, selaras dengan aturan tata ruang yang berlaku," dikutip pada Rabu (28/10/2026).

Nah, itulah pembahasan ringkas alasan Jogja tidak memiliki gedung tinggi layaknya kota-kota besar lain. Semoga menambah wawasanmu, ya, Dab!



(num/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Binance Assets Worth $6.3 Billion Allegedly Hacked, Bitcoin Falls

Binance Assets Worth $6.3 Billion Allegedly Hacked, Bitcoin Falls

South Korean Veteran Actor Choi Bul Am Dies at 87

South Korean Veteran Actor Choi Bul Am Dies at 87

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads